Senin, 09 April 2012

Anoreksia Nervosa

Anoreksia nervosa adalah salah satu kelainan yang dialami pada masa remaja dan dewasa awal. Dimana remaja pada umumnya tidak memiliki kepercayaan diri dengan penampilan dirinya (body image). Istilah anoreksia kurang begitu dikenal oleh masyarakat awam masyarakat pada umumnya lebih mengenal dengan istilah diet, dimana seseorang berusaha untuk mengurangi jumlah makanan untuk dikonsumsi. Anoreksia merupakan kelainan pada remaja/dewasa awal dimana seseorang memilki gangguan makan yang ditandai dengan melaparkan diri sendiri. Tanda – tanda awal seseorang yang akan mengalami anoreksia salah satunya adalah melakukan diet yang kuat dan dilakukan secara sembunyi sembunyi, namun setelah mengalami penurunan berat badan dan merasa tidak puas ia akan mulai membuat tujuan berat badan baru yang lebih rendah dari sebelumnya. Setelah mencapai berat badan tersebut ia melakukan olahraga yang berlebihan. Aneroksia telah dikaitkan dengan faktor genetika dan lingkungan. Beberapa pihak yang berwenang menyatakan defisiensi zat penting diotak, gangguan hipotalamus atau tingkat tinggi dari sejenis zat – zat opiate di cairan tulang belakang. Menurut beberapa peneliti di London, Swedia dan Jerman menemukan bahwa pada pasien Anoreksia mengalami penghambatan aliran darah di beberapa pembagian otak. Penderita anoreksia ini pada umumnya terjadi pada kaum perempuan dimana mereka sangat menginginkan penampilan tubuh yang lebih ideal. Bagi kaum perempuan dengan semakin kecil bentuk tubuh mereka semakin besar kepercayaan diri mereka saat bertemu dengan orang lain maupun dengan lawan jenis. Anoreksia secara paradox, baik secara sengaja atau tidak ; orang yang mengalaminya secara sengaja menolak makanan yang dibutuhkan untuk bertahan hidup. Namun belakangan ini seseorang yang mengalami anoreksia sebagian besar merupakan hasil dari tekanan social untuk menjadi langsing. Penderita anoreksia seperti remaja yang memiliki body image yang terganggu dimana mereka merasakan ketakutan akan obesitas sehingga mereka melihat diri mereka sendiri sebagai orang yang sangat gemuk bahkan saat mereka sudah sangat kurus. Dalam keadaan seperti ini lah peranan orang tua sangat berpengaruh terhadap perkembangan seorang anak, dimana orang tua harus mampu memberikan dorongan kepada sang anak untuk tetap percaya diri dengan keadaan tubuh mereka sendiri. Para penderita anoreksia sendiri biasanya terdapat pada seorang atlet perempuan, seperti atlet renang, balet, lari jarak jauh, ice skating, dan pesenam. Selain para atlet diatasa penderita anoreksia juga bisa terjadi pada anak perempuan yang mengalami permasalahan didalam keluarga seperti perceraian, selain itu seorang anak yang sering makan seorang diri juga dapat menyebabkan anoreksia. Penderita anoreksia terbanyak dapat ditemukan di AS dimana ank perempuan berumur 11 tahun tercatat hingga 47% menderita anoreksia dan 62% anak perempuan berumur 15 tahun. (Vereecken dan Maes, 2000).

1 komentar: