Rabu, 02 Maret 2011

Logika Matematika

Logika Matematika
Pengertian Logika Mtematika dibagi menjadi dua, yaitu :

1.Pernyataan
Pernyataan adalah sebuah kalimatyang memiliki no;ao benar atau salah atau tidak keduanya
Contoh : a. Jakarta adalah ibu kota Negara Republik Indonesia ( benar )
b. 5 adalah bilangan genap ( salah )

2.Kallimat terbuka
Kalimat terbuka adalah kalimat yang ditentukan nilai benar atau salahnya. Kalimat terbuka biasanya mengandung pengubah atau variabel.
Contoh : a. 2 + x = 5
b. y adalah bilangan prima y anggota bilangan cacah < 10

Contoh kasus hubungan Matematika dengan Psikologi
Menurut pengertian diatas Logika Matematika dibagi menjadi dua pengertian, yaitu pengertian dan kalimat terbuka. Dari pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa logika adalah sesuatu yang belum tentu memiliki suatu nilai kebenaran. Lain halnya dengan sebuah teori-teori yang telah ada yang didapat dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh seseorang. Dimana nilai-nilai yang terkandung didalamnya adalah sebuah kebenaran.

Andaikan sebuah kecelakaan sepeda motor yang menimpa seseorang. Dimana kendaraan yang dikendarainya mengalami kerusakan setelah ditabrak oleh pengendara sepeda motor lainnya dalam kecepatan tinggi. Tetapi apa yang dialami oleh kedua pengendara sepeda motor tersebut hanya mengalami luka ringan saja seperti luka gores pada lengan dan kaki. Dalam kondisi tanpa menggunakan pengaman kepala atau helm. Tetapi apabila kita meng gunakan logika kita kedua pengendara tersebut seharusnya telah mengalami luka-luka yang cukup serius hingga memungkinkan hingga patah tulang atau bahkan hingga luka pada bagian kepala.

Dalam kehidupan sehari-hari masih banyak contoh-contoh kasus/kejadian yang tidak masuk akal/logika, misalnya seorang anak kecil yang terjatuh karena berlari-lari tidak mengalami luka sedikitpun, seorang kakek yang mampu memecahkan batu dengan tangannya atau halnya seperti pertunjukan kuda lumping, dimana sang penunggang kuda mampu memakan pecahan-pecahan beling, dll. Karena apa yang terjadi dari kejadian tersebut masih memiliki nilai ketidak benaran.

Dari contoh kasus diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa logika bukanlah sesuatu yang sudah benar melainkan sesuatu yang belum tentu benar nilainya. Dimana sebuah kejadian yang telah menimpa seorang pengendara hanya memiliki luka-luka ringan, seorang anak yang terjatuh hanya tidak mengalami luka dan atraksi kuda lumping yang mampu memakan pecahan beling.