Sabtu, 08 Oktober 2011
manfaat internet
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak pernah terputus dari dunia komunikasi, itu sering kita jumpai diberbagai belahan dunia, seperti berbicara, menelepon, dll, bahkan lewat dunia maya atau dengan internet yang biasa kita sebut "chatting".
Disini kita membahas tentang gunanya internet di kehidupan manusia, seperti yang dikatakan barusan manusia adalah makhluk sosial, internet tidak hanya digunakan sebagai "chatting", bisa juga digunakan sebagai sarana pencari informasi.
Dulu kita mencari informasi lewat buku maupun koran, tetapi dengan mengikuti seiringan perputaran global teknologi makin maju, buku dan koran lambat laun makin menipis peminatnya, itupun tergantung mereka, internet praktis dan kita bisa cepat mengetahui informasi dari internet.
Internet tidak hanya untuk mengobrol / chatting, mencari info, tetapi permainan pun ada juga diinternet, yang biasa kita sebut "game online"
Sekian info tentang internet dari saya, yaaa kurang lebihnya dimaafin aja, hanya itu yang saya tahu berdasarkan pengalaman yang saya rasakan dari INTERNET.
Definisi Statistik
Ada 2 pendekatan untuk menganalisis informasi berdasarkan jenis informasi yang diperoleh, yaitu analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Analisis kuantitatif atau analisis data kuantitatif adalah analisis yang berbasis pada kerja hitung menghitung angka. Angka yang diolah disebut input dan hasilnya disebut output juga berupa angka. Analisis kualitatif atau analisis data kualitatif adalah analisis yang berbasis pada kerja pengelompokan simbol-simbol selain angka. Simbol itu berupa kata, frase, atau kalimat yang menunjukkan beberapa kategori. Input maupun output analisis data kualitatif berupa simbol, dimana outputnya disebut deskripsi verbal. Statistik adalah sebagai alat pengolah data angka. Stasistik dapat juga diartikan sebagai metode atau asas-asas guna mengerjakan atau memanipulasi data kuantitatif agar angka berbicara. Pendekatan dengan statistik sering digunakan metode statistic yaitu metode guna mengumpulkan, mengolah, menyajikan, menganalisis & menginterpretasikan data statistik. Statistika dapat pula diartikan pengetahuan yang berhubungan dengan pengumpulan data, pengolahan data, penganalisisan dan
penarikan kesimpulan berdasarkan data dan analisis. Jadi statistik adalah produk dari kerja statistika. Ada dua konsep dalam bahasa Inggris.Statistic: nilai yang dihitung dari sebuah sampel (mean, median, modus, dsb). Statistics: metode ilmiah untuk pengumpulan data atau kumpulan angka. Dalam bahasa Indonesia, statistik memiliki 3 pengertian dimuka.
- Kumpulan data = data
- Nilai yang dihitung dari dari sebuah sampel = statistik sampel
- Metode ilmiah guna mengumpulkan, mengolah, menyajikan, dan analisis data = statistic
Skala pengukuran
Pengukuran adalah proses hal mana suatu angka atau simbol dilekatkan pada karakteristik atau properti suatu stimuli sesuai dengan aturan/prosedur yang telah ditetapkan (Imam Ghozali, 2005). Misal, orang dapat diganbarkan dari beberapa karakteristik: umur, tingkat pendidikan, jenis kelamin, tingkat pendapatan, dll. Ada 4 skala pengukuran.
1. Skala Nominal
Skala nominal merupakan skala yang merupakan kategori atau kelompok dari suatu subyek. Misal, variabel jenis kelamin responden dikelompokkan menjadi dua, L/P, masing-masing diberi kode 1 dan 2. Angka ini hanya berfungsi sebagai label kategori, tanpa memiliki nilai instrinsik dan tidak memiliki arti apa pun. Lambang-lambang tersebut tidak memiliki sifat sebagaimana bilangan pada umumnya, sehingga pada variabel dengan skala nominal tidak dapat diterapkan operasi matematika standar: pengurangan, penjumlahan, perkalian, dll. Uji statistik yang sesuai dengan skala nominal adalah uji yang mendasarkan pada jumlah seperti modus dan distribusi frekuensi.
2. Skala Ordinal
Skala ordinal, lambang-lambang bilangan hasil pengukuran menunjukkan urutan atau tingkatan obyek yang diukur menurut karakteristik yang dipelajari. Misal, kita ingin mengetahui preferensi responden terhadap merek indomie goreng: merek Sarimi, Indomie, Mie Sedap, Gaga Mie kemudian responden diminta untuk melakukan ranking terhadap merek mie goreng dengan memberi angka 1 untuk merek yang paling disukai, angka 2 untuk rangking kedua, dst. Rangkuman hasil
sbb:
Merk Mie Goreng Rangking
Indomie 1
Mie Sedap 2
Sarimi 3
Gaga Mie 4
Tabel ini menunjukkan bahwa merek Indomie lebih disukai daripada Mie Sedap, merek Mie Sedap lebih disukai daripada Sarimi, dsb. Walaupun perbedaan angka antara preferensi satu dengan lainnya sama, namun kita tidak dapat menentukan besarnya nilai preferensi dari suatu merek terhadap merek lainnya. Uji statistik yang sesuai adalah modus, median, distribusi frekuensi dan statistik non-parametrik seperti rank order correlation.
3. Skala Interval
Skala pengukuran mempunyai sifat seperti skala ordinal (memiliki urutan tertentu), ditambah satu sifat khas, yaitu adanya satuan skala (scale unit). Artinya, perbedaan karakteristik antara obyek yang berpasangan dengan lambang bilangan satu dengan lambang bilangan berikutnya selalu tetap. Jika dalam pengukuran preferensi responden terhadap merek indomie goreng tersebut diasumsikan bahwa urutan kategori menunjukkan preferensi yang sama, maka kita dapat mengatakan bahwa perbedaan indomie goreng merek urutan ke 1 dengan 2 adalah sama dengan
perbedaan merek 2 dengan lainnya. Namun demikian, kita tidak bisa mengatakan 3 bahwa merek yang mendapat ranking 5 nilainya lima kali preferensi daripada merek 1. Uji statistik yang sesuai adalah semua uji statistik kecuali uji yang mendasarkan pada rasio seperti koefisien variasi.
4. Skala rasio
Skala rasio adalah skala yang menghasilkan data dengan mutu yang paling tinggi. Perbedaan skala rasio dengan skala interval terletak pada keberadaan nilai nol (based value). Pada skala rasio, nilai nol bersifat mutlak, tidak seperti pada skala interval. Data yang dihasilkan oleh skala rasio adalah data rasio. Tidak ada pembatasan terhadap alat uji statistik yag sesuai.
Statistika parametrik dan statistika non-parametrik
Statistika parametrik adalah suatu uji yang modelnya menetapkan adanya syarat-syarat tertentu (asumsi-asumsi) tentang variabel random atau populasi yang merupakan sumber sampel penelitian. Sedangkan uji statistik yang tidak memerlukan adanya syarat-syarat tersebut disebut statistika non-parametrik. Statistika parametik lebih banyak digunakan untuk menganalisis data yang berskala interval dan rasio dengan dilandasi asumsi tertentu seperti normalitas. Statistika nonparametik dapat digunakan untuk menganalisis data yang berskala nominal dan
ordinal.
http://igbondan.files.wordpress.com/2006/12/modul-1.pdf
Dari pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa statistika merupakan ilmu sebuah penghitungan.. fungsi statistika untuk ilmu psikologi adalah bahan dasar untuk penghitungan sebuah hasil dari sebuah riset atau tes. Ilmu statistika sering digunakan untuk penghitungan untuk mengetahui hasil akhir dari sebuah tes, seperti contoh untuk penghitungan hasil tes IQ. Dari keseluruhan jumlah soal jumlah soal tersebut dibagi menjadi beberapa bagian, masing-masing bagian memiliki jumlah soal yang berbebeda dan dari masing-masing soal tersebut memiliki point yang berbeda untuk nilai benar dan nilai salah. Fungsi statistika disini berperan untuk menghitung jumlah nilai yang dihasilkan dari keseluruhan jumlah soal dari masing-masing bagian dengan memiliki standard jumlah nilai untuk mengetahui sampai mana batas kemampuan seseorang dengan mengikuti psikotest tersebut.
Langganan:
Komentar (Atom)