Ama Deo Memberkati
Rabu, 25 April 2012
kumpulan cheat plant vs zombie
http://birjwazi.blogspot.com/2012/03/download-cheat-plant-vs-zombie.html
http://diooda.blogspot.com/2011/06/all-in-one-cheat-plants-vs-zombies.html
http://facebooktrik.blogspot.com/2010/07/cheat-game-plants-vs-zombies-matahari.html
http://facebooktrik.blogspot.com/2010/07/cheat-engine-cheat-berbagai-game.html
http://torayasalatiga.blogspot.com/2012/01/cheat-plants-vs-zombies-terbaru-2012.html
http://arickanjass.blogspot.com/2012/03/cheat-plants-vs-zombies-menggunakan.html
http://www.filecrop.com/cheat-engine-5.5-plants-vs-zombies.html
http://www.cheatengine.org/downloads.php
Senin, 23 April 2012
Kesehatan Mental Menurut Fromm
1. Pengertian dasar teori Fromm
Erich Fromm lahir di Frankfurt, Jerman pada tanggal 23 Maret 1990. Ia belajar psikologi di University Heidelberg, Frankfurt, dan Munich. Setelah memperoleh gelar Ph.D dari Heidelberg tahun 1922,Ia pernah mengajar pada sejumlah universitas dan institut di negara ini dan di Meksiko. Terakhir, Fromm tinggal di Swiss dan meninggal di Muralto, Swiss pada tanggal 18 Maret 1980.
Beberapa pengalaman mempengaruhi pandangan Fromm, antara lain pada umur 12 tahun ia menyaksikan seorang wanita cantik dan berbakat, sahabat keluarganya, bunuh diri.Ia juga mengalami sebagai anak dari orangtua yang neurotis. Ia hidup dalam satu rumah tangga yang penuh ketegangan. Ayahnya seringkali murung, cemas, dan muram.
Ibunya mudah menderita depresi hebat.Tampak bahwa Fromm tidak dikelilingi pribadi-pribadi yang sehat. Karena itu, masa kanak-kanaknya merupakan suatu laboratorium yang hidup bagi observasi terhadap tingkah laku neurotis.Fromm sangat dipengaruhi oleh tulisan Karl Marx, terutama oleh karyanya yang pertama, The Economic and Philosophical Manuscripts yang ditulis pada tahun 1944.
Teori Erich fromm adalah teori yang menggunakan pendekatan sosial psikologis dimana pemusatan perhatianya pada penguraian cara-cara dimana struktur dan dinamika-dinamika masyarakat tertentu membentuk para anggotanya sehingga karakter para anggota tersebut sesuai dengan nilai yang ada pada masyarakat, Karena pada dasarnya manusia terpisah dari alam dan dari sesamanya maka cara mempersatukan adalah melalui belajar bagaimana mencitai atau bagaimana menemukan keamanan dengan menyelaraskan keinginannya dengan masyarakat yang otoriter .
Karna manusia adalah mahluk yang memiliki kesadran pikiran akal sehat daya akal, kesanggupan untuk mencintai , perhatian tanggung jawab integritas bisa di lukai mengalami kesedihan sehingga apbila dalam kaitanya manusia kurang dalam menanggapi hal yang di sebutkan tersebut maka manusia tersebut bisa di katakan tidak sehat secara mental menurut Eric fromm.
2. Kepribadian yang Sehat Menurut Fromm
Kepribadian sehat menurut Eric fromm adalah penyesuaian diri seseorang dalam masyarakat merupakan kompromi antara kebutuhan-kebutuahn batin dan tuntutan dari luar dan seseorang menerapkan kerakter sosial untuk memenuhi harapan masyarakat kepribadian sehat juga adanya keinginan untuk mencintai dan di cintai dalam bukunya Art Of Love erik Fromm mengutarakan :
Dalam Civilization and Its Discontents (1930), seperti dikutip oleh Eric Fromm dalam Masyarakat yang Sehat (Terjemahan Thomas Bambang Murtianto, 1995) ia menulis:
kepribadian yang sehat adalah orientasi produktif. Konsep itu menggambarkan penggunaan yang sangat penuh atau realisasi dari potensi manusia.kepribadian yang sehat adalah orientasi produktif. Konsep itu menggambarkan penggunaan yang sangat penuh atau realisasi dari potensi manusia.
Dengan menggunakan kata “orientasi”, Fromm menunjukkan bahwa kata itu merupakan suatu sikap umum atau segi pandangan yang meliputi semua segi kehidupan, renspons-respons intelektual, emosional, dan sensoris terhadap orang-orang, benda-benda, dan peristiwa- peristiwa didunia dan terhadap diri.Orang-orang sehat menciptakan diri mereka dengan melahirkan semua potensi mereka, dengan menjadi semua menurut kesanggupan mereka, dengan memenuhi semua kapasitas mereka.
3. Ciri-ciri kepribadian yang sehat
Fromm percaya bahwa semua penemuan dan wawasan yang hebat melibatkan pikiran objektif, dimana pemikir-pemikir didorong oleh ketelitian, dan perhatian untuk menilai secara objektif seluruh masalah.Fromm membedakan dua tipe suara hati otoriter dan suara hati humanistis. Suara hati otoriter adalah penguasa dari luar yang diinternalisasikan, yang memimpin tingkah laku orang itu.Suara hati humanistis ialah suara dari diri dan bukan dari suatu perantara dari luar. Pedoman kepribadian sehat untuk tingkah laku bersifat internal dan individual. Orang bertingkah laku sesuai dengan apa yang cocok untuk berfungsi sepenuhnya dan menyingkap seluruh kepribadian, tingkah laku-tingkah laku yang menghasilkan rasa persetujuan dan kebahagiaan dari dalam. Jadi, kepribadian yang sehat dan produktif memimpin dan mengatur diri sendiri.
4. Perkembangan kepribadian (SELF)
Erich Fromm berkarya dalam bidang psikoanalisi dengan latar belakang studinya dalam bidang sosiologi dan bukan dokter. Ia mengemukakan bahwa manusia dipengerahui oleh lingkungannya dari saat lahir dan oleh karenanya psikologi bisa sangat bermanfaat hanya dalam frame of reference antropologi dan filsafat.
Insting : Fromm sependapat dengan Freud dalam menekankan motivasi,tetapi tidak sependapat tentang motivasi itu pertama-tama bersifat instingtif. Ia berpendapat bahwa selain manusia terdorong untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan organik, manusia juga terdorong untuk menjadi masyhur dan berkuasa untuk cinta dan untuk merealisasikan cita-cita religius dan humanistic.
Perkembangan psikoseksual : Fromm melihat berbagai tahap perkembangan kepribadian tidak sebagai tahap-tahap perkembangan fisiologi yang berturut-turut, melainkan sebagai hasil-hasil dari proses sosialisasi. Kepribadian orang itu berkembang menurut kesempatan-kesempatan yang diberikan kepadanya oleh masyarakat tertentu. Penyesuain diri seseorang dalam masyarakat biasanya merupakan kompromi antara kebutuhan-kebutuhan dari dalam ( batin) dan tuntutan-tuntutan dari luar. Ia mengembangkan karekter sosial dengan berpegang pada syarat-syarat masyarakat.
Tipe Karakter Sosial : Fromm menyebutkan kepribadian yang sehat “Orientasi Produktif”. Dengan menggunakan kata “Orientasi”, Fromm menunjukkan bahwa kata itu merupakan suatu sikap umum atau segi pandangan yang meliputi semua segi kehidupan, respon-respon intelektual, emosional, dan sensorik terhadap orang-orang, benda-benda, dan peristiwa-peristiwa di dunia dan juga terhadap diri.
5. Peranan Positive Regard dalam Pembentukan Kepribadian Individu
Pribadi yang berfungsi sepeuhnya adalah pribadi yang mengalami pengharagaan positif tak bersyarat. Karena ini penting, dihargai, diterima, disayangi, dicintai sebagai seseorang yang berarti tentu akan menerima dengan penuh kepercayaan.
6.Ciri-Ciri Orang yang Berfungsi Sepenuhnya
a. Keterbukaan pada Pengalaman:
Keterbukaan pada pengalaman adalah lawan dari sikap defensive. Setiap pendirian dan perasaan yang berasal dari dalam dan luar disampaikan ke system syaraf organisme tanpa distorsi atau larangan. Kepribadian adalah fleksibel, tidak hanya menerima pengalaman-pengalaman yang diberikan oleh kehidupan, tetapi juga menggunakannya dalam membuka kesempatan-kesempatan persepsi dan ungkapan baru. Orang yang berfungsi sepenuhnya dapat dikatakan lebih “emosional”, yakni mengalami banyak emosi yang bersifat positif dan negative (baik kegembiraan atau kesusahan).
b. Kehidupan Eksistensial:
Orang yang berfungsi sepenuhnya tidak memiliki diri berprasangka atau tidak harus mengontrol emosi atau memanipulasi pengalaman-pengalaman, sehingga bebas berpartisipasi di dalamnya. Orang yang berfungsi sepenuhnya dapat menyesuaikan diri karena struktur diri terus terbuka kepada pengalaman baru dan kepribadian tersebut tidak kaku atau tidak dapat diramalkan.
c. Kepercayaan Terhadap Organisme Orang Sendiri:
Orang yang berfungsi sepenuhnya dapat bertindak menurut impuls-impuls yang timbul seketika dan intuitif. Dalam tingkah laku banyak spontanitas dan kebebasan, tetapi tidak sama dengan bertindak terburu-buru atau sama sekali tidak memperhatikan konsekuensi-konsekuensinya, maka orang yang sehat percaya akan keputusan mereka seperti mereka percaya akan diri mereka sendiri.
d. Perasaan Bebas:
Orang yang berfungsi sepenuhnya memiliki suatu perasaan berkuasa secara pribadi mengenai kehidupan dan percaya bahwa masa depan tergantung pada dirinya, tidak diatur oleh tingkah laku, keadaan atau peristiwa-peristiwa masa lampau.
e. Kreativitas:
Semua orang yang berfungsi sepenuhnya sangat kreatif. Menurut Rogers, orang-orang yang berfungsi sepenuhnya memiliki kreativitas dan spontanitas untuk menaggulangi perubahan-perubahan traumatis sekalipun, seperti dalam pertempuran atau bencana-bencana alamiah.
Senin, 09 April 2012
Sejarah Berdirinya HCSTI
SEJARAH BERDIRINYA HCST
HCST didirikan oleh 13 founder yang sejatinya mereka ber-13 belum pernah kopi darat (kopdar) / ketemu tatap muka karena mereka hidup di dunia maya lewat forum kaskus. Yang secara kebetulan mereka sama - sama mempunyai motor honda city sport 1. Sebetulnya club city sport 1 / HCST tertua adalah chapter surabaya, karena deklarasinya paling awal tanggal 27 juli 2008, yang dilakukan oleh main dealer setempat, dilanjutkan oleh chapter jakarta yg dilakukan oleh pihak Main Dealer Wahana dan mereka menyebutnya Mother Chapter, karena berkedudukan di ibukota. Selanjutnya ditanggal yang sama yaitu 888 (8 Agustus 2008) pada tahun berikutnya tangerang juga deklarasi pada tanggal 8 Agustus 2009 disusul dengan makin banyaknya chapter - chapter baru diberbagai pelosok nusantara sampai saat ini sudah menjadi 65 chapter. Seperti seorang yang baru memulai hidup baru, pasang surut pun silih berganti, perselisihan timbul disana sini, banyak yang datang dan pergi dan sampai saat ini masih ada yang bertahan, dan orang-orang ini adalah orang-orang yang memang terseleksi oleh alam, tidak mudah menyerah dan loyalitas tinggi kepada club..
Sukses menggelar acara NATIONAL GATHERING bulan july tanggal 23 September di Karang Anyar Solo, kita tidak puas hanya disitu saja, selanjutnya RAKERNAS 1 (Rapat Kerja Nasional) diadakan di jakarta dibulan April 2010, disinilah tonggak perjalanan HCST dipertaruhkan. Karena RAKERNAS adalah forum tertinggi di sebuah organisai. Sedangkan MUNAS adalah sebuah acara pertemuan saja dan tidak membahas suatu masalah ataupun program kerja. Di RAKERNAS lah AD/ART (UU) dirumuskan oleh sejumlah senior dan perwakilan yang tergabung didalam acara tersebut. Disinilah awal perjalanan panjang HCST dipertaruhkan karena ibarat suatu mobil.."HCST" ini telah ditinggalkan oleh sejumlah founder begitu saja di tepi jalan. Akhirnya rapat memutuskan setelah melalui proses pemilihan menunjuk Dj Areef sebagai "sopir baru" dari mobil yg bernama HCST. Dengan terpilihnya Dj Areef sebagai sopir adalah "suatu musibah" bagi Dj Areef pribadi, karena saya merasakan bagaimana mengurus sebuah club di daerah asal saya sudah sangat sulit, apalagi ini satu Negara saya hanya bergumam "OMG" pada waktu itu. tapi life must go on. Semenjak saat itu Dj Areef pun selalu menanamkan doktrin kepada siapa saja yang tergabung dan ingin membangun club ini.. "KALO BUKAN KITA, SIAPA LAGI". Akhirnya saya bawa mobil ini melintasi jurang, jalan yang terjal tidak kurang dari hambatan - hambatan selama diperjalan, caci makian dll. Tetapi itu adalah hal yang wajar didalam suatu organisasi. Perbedaan itu adalah dinamika dalam suatu hubungan. Sukses menggelar acara MUNAS 2 di Bali serta RAKERNAS 2 di Surabaya (Mojokerto), disusul nanti MUNAS 3 di Jogja Dj Areef pun merasa sudah cukup untuk membawa mobil ini sampai pada saatnya nanti ada "sopir" baru lagi. Yang mungkin pengabdian, loyalitas, skill, dasar - dasar pemikirannya bisa melebihinya. Dan yang terpenting bisa membawa HCST ini sampai pada era kemajuan yang nyata. karena kita memang "THE BIGGEST CS1 CLUB IN THIS COUNTRY". Ini adalah buah dari kerja keras kita selama 3 tahun terakhir. Kenapa memakai nama INDONESIA ”HCSTI” itu tidak lain adalah VISI dan MISI DJareef untuk merangkul semua riders city sport 1 serta bisa menyatukan mereka didalam wadah HCST indonesia. so what? ”WELCOME TO THE CLUB BRAD AND SIST. PROUD TO BE THE BIGGEST CS1 CLUB @ HONDA COMMUNITY”.
CYSERSSSSSS…………SALUTEEE!!!!
Identitas Gender
Istilah identitas gender ( gender identity ) merujuk kepada persepsi diri individu sebagai seorang pria atau wanita. Walaupun demikian, identitas gender seseorang mungkin sesuai atau mungkin juga tidak sesuai dengan keadaan ( assigned ) atau jenis kelamin biologis (biological sex ) sebagaimana tertulis dalam surat keterangan lahir. Peran gender ( gender role ) merujuk kepada perilaku atau sikap seseorang yang mengindikasikan maskulinitas atau kefeminiman dalam lingkungan social saat ini.
Orientasi seksual (sexual orientation) adalah sejauh mana seseorang secara erotis tertarik terhadap anggota dari jenis kelamin yang sama ataupun yang berlawanan dengan dirinya. Sebagian orang memiliki orientasi yang jelas untuk memiliki aktivitas seksual dengan anggota dari jenis lain, namun beberapa orang tertarik terhadap anggota dengan jenis kelamin yang sama dengan dirinya dan ada sebagian lain tertarik pada kedua jenis kelamin sekaligus.
Karakteristik gangguan identitas gender
Gangguan identitasa gender adalah suatu kondisi yang melibatkan suatu diskrepansi antara kondisi seksual seseorang dan identitas gender dari orang tersebut. Seseorang yang mengalami gangguan identitas gender mengalami identifikasi antar jenis kelamin yang kuat dan cenderung menetap yang pada akhirnya menyebabkan perasaan tidak nyaman dan menimbulkan rasa ketidaksesuaian dengan jenis kelamin yang mereka miliki.
Istilah transeksualisme merupakan istilah yang lebih umum yang merujuk pada fenomena dimana seseorang memiliki jenis kelamin yang berbeda dengan keadaan aslinya.
Perilaku mereka cenderung berlawanan dengan identitas aslinya seperti penggunaan pakaian dan cara berbicara. Dalam karakteristik gangguan identitas gender terdapat istilah dysphoria ( kesedihan yang ekstrim) yang terkait dengan identitas gender sebagai gangguan.
Dari istilah dysphoria ini terdapat beberapa argument yang pertama gangguan identitas gender hanya suatu variasi normal dan tidak ekstrim, yang kedua seseorang yang berada dalam kondisi ini tidak mengalami tekanan atau tidak mampu kecuali dikaitkan dengan lingkungan social, ketiga gangguan identitas gender yang terjadi merupakan suatu predictor bagi munculnya orientasi homoseksual. Kepercayaan bahwa sebagian besar orang yang percaya dengan kondisi ini adalah orang yang mengalami tekanan yang intens yang jauh lebih besar dari reaksi yang mereka bayangkan.
Karakteristik wanita
menolak bahwa ia memiliki tubuh seorang perempuan
ia berharap memiliki sebuah penis suatu saat nanti
melakukan kencing sambil berdiri
berperilaku tidak feminim
tidak memakai pakaian wanita
menghindari situasi social yang mengharuskan memakai pakaian wanita.
Karakteristik laki – laki
menyembunyikan penisnya
merasa keberatan untuk menggunakan celana
lebih tertarik mengenakan pakaian perempuan tradisional
tertarik dengan permainan perempuan
hal yang memperumit usaha untuk memahami gangguan identitas gender adalah variable orientasi seksual terdapat hubungan kuat antara perilaku lintas gender pada masa kanak – kanak dengan orientasi seksual pada pria dan wanita meskipun demikian tidak semua wanita dan homoseksual memiliki sejarah perilaku lintas gender pada masa kanak – kanak mereka.
Anoreksia Nervosa
Anoreksia nervosa adalah salah satu kelainan yang dialami pada masa remaja dan dewasa awal. Dimana remaja pada umumnya tidak memiliki kepercayaan diri dengan penampilan dirinya (body image). Istilah anoreksia kurang begitu dikenal oleh masyarakat awam masyarakat pada umumnya lebih mengenal dengan istilah diet, dimana seseorang berusaha untuk mengurangi jumlah makanan untuk dikonsumsi. Anoreksia merupakan kelainan pada remaja/dewasa awal dimana seseorang memilki gangguan makan yang ditandai dengan melaparkan diri sendiri. Tanda – tanda awal seseorang yang akan mengalami anoreksia salah satunya adalah melakukan diet yang kuat dan dilakukan secara sembunyi sembunyi, namun setelah mengalami penurunan berat badan dan merasa tidak puas ia akan mulai membuat tujuan berat badan baru yang lebih rendah dari sebelumnya. Setelah mencapai berat badan tersebut ia melakukan olahraga yang berlebihan.
Aneroksia telah dikaitkan dengan faktor genetika dan lingkungan. Beberapa pihak yang berwenang menyatakan defisiensi zat penting diotak, gangguan hipotalamus atau tingkat tinggi dari sejenis zat – zat opiate di cairan tulang belakang. Menurut beberapa peneliti di London, Swedia dan Jerman menemukan bahwa pada pasien Anoreksia mengalami penghambatan aliran darah di beberapa pembagian otak. Penderita anoreksia ini pada umumnya terjadi pada kaum perempuan dimana mereka sangat menginginkan penampilan tubuh yang lebih ideal. Bagi kaum perempuan dengan semakin kecil bentuk tubuh mereka semakin besar kepercayaan diri mereka saat bertemu dengan orang lain maupun dengan lawan jenis.
Anoreksia secara paradox, baik secara sengaja atau tidak ; orang yang mengalaminya secara sengaja menolak makanan yang dibutuhkan untuk bertahan hidup. Namun belakangan ini seseorang yang mengalami anoreksia sebagian besar merupakan hasil dari tekanan social untuk menjadi langsing. Penderita anoreksia seperti remaja yang memiliki body image yang terganggu dimana mereka merasakan ketakutan akan obesitas sehingga mereka melihat diri mereka sendiri sebagai orang yang sangat gemuk bahkan saat mereka sudah sangat kurus. Dalam keadaan seperti ini lah peranan orang tua sangat berpengaruh terhadap perkembangan seorang anak, dimana orang tua harus mampu memberikan dorongan kepada sang anak untuk tetap percaya diri dengan keadaan tubuh mereka sendiri.
Para penderita anoreksia sendiri biasanya terdapat pada seorang atlet perempuan, seperti atlet renang, balet, lari jarak jauh, ice skating, dan pesenam. Selain para atlet diatasa penderita anoreksia juga bisa terjadi pada anak perempuan yang mengalami permasalahan didalam keluarga seperti perceraian, selain itu seorang anak yang sering makan seorang diri juga dapat menyebabkan anoreksia. Penderita anoreksia terbanyak dapat ditemukan di AS dimana ank perempuan berumur 11 tahun tercatat hingga 47% menderita anoreksia dan 62% anak perempuan berumur 15 tahun. (Vereecken dan Maes, 2000).
Jumat, 23 Maret 2012
Kesehatan Mental II
1. KONSEP SEHAT
Kemajuan teknologi pengobatan dan ditemukannya berbagai macam obat memiliki kecenderungan yang mendorong orang untuk mempertahankan kesehatamyya dengan menggantungkan duiri pada obat hingga pola hidup sehat seolah-olah dilupakan dan baru setelah perang dunia ke-II konsep sehat baru mendapatkan perhatian dan dikembangkan hingga saat ini. Oleh karena itu timbul berbagai macam konsep sehat yang ditinjau berdasarkan sudut pandang yang berbeda misalnya :
1. Konsep “sehat” dipandang dari sudut fisik secara individudan
2. Konsep “sehat” dipandang dari sudut ekologi.
Konsep sehat secara fisik dan bersifat individu ialah”seseorang doikatakan sehat bila semua organ dapat berfungsi dalam batas-vatas normal sesuai dengan umur dan jenis kelamin”. Kesulitan yang dihadapi konsep ini adalah penentuan “normal” masih belum dadpat dibakukan.
Konsep sehat berdasarkan ekologi ialah “sehat berarti proses penyesuaian antara individu dengan lingkungannya. Proses penyesuaian ini berjalan terus menerus dan berubah-ubah sesuai dengan peubahan lingkungan yang mengubah keseimbangan ekologi dan untuk mempertahankan kesehatannya orang dituntut untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan”.
Karena adanya perbedaan dalam sudut pandang tersebut maka hingga kini belum terdapat batasan “sehat” yang memuaskan. Konsep sehat yang banyak dianut oleh berbagai Negara adalah konsep “sehat” yang tercantum dalam pembukaan konstitusi WHO (1948)yang berbunyi sebagai berikut.
“health is atage of complete physical, mental and socialwellbeing and not merely the absence of disease or infirmity”
Konsep sehat tersebut sangat ideal hingga dalam kenyataan sulit dicapai maka timbulah beberapa kritik terhadap konsep tersebut.
1. Sehat bukanlah suatu keadaan yang statis, tetapi merupakan suatu proses yang dinamis dan berubah-ubah setiap saat.
2. Batasan “sejahtera” sangat sulit ditentukan.
3. Indicator yang digunakan unutk mengukur sangat banyak dengan validitas yang berbeda-beda.
2. Sejarah Perkembangan Psikologi Kesehatan Mental
Psikologi kesehatan mental sudah ada sejak jaman prasejarah namun menurut para ilmuan sejak perang dunia II bsrulah diteliti serta di observasi. Namun para ilmuan meyakini bahwa ilmu tersebut sedah ada sejak jaman manusia itu sendiri ada.
Zaman peradaban awal
1. Phytagoras (orang yang pertama memberi penjelasan alamiah terhadap penyakit mental)
2. Hypocrates (Ia berpendapat penyakit / gangguan otak adalah penyebab penyakit mental)
3. Plato (gangguan mental sebagian gangguan moral, gangguan fisik dan sebagiaan lagi dari dewa dewa)
Zaman Renaissesus
Pada zaman ini di beberapa negara Eropa, para tokoh keagamaan, ilmu kedokteran dan filsafat mulai menyangkal anggapan bahwa pasien sakit mental tenggelam dalam dunia tahayul.
Era Pra Ilmiah
1. Kepercayaan Animisme
Sejak zaman dulu gangguan mental telah muncul dalam konsep primitif, yaitu kepercayaan terhadap faham animisme bahwa dunia ini diawasi atau dikuasai oleh roh-roh atau dewa-dewa. Orang Yunani kuno percaya bahwa orang mengalami gangguan mental, karena dewa marah kepadanya dan membawa pergi jiwanya. Untuk menghindari kemarahannya, maka mereka mengadakan perjamuan pesta (sesaji) dengan mantra dan kurban.
2. Kepercayaan Naturalisme
Suatu aliran yang berpendapat bahwa gangguan mental dan fisik itu akibat dari alam. Hipocrates (460-367) menolak pengaruh roh, dewa, setan atau hantu sebagai penyebab sakit. Dia mengatakan, Jika anda memotong batok kepala, maka anda akan menemukan otak yang basah, dan mencium bau amis. Tapi anda tidak akan melihat roh, dewa, atau hantu yang melukai badan anda.
Seorang dokter Perancis, Philipe Pinel (1745-1826) menggunakan filsafat polotik dan sosial yang baru untuk memecahkan problem penyakit mental. Dia terpilih menjadi kepala Rumah Sakit Bicetre di Paris. Di rumah sakit ini, pasiennya dirantai, diikat ketembok dan tempat tidur. Para pasien yang telah di rantai selama 20 tahun atau lebih, dan mereka dianggap sangat berbahaya dibawa jalan-jalan di sekitar rumah sakit. Akhirnya, diantara mereka banyak yang berhasil, mereka tidak lagi menunjukkan kecenderungan untuk melukai atau merusak dirinya.
Era Modern
Perubahan luar biasa dalam sikap dan cara pengobatan gangguan mental terjadi pada saat berkembangnya psikologi abnormal dan psikiatri di Amerika pada tahun 1783. Ketika itu Benyamin Rush (1745-1813) menjadi anggota staf medis di rumah sakit Pensylvania. Di rumah sakit ini ada 24 pasien yang dianggap sebagai lunatics (orang gila atau sakit ingatan). Pada waktu itu sedikit sekali pengetahuan tentang penyebab dan cara menyembuhkan penyakit tersebut. Akibatnya pasien-pasien dikurung dalam ruang tertutup, dan mereka sekali-kali diguyur dengan air.
Rush melakukan suatu usaha yang sangat berguna untuk memahami orang-orang yang menderita gangguan mental tersebut melalui penulisan artikel-artikel. Secara berkesinambungan, Rush mengadakan pengobatan kepada pasien dengan memberikan dorongan (motivasi) untuk mau bekerja, rekreasi, dan mencari kesenangan.
Pada tahun 1909, gerakan mental Hygiene secara formal mulai muncul. Perkembangan gerakan mental hygiene ini tidak lepas dari jasa Clifford Whitting Beers (1876-1943) bahkan karena jasanya itu ia dinobatkan sebagai The Founder of the Mental Hygiene Movement. Dia terkenal karena pengalamannya yang luas dalam bidang pencegahan dan pengobatan gangguan mental dengan cara yang sangat manusiawi.
Secara hukum, gerakan mental hygiene ini mendapat pengakuan pada tanggal 3 Juli 1946, yaitu ketika presiden Amerika Serikat menandatangani The National Mental Health Act., yang berisi program jangka panjang yang diarahkan untuk meningkatkan kesehatan mental seluruh warga masyarakat.
Bebarap tujuan yang terkandung dalam dokumen tersebut meliputi
1. Meningkatkan kesehatan mental seluruh warga masyarakat Amerika Serikat, melalui penelitian, investigasi, eksperimen, penayangan kasus-kasus, diagnosis, dan pengobatan.
2. Membantu lembaga-lembaga pemerintah dan swasta yang melakukan kegiatan penelitian dan meningkatkan koordinasi antara para peneliti dalam melakukan kegiatan dan mengaplikasikan hasil-hasil penelitiannya.
3. Memberikan latihan terhadap para personel tentang kesehatan mental.
4. Mengembangkan dan membantu negara dalam menerapkan berbagai metode pencegahan, diagnosis, dan pengobatan terhadap para pengidap gangguan mental.
Pada tahun 1950, organisasi mental hygiene terus bertambah, yaitu dengan berdirinya National Association for Mental Health. Gerakan mental hygiene ini terus berkembang sehingga pada tahun 1975 di Amerika terdapat lebih dari seribu perkumpulan kesehatan mental. Di belahan dunia lainnya, gerakan ini dikembangkan melalui The World Federation forMental Health dan The World Health Organization.
3.a Sigmund freud
a. Fase oral: berlangsung dari umur 0-1 tahun atau pada tahun pertama,
Kehidupan.daerah pokok kegiatan dinamika adalah mulut sehingga fase ini dinamakan fase oral. Mulut dipandang sebagai sumber keenakan-ketidakenakan, kepuasan-ketidakpuasan, kenikmatan-ketidaknikmatan, yang berasal dari makanan yaitu pada saat menyusui atau disuapi.
b. Fase anal: berlangsung dari umur 1-3 tahun.
Ditandai dengan berkembangnya kepuasan (kateksis) dan ketidakpuasan (antikateksis) disekitar fungsi eliminasi. Dengan mengeluarkan feses timbul perasaan lega, nyaman, dan puas. Hal penting yang perlu diketahui:
c. Fase Falik: berlangsung sekitar umur 3-5 tahun.
Yang menjadi daerah erogen adalah bibir, fase anal adalah anus, sedangkan pada fase falik, daerah erogen terpenting adalah alat kelamin. Sebagai pusat dinamika perkembangan adalah perasaan seksual, dan agresif karena berfungsinya alat kelamin.
d. Fase laten: berlangsung sekitar umur 5-12 atau 13 tahun.
Laten artinya terpendam atau tersembunyi. Pada fase ini impuls cenderung dalam keadaan terpendam atau tersembunyi.
e. Fase pubertas: berlangsung sekitar 13-20 tahun.
Impuls-impuls yang semula tenang, tersembunyi menonjol kembali sehingga menimbulkan aktivitas dinamis lagi.
f. Fase Genital: individu mempunyai kepuasan dari perangsangan dan manipulasi tubuhnya sendiri dan orang lain diinginkan hanya karena memberikan bentuk tambahan kenikmatan jasmaniah.
3.b Teori Perkembangan Kepribadian Erikson
a. Trust vs Mistrust (0-1tahun)
Pada masa ini anak akan belajar atau dapat membedakan perkembangan percaya atau tidaknya terhadap pola asuh yang di berikan.
b. Otonom vs rasa malu (1-3tahun)
Pada masa ini anak mengalami perkembangan kemandirian dan rasa percaya diri.
c. Inisiatif vs rsa bersalah (3-6tahun)
Pada masa ini anak akan mengalami inisiatif apa yang di lakukan tanpa perintah.
d. Industri vs infentory (6-12tahun)
Pada masa ini anak akan mengalami erkembangan dalam menciptakan karya sendiri atau merasa diri tidak berguna dalam melakukan sesuatu.
e. Identitas dan penolakan vs difusi identitas (12-20tahun)
Pada asa ini remaja mengalami mencari identitas atau jati diri atau tidak dapat mengenal diri sendiri.
f. Intimidasi dan solidaritas vs isolasi (20-35tahun)
Pada masa ini mengalami pendekatan terhadap orang lain secara intim dengan lawan jenisnya dan jika terjadinya kegagalan maka individu akan menutup diri atau tidak punya rasa percaya diri lagi.
g. Generativitas vs stagnasi (35-65tahun)
Pada masa ini sangat penting untuk generasi berikutnya dan apabila gagal akan terjadi penetapan pada generasinya.
h. Integritas vs keputusan (65tahun)
Pada masa ini akan mengalami kepuasaan atau tidaknya pada masa yang sebelumnya maka akan munculnya kerendahan hati atau merasa kecewa karna belum dpat meraih hal yang di inginkan pada usia saat ini.
Dalam teori Erik Erikson satu sama lainnya berhubungan dalam masa perkembangan contohnya apabila terjadi kepercayaan pada usia dini maka akan tumbuh secara otonom dapatnya berinisiatif dan melakukan industri adanya idntitas diri solidaritas terhadap sesama atau lawan jenisnya melakukan generativitas dan adanya integritas begitu pula sebaliknya yang dilakukan terhadap tidak percaya dengan pola asuh akan terjadi rasa malu terhadap perkembangan anak.
4. Kepribadian Sehat
Kepribadian sehat adalah kepribadian yang sejak awal pembentukannya mendapatkan holding tersebut sehingga potential trueself-nya berkembang dalam suatu lingkungan yang aman dengan adanya kemampuan untuk berfungsi secara autonom dan kompeten, kecenderungan untuk menyesuaikan diri secara efektif dan efisiens dengan lingkungan sosialnya, perasaan subyektif kepuasan dan kesenangan, dan kemampuan untuk mengaktualisasi diri dan memenuhi potensinya.
Referensi:
Pengantar Epidemologi, E/2
Oleh : Dr. Eko Budiarto, SKM Dr. Dewi Anggraeni
Copy editor : R. Tammy Maulany Dayyana, A.Md.
Penerbit buku kedokteran EGC
http://books.google.co.id/books?id=mfsgp_zkmWwC&pg=PA311&dq=kepribadian+sehat+adalah&hl=id&sa=X&ei=Q7JoT4DgJsPrrQed7-zpBw&ved=0CD4Q6AEwBDgU#v=onepage&q=kepribadian%20sehat%20adalah&f=false
Human Development, ed 10th
Diane E. Papalia, Sally Wendkos Olds, dan Ruth Duskin Feldman
Penerbit Salemba Humanika.
Kesehatan Mental
1. KONSEP SEHAT
Kemajuan teknologi pengobatan dan ditemukannya berbagai macam obat memiliki kecenderungan yang mendorong orang untuk mempertahankan kesehatamyya dengan menggantungkan duiri pada obat hingga pola hidup sehat seolah-olah dilupakan dan baru setelah perang dunia ke-II konsep sehat baru mendapatkan perhatian dan dikembangkan hingga saat ini. Oleh karena itu timbul berbagai macam konsep sehat yang ditinjau berdasarkan sudut pandang yang berbeda misalnya :
1. Konsep “sehat” dipandang dari sudut fisik secara individudan
2. Konsep “sehat” dipandang dari sudut ekologi.
Konsep sehat secara fisik dan bersifat individu ialah”seseorang doikatakan sehat bila semua organ dapat berfungsi dalam batas-vatas normal sesuai dengan umur dan jenis kelamin”. Kesulitan yang dihadapi konsep ini adalah penentuan “normal” masih belum dadpat dibakukan.
Konsep sehat berdasarkan ekologi ialah “sehat berarti proses penyesuaian antara individu dengan lingkungannya. Proses penyesuaian ini berjalan terus menerus dan berubah-ubah sesuai dengan peubahan lingkungan yang mengubah keseimbangan ekologi dan untuk mempertahankan kesehatannya orang dituntut untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan”.
Karena adanya perbedaan dalam sudut pandang tersebut maka hingga kini belum terdapat batasan “sehat” yang memuaskan. Konsep sehat yang banyak dianut oleh berbagai Negara adalah konsep “sehat” yang tercantum dalam pembukaan konstitusi WHO (1948)yang berbunyi sebagai berikut.
“health is atage of complete physical, mental and socialwellbeing and not merely the absence of disease or infirmity”
Konsep sehat tersebut sangat ideal hingga dalam kenyataan sulit dicapai maka timbulah beberapa kritik terhadap konsep tersebut.
1. Sehat bukanlah suatu keadaan yang statis, tetapi merupakan suatu proses yang dinamis dan berubah-ubah setiap saat.
2. Batasan “sejahtera” sangat sulit ditentukan.
3. Indicator yang digunakan unutk mengukur sangat banyak dengan validitas yang berbeda-beda.
2. Sejarah Perkembangan Psikologi Kesehatan Mental
Psikologi kesehatan mental sudah ada sejak jaman prasejarah namun menurut para ilmuan sejak perang dunia II bsrulah diteliti serta di observasi. Namun para ilmuan meyakini bahwa ilmu tersebut sedah ada sejak jaman manusia itu sendiri ada.
Zaman peradaban awal
1. Phytagoras (orang yang pertama memberi penjelasan alamiah terhadap penyakit mental)
2. Hypocrates (Ia berpendapat penyakit / gangguan otak adalah penyebab penyakit mental)
3. Plato (gangguan mental sebagian gangguan moral, gangguan fisik dan sebagiaan lagi dari dewa dewa)
Zaman Renaissesus
Pada zaman ini di beberapa negara Eropa, para tokoh keagamaan, ilmu kedokteran dan filsafat mulai menyangkal anggapan bahwa pasien sakit mental tenggelam dalam dunia tahayul.
Era Pra Ilmiah
1. Kepercayaan Animisme
Sejak zaman dulu gangguan mental telah muncul dalam konsep primitif, yaitu kepercayaan terhadap faham animisme bahwa dunia ini diawasi atau dikuasai oleh roh-roh atau dewa-dewa. Orang Yunani kuno percaya bahwa orang mengalami gangguan mental, karena dewa marah kepadanya dan membawa pergi jiwanya. Untuk menghindari kemarahannya, maka mereka mengadakan perjamuan pesta (sesaji) dengan mantra dan kurban.
2. Kepercayaan Naturalisme
Suatu aliran yang berpendapat bahwa gangguan mental dan fisik itu akibat dari alam. Hipocrates (460-367) menolak pengaruh roh, dewa, setan atau hantu sebagai penyebab sakit. Dia mengatakan, Jika anda memotong batok kepala, maka anda akan menemukan otak yang basah, dan mencium bau amis. Tapi anda tidak akan melihat roh, dewa, atau hantu yang melukai badan anda.
Seorang dokter Perancis, Philipe Pinel (1745-1826) menggunakan filsafat polotik dan sosial yang baru untuk memecahkan problem penyakit mental. Dia terpilih menjadi kepala Rumah Sakit Bicetre di Paris. Di rumah sakit ini, pasiennya dirantai, diikat ketembok dan tempat tidur. Para pasien yang telah di rantai selama 20 tahun atau lebih, dan mereka dianggap sangat berbahaya dibawa jalan-jalan di sekitar rumah sakit. Akhirnya, diantara mereka banyak yang berhasil, mereka tidak lagi menunjukkan kecenderungan untuk melukai atau merusak dirinya.
Era Modern
Perubahan luar biasa dalam sikap dan cara pengobatan gangguan mental terjadi pada saat berkembangnya psikologi abnormal dan psikiatri di Amerika pada tahun 1783. Ketika itu Benyamin Rush (1745-1813) menjadi anggota staf medis di rumah sakit Pensylvania. Di rumah sakit ini ada 24 pasien yang dianggap sebagai lunatics (orang gila atau sakit ingatan). Pada waktu itu sedikit sekali pengetahuan tentang penyebab dan cara menyembuhkan penyakit tersebut. Akibatnya pasien-pasien dikurung dalam ruang tertutup, dan mereka sekali-kali diguyur dengan air.
Rush melakukan suatu usaha yang sangat berguna untuk memahami orang-orang yang menderita gangguan mental tersebut melalui penulisan artikel-artikel. Secara berkesinambungan, Rush mengadakan pengobatan kepada pasien dengan memberikan dorongan (motivasi) untuk mau bekerja, rekreasi, dan mencari kesenangan.
Pada tahun 1909, gerakan mental Hygiene secara formal mulai muncul. Perkembangan gerakan mental hygiene ini tidak lepas dari jasa Clifford Whitting Beers (1876-1943) bahkan karena jasanya itu ia dinobatkan sebagai The Founder of the Mental Hygiene Movement. Dia terkenal karena pengalamannya yang luas dalam bidang pencegahan dan pengobatan gangguan mental dengan cara yang sangat manusiawi.
Secara hukum, gerakan mental hygiene ini mendapat pengakuan pada tanggal 3 Juli 1946, yaitu ketika presiden Amerika Serikat menandatangani The National Mental Health Act., yang berisi program jangka panjang yang diarahkan untuk meningkatkan kesehatan mental seluruh warga masyarakat.
Bebarap tujuan yang terkandung dalam dokumen tersebut meliputi
1. Meningkatkan kesehatan mental seluruh warga masyarakat Amerika Serikat, melalui penelitian, investigasi, eksperimen, penayangan kasus-kasus, diagnosis, dan pengobatan.
2. Membantu lembaga-lembaga pemerintah dan swasta yang melakukan kegiatan penelitian dan meningkatkan koordinasi antara para peneliti dalam melakukan kegiatan dan mengaplikasikan hasil-hasil penelitiannya.
3. Memberikan latihan terhadap para personel tentang kesehatan mental.
4. Mengembangkan dan membantu negara dalam menerapkan berbagai metode pencegahan, diagnosis, dan pengobatan terhadap para pengidap gangguan mental.
Pada tahun 1950, organisasi mental hygiene terus bertambah, yaitu dengan berdirinya National Association for Mental Health. Gerakan mental hygiene ini terus berkembang sehingga pada tahun 1975 di Amerika terdapat lebih dari seribu perkumpulan kesehatan mental. Di belahan dunia lainnya, gerakan ini dikembangkan melalui The World Federation forMental Health dan The World Health Organization.
Referensi:
Pengantar Epidemologi, E/2
Oleh : Dr. Eko Budiarto, SKM Dr. Dewi Anggraeni
Copy editor : R. Tammy Maulany Dayyana, A.Md.
Penerbit buku kedokteran EGC
http://books.google.co.id/books?id=mfsgp_zkmWwC&pg=PA311&dq=kepribadian+sehat+adalah&hl=id&sa=X&ei=Q7JoT4DgJsPrrQed7-zpBw&ved=0CD4Q6AEwBDgU#v=onepage&q=kepribadian%20sehat%20adalah&f=false
Sabtu, 08 Oktober 2011
manfaat internet
Manusia adalah makhluk sosial yang tidak pernah terputus dari dunia komunikasi, itu sering kita jumpai diberbagai belahan dunia, seperti berbicara, menelepon, dll, bahkan lewat dunia maya atau dengan internet yang biasa kita sebut "chatting".
Disini kita membahas tentang gunanya internet di kehidupan manusia, seperti yang dikatakan barusan manusia adalah makhluk sosial, internet tidak hanya digunakan sebagai "chatting", bisa juga digunakan sebagai sarana pencari informasi.
Dulu kita mencari informasi lewat buku maupun koran, tetapi dengan mengikuti seiringan perputaran global teknologi makin maju, buku dan koran lambat laun makin menipis peminatnya, itupun tergantung mereka, internet praktis dan kita bisa cepat mengetahui informasi dari internet.
Internet tidak hanya untuk mengobrol / chatting, mencari info, tetapi permainan pun ada juga diinternet, yang biasa kita sebut "game online"
Sekian info tentang internet dari saya, yaaa kurang lebihnya dimaafin aja, hanya itu yang saya tahu berdasarkan pengalaman yang saya rasakan dari INTERNET.
Definisi Statistik
Ada 2 pendekatan untuk menganalisis informasi berdasarkan jenis informasi yang diperoleh, yaitu analisis kuantitatif dan analisis kualitatif. Analisis kuantitatif atau analisis data kuantitatif adalah analisis yang berbasis pada kerja hitung menghitung angka. Angka yang diolah disebut input dan hasilnya disebut output juga berupa angka. Analisis kualitatif atau analisis data kualitatif adalah analisis yang berbasis pada kerja pengelompokan simbol-simbol selain angka. Simbol itu berupa kata, frase, atau kalimat yang menunjukkan beberapa kategori. Input maupun output analisis data kualitatif berupa simbol, dimana outputnya disebut deskripsi verbal. Statistik adalah sebagai alat pengolah data angka. Stasistik dapat juga diartikan sebagai metode atau asas-asas guna mengerjakan atau memanipulasi data kuantitatif agar angka berbicara. Pendekatan dengan statistik sering digunakan metode statistic yaitu metode guna mengumpulkan, mengolah, menyajikan, menganalisis & menginterpretasikan data statistik. Statistika dapat pula diartikan pengetahuan yang berhubungan dengan pengumpulan data, pengolahan data, penganalisisan dan
penarikan kesimpulan berdasarkan data dan analisis. Jadi statistik adalah produk dari kerja statistika. Ada dua konsep dalam bahasa Inggris.Statistic: nilai yang dihitung dari sebuah sampel (mean, median, modus, dsb). Statistics: metode ilmiah untuk pengumpulan data atau kumpulan angka. Dalam bahasa Indonesia, statistik memiliki 3 pengertian dimuka.
- Kumpulan data = data
- Nilai yang dihitung dari dari sebuah sampel = statistik sampel
- Metode ilmiah guna mengumpulkan, mengolah, menyajikan, dan analisis data = statistic
Skala pengukuran
Pengukuran adalah proses hal mana suatu angka atau simbol dilekatkan pada karakteristik atau properti suatu stimuli sesuai dengan aturan/prosedur yang telah ditetapkan (Imam Ghozali, 2005). Misal, orang dapat diganbarkan dari beberapa karakteristik: umur, tingkat pendidikan, jenis kelamin, tingkat pendapatan, dll. Ada 4 skala pengukuran.
1. Skala Nominal
Skala nominal merupakan skala yang merupakan kategori atau kelompok dari suatu subyek. Misal, variabel jenis kelamin responden dikelompokkan menjadi dua, L/P, masing-masing diberi kode 1 dan 2. Angka ini hanya berfungsi sebagai label kategori, tanpa memiliki nilai instrinsik dan tidak memiliki arti apa pun. Lambang-lambang tersebut tidak memiliki sifat sebagaimana bilangan pada umumnya, sehingga pada variabel dengan skala nominal tidak dapat diterapkan operasi matematika standar: pengurangan, penjumlahan, perkalian, dll. Uji statistik yang sesuai dengan skala nominal adalah uji yang mendasarkan pada jumlah seperti modus dan distribusi frekuensi.
2. Skala Ordinal
Skala ordinal, lambang-lambang bilangan hasil pengukuran menunjukkan urutan atau tingkatan obyek yang diukur menurut karakteristik yang dipelajari. Misal, kita ingin mengetahui preferensi responden terhadap merek indomie goreng: merek Sarimi, Indomie, Mie Sedap, Gaga Mie kemudian responden diminta untuk melakukan ranking terhadap merek mie goreng dengan memberi angka 1 untuk merek yang paling disukai, angka 2 untuk rangking kedua, dst. Rangkuman hasil
sbb:
Merk Mie Goreng Rangking
Indomie 1
Mie Sedap 2
Sarimi 3
Gaga Mie 4
Tabel ini menunjukkan bahwa merek Indomie lebih disukai daripada Mie Sedap, merek Mie Sedap lebih disukai daripada Sarimi, dsb. Walaupun perbedaan angka antara preferensi satu dengan lainnya sama, namun kita tidak dapat menentukan besarnya nilai preferensi dari suatu merek terhadap merek lainnya. Uji statistik yang sesuai adalah modus, median, distribusi frekuensi dan statistik non-parametrik seperti rank order correlation.
3. Skala Interval
Skala pengukuran mempunyai sifat seperti skala ordinal (memiliki urutan tertentu), ditambah satu sifat khas, yaitu adanya satuan skala (scale unit). Artinya, perbedaan karakteristik antara obyek yang berpasangan dengan lambang bilangan satu dengan lambang bilangan berikutnya selalu tetap. Jika dalam pengukuran preferensi responden terhadap merek indomie goreng tersebut diasumsikan bahwa urutan kategori menunjukkan preferensi yang sama, maka kita dapat mengatakan bahwa perbedaan indomie goreng merek urutan ke 1 dengan 2 adalah sama dengan
perbedaan merek 2 dengan lainnya. Namun demikian, kita tidak bisa mengatakan 3 bahwa merek yang mendapat ranking 5 nilainya lima kali preferensi daripada merek 1. Uji statistik yang sesuai adalah semua uji statistik kecuali uji yang mendasarkan pada rasio seperti koefisien variasi.
4. Skala rasio
Skala rasio adalah skala yang menghasilkan data dengan mutu yang paling tinggi. Perbedaan skala rasio dengan skala interval terletak pada keberadaan nilai nol (based value). Pada skala rasio, nilai nol bersifat mutlak, tidak seperti pada skala interval. Data yang dihasilkan oleh skala rasio adalah data rasio. Tidak ada pembatasan terhadap alat uji statistik yag sesuai.
Statistika parametrik dan statistika non-parametrik
Statistika parametrik adalah suatu uji yang modelnya menetapkan adanya syarat-syarat tertentu (asumsi-asumsi) tentang variabel random atau populasi yang merupakan sumber sampel penelitian. Sedangkan uji statistik yang tidak memerlukan adanya syarat-syarat tersebut disebut statistika non-parametrik. Statistika parametik lebih banyak digunakan untuk menganalisis data yang berskala interval dan rasio dengan dilandasi asumsi tertentu seperti normalitas. Statistika nonparametik dapat digunakan untuk menganalisis data yang berskala nominal dan
ordinal.
http://igbondan.files.wordpress.com/2006/12/modul-1.pdf
Dari pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa statistika merupakan ilmu sebuah penghitungan.. fungsi statistika untuk ilmu psikologi adalah bahan dasar untuk penghitungan sebuah hasil dari sebuah riset atau tes. Ilmu statistika sering digunakan untuk penghitungan untuk mengetahui hasil akhir dari sebuah tes, seperti contoh untuk penghitungan hasil tes IQ. Dari keseluruhan jumlah soal jumlah soal tersebut dibagi menjadi beberapa bagian, masing-masing bagian memiliki jumlah soal yang berbebeda dan dari masing-masing soal tersebut memiliki point yang berbeda untuk nilai benar dan nilai salah. Fungsi statistika disini berperan untuk menghitung jumlah nilai yang dihasilkan dari keseluruhan jumlah soal dari masing-masing bagian dengan memiliki standard jumlah nilai untuk mengetahui sampai mana batas kemampuan seseorang dengan mengikuti psikotest tersebut.
Selasa, 10 Mei 2011
dampak dan manfaat tekhnologi sepeda motor
Tekhnologi Kendaraan Bermotor
Sejarah sepeda bermula di Eropa. Sekitar tahun 1790, sebuah sepeda pertama berhasil dibangun di Inggris. Cikal bakal sepeda ini diberi nama Hobby Horses dan Celeriferes. Keduanya belum punya mekanisme sepeda zaman sekarang, batang kemudi dan sistem pedal. Yang ada hanya dua roda pada sebuah rangka kayu. Bisa dibayangkan, betapa canggung dan besar tampilan kedua sepeda tadi. Meski begitu, mereka cukup menolong orang-orang – pada masa itu – untuk berjalan. Penemuan fenomenal dalam kisah masa lalu sepeda tercipta berkat Baron Karl Von Drais. Von Drais yang tercatat sebagai mahasiswa matematik dan mekanik di Heidelberg, Jerman berhasil melakukan terobosan penting, yang ternyata merupakan peletak dasar perkembangan sepeda selanjutnya.
Oleh Von Drais, Hobby Horse dimodifikasi hingga mempunyai mekanisme kemudi pada bagian roda depan. Dengan mengambil tenaga gerak dari kedua kaki, Von Drais mampu meluncur lebih cepat saat berkeliling kebun. Ia sendiri menyebut kendaraan ini dengan nama, Draisienne. Beritanya sendiri dimuat di koran lokal Jerman pada 1817. Proses penciptaan selanjutnya dilakukan Kirkpatrick Macmillan. Pada tahun 1839, ia menambahkan batang penggerak yang menghubungkan antara roda belakang dengan ban depan Draisienne. Untuk menjalankannya, tinggal mengayuh pedal yang ada.
James Starley mulai membangun sepeda di Inggris di tahun 1870. Ia memproduksi sepeda dengan roda depan yang sangat besar (high wheel bicycle) sedang roda belakangnya sangat kecil. velocipede1.jpgSepeda jenis ini sangat populer di seluruh Eropa. Sebab Starley berhasil membuat terobosan dengan mencipta roda berjari-jari dan metode cross-tangent. Sampai kini, kedua teknologi itu masih terus dipakai. Buntutnya, sepeda menjadi lebih ringan untuk dikayuh.
Sayangnya, sepeda dengan roda yang besar itu memiliki banyak kekurangan. Ini menjadi dilema bagi orang-orang yang berperawakan mungil dan wanita. Karena posisi pedal dan jok yang cukup tinggi, mereka mengeluhkan kesulitan untuk mengendarainya. Sampai akhirnya, keponakan James Starley, John Kemp Starley menemukan solusinya. Ia menciptakan sepeda yang lebih aman untuk dikendarai oleh siapa saja pada 1886. Sepeda ini sudah punya rantai untuk menggerakkan roda belakang dan ukuran kedua rodanya sama. Namun penemuan tak kalah penting dilakukan John Boyd Dunlop pada 1888. Dunlop berhasil menemukan teknologi ban sepeda yang bisa diisi dengan angin (pneumatic tire). Dari sinilah, awal kemajuan sepeda yang pesat. Beragam bentuk sepeda berhasil diciptakan.
Seperti diketahui kemudian, sepeda menjadi kendaraan yang mengasyikkan. Di Indonesia, perkembangan sepeda banyak dipengaruhi oleh kaum penjajah, terutama Belanda. Mereka memboyong sepeda produksi negerinya untuk dipakai berkeliling menikmati segarnya alam Indonesia. Kebiasaan itu menular pada kaum pribumi berdarah biru. Akhirnya, sepeda jadi alat transpor yang bergengsi. Seperti ditulis Ensiklopedia Columbia, nenek moyang sepeda diperkirakan berasal dari Prancis. Menurut kabar sejarah, negeri itu sudah sejak awal abad ke-18 mengenal alat transportasi roda dua yang dinamai velocipede. Bertahun-tahun, velocipede menjadi satu-satunya istilah yang merujuk hasil rancang bangun kendaraan dua roda. Yang pasti, konstruksinya belum mengenal besi. Modelnya pun masih sangat “primitif”. Ada yang bilang tanpa engkol, pedal tongkat kemudi (setang). Ada juga yang bilang sudah mengenal engkol dan setang, tapi konstruksinya dari kayu.
Adalah seorang Jerman bernama Baron Karls Drais von Sauerbronn yang pantas dicatat sebagai salah seorang penyempurna velocipede. Tahun 1818, von Sauerbronn membuat alat transportasi roda dua untuk menunjang efisiensi kerjanya. Sebagai kepala pengawas hutan Baden, ia memang butuh sarana transportasi bermobilitas tinggi. Tapi, model yang dikembangkan tampaknya masih mendua, antara sepeda dan kereta kuda. Sehingga masyarakat menjuluki ciptaan sang Baron sebagai dandy horse. Baru pada 1839, Kirkpatrick MacMillan, pandai besi kelahiran Skotlandia, membuatkan “mesin” khusus untuk sepeda. Tentu bukan mesin seperti yang dimiliki sepeda motor, tapi lebih mirip pendorong yang diaktifkan engkol, lewat gerakan turun-naik kaki mengayuh pedal. MacMillan pun sudah “berani” menghubungkan engkol tadi dengan tongkat kemudi (setang sederhana).
Sedangkan ensiklopedia Britannica.com mencatat upaya penyempurnaan penemu Prancis, Ernest Michaux pada 1855, dengan membuat pemberat engkol, hingga laju sepeda lebih stabil. Makin sempurna setelah orang Prancis lainnya, Pierre Lallement (1865) memperkuat roda dengan menambahkan lingkaran besi di sekelilingnya (sekarang dikenal sebagai pelek atau velg). Lallement juga yang memperkenalkan sepeda dengan roda depan lebih besar daripada roda belakang. Namun kemajuan paling signifikan terjadi saat teknologi pembuatan baja berlubang ditemukan, menyusul kian bagusnya teknik penyambungan besi, serta penemuan karet sebagai bahan baku ban. Namun, faktor safety dan kenyamanan tetap belum terpecahkan. Karena teknologi suspensi (per dan sebagainya) belum ditemukan, goyangan dan guncangan sering membuat penunggangnya sakit pinggang. Setengah bercanda, masyarakat menjuluki sepeda Lallement sebagai boneshaker (penggoyang tulang). Sehingga tidak heran jika di era 1880-an, sepeda tiga roda yang dianggap lebih aman buat wanita dan laki-laki yang kakinya terlalu pendek untuk mengayuh sepeda konvensional menjadi begitu populer. Trend sepeda roda dua kembali mendunia setelah berdirinya pabrik sepeda pertama di Coventry, Inggris pada 1885. Pabrik yang didirikan James Starley ini makin menemukan momentum setelah tahun 1888 John Dunlop menemukan teknologi ban angin. Laju sepeda pun tak lagi berguncang.
Sepeda motor pertama kali muncul pada tahun 1868 diciptakan oleh Sylvester Howard Roper. Pada dasarnya sepeda motor ini hanya sepeda yang menggunakan mesin uap untuk menggerakannya.
Penemuan lainnya, seperti rem, perbandingan gigi yang bisa diganti-ganti, rantai, setang yang bisa digerakkan, dan masih banyak lagi makin menambah daya tarik sepeda. Sejak itu, berjuta-juta orang mulai menjadikan sepeda sebagai alat transportasi, dengan Amerika dan Eropa sebagai pionirnya. Meski lambat laun, perannya mulai disingkirkan mobil dan sepeda motor, sepeda tetap punya pemerhati. Bahkan penggemarnya dikenal sangat fanatik.
Kini, sepeda punya beragam nama dan model. Ada sepeda roda tiga buat balita, sepeda mini, “sepeda kumbang”, hingga sepeda tandem buat dikendarai bersama. Bahkan olahraga balap sepeda mengenal sedikitnya tiga macam perangkat lomba. Yakni “sepeda jalan raya” untuk jalanan mulus yang memiliki sampai 16 kombinasi gir yang berbeda, “sepeda track” dengan hanya 1 gigi serta “sepeda gunung” yang memiliki 24 gigi.
Perkembangan sepeda Motor di era ini memang sangat fantastis, lihat saja sekarang banyak alat alat yang mendukung sepeda motor untuk berlari lebih kencang sebagai media yang digunakan untuk balap.kecanggihannyapun sudah tidaka diragukan lagi sejak ditemukannya alat alat tambahan guna menyempurnakan akselerasi sepeda motor. Di zaman yang penuh dengan style sperti sekarang ini tidak sedikit orang mengubah tampilan sepeda motornya guna mendapat simpati dari orang lain juga mendapatkan dana /keuntungan di saat mengikuti lomba atau kontes sepeda motor baik khusus yang mengubah tampilan luar saja istilahnya modifikasi fisik, mengubah tampilan dalam unutk mendapatkan kecepatan saat diadu dengan sepeda motor lain di ajang sepecial drag dan banyak lagi yang lainnya.
Semula sepeda motor yang kegunaanya hanya untuk alat transportasi tapi sekarang tidak lagi karena sudah banyak orang menemukan berbagai kreasi yang digunakan unuk senang senang dam meraup untung banyak. Film film pun telah banyak menampilkan adegan adegan seru tentang kegunaan sepeda motor yang beragam, lihat saja film TORQUE yang menampilkan cerita beberapa geng yang berseteru akibat daerah kekuasaan mereka mempunyai sepeda masing masing yang bercorak berbeda serta style yang menawan ,ketiga kubu yang berseteru tersebut suka melakukan balapan guna unjuk gigi untuk memperoleh derajat tinggi dengan sepedanya. Motor2 yang dipakai diantaranya motor dengan kecepatan 1000cc yang menjadi andalan, ada juga harley Davidson yang mempunyai kecepatan diatas 1000cc yang disebut sebut sebagai moge. Dan akhir dari film ini yang menamplkan motor berkecepatan 5000cc yang tidak boleh sembrangan untuk digunakan .
Hingga saat ini perkembangan kebutuhan manusia seperti kebutuhan akan memiliki kendaraan bermotor menjadi salah satu kebutuhan yang mendapatkan perhatiaan oleh pemerintah. Semakin banyaknya pengguna sepeda motor dan semakin canggihnya komponen-komponen yang digunakan pada kendaraan bermotor menjadi salah satu penyebab terjadinya kemacetan di daerah Jakarta. Pertumbuhan pengguna sepeda motor yang melebihi batas mengakibatkan pengkonsumsian bahan bakar minyak (BBM) menjadi semakin meningkat. Ringan dan mudahnya akses untuk mendapatkan/memperoleh kendaraan bermotor merupakan salah satu sumber permasalahan semakin meningkatnya laju pertumbuhan kendaraan bermotor di Indonesia.
Semakin canggihnya tekhnologi yang ada menimbulkan hasrat seseorang untuk memilikinya. Bukan suatu hal yang tak lazim lagi apabila seseorang memiliki keinginan tersebut karena tingginya akan ego manusia untuk terus memiliki dan memiliki. Perkembangan tekhnologi yang digunakan seperti berkembangannya sensor digital yang mampu membaca dan memberikan informasi seperti penggunaan bensin, jarak tempuh, tingkat kepanasan mesin, tinggi rendahnya kecepatan yang dicapai, dan lain sebagainya.
Selain itu kemudahan untuk penggunaan rem yang mulai membaik dengan menggunakan pringan besi atau yang lebih dikenal dengan istilah rem cakram, tingkat keiritan penggunaan bahan bakar, model atau bentuk postur motor. Namun dari semua kelebihan tersebut satu hal yang menjadi permasalahan yaitu tingkat kepuasaan manusia yang tidak pernah ada batas untuk terpenuhi. Dengan terus meningkatnya tekkhnologi yang diberikan semakin besar pula keinginan seseorang untuk terus memilikinya.
Ringan dan mudahnya akses untuk mendapatkan kendaraan bermotor ini sudah selayaknya diperhatikan oleh pemerintah, karena dengan semakin mudahnya orang mendapatkannya semakin besar pula laju pertumbuhan kendaraan bermotor di Indonesia khususnya Jakarta. Pembatasan kepemilikan kendaraan bermotor juga sudah seharusnya diberlakukan oleh pemerintah.karena hanya dengan cara inilah pertumbuhan laju kepemilikan kendaraan bermotor bisa teratasi. Apabila pemerintah tidak segera menanggapi permasalahan ini bukan suatu hal yang tidak mungkin bila daerah khusus ibu kota (Jakarta) akan semakin diperburuk dengan perkembangan kendaraan bermotor yang tidak bisa dihentikan.
Selain itu dampak negative dari pesatnya pertumbuhan kendaraan bermotor ini adalah penggunaan bahan bakar minyak yang semakin meningkat. Harga minyak dunia yang terus meningkat menjadi pacuan akan terjadinya kenaikkan harga bahan bakar minyak diseluruh Negara khususnya Indonesia yang laju pertumbuhannya kendaraan bermotornya semakin meningkat. Adanya pemberlakuan penggunaan bahan bakar minyak bersubsidi yang sudah diberlakukan oleh pemerintah untuk menekan penggunaan bahan bakar minyak berjenis premium yang hanya dikhususkan untuk masyarakat tidak mampu.
Dari segi dampak negative yang timbul akibat pesatnya kemajuan tekhnologi kendaraan bermotor ini masih dapat kita raih beberapa keuntungan yang diperoleh dengan majunya tekhnologi tersebut. Bagi masyarakat luas dengan adannya kendaraan bermotor ini mereka semakin mudah untuk menjangkau suatu tempat yang akan mereka tuju, berkurangnya pengeluaran untuk biaya angkutan, dan dapat mempersingkat waktu. Perbandingan antara biaya pengeluaran sehari untuk menggunakan fasilitas angkutan umum ternyata memiliki perbedaan yang sangat tajam. Begitu pula dengan waktu yang diperlukan, jauh lebih singkat dbandingkan dengan menggunakan angkutan umum.
Dari semua dampak permasalahan yang ditimbulkan akibat semakin majunya tekhnologi ini hanya pemerintah yang mampu menahan laju pergerakan pertumbuan kendaraan bermotor di Indonesia khusunya Jakarta. Dengan membuat peraturan yang menentukan akan kepemilikan kendaraan bermotor atau memberlakukan peraturan jumlah kendaraan yang akan melintas pada jalan-jalan tertentu, meningkatkan ketersediaan angkutan umum serta memperhatikan kelayakan operasional kendaraan bermotor bukan hal tidak mungkin apabila tingkat kemacetan di Jakarta akan berkurang.
Jumlah kendaran bermotor hingga saat ini mencapai lebih dari 7,3 juta sudah seharusnya pemerintah membuat peraturan-peraturan yang memungkinkan untuk menekan laju penggunaan kendaran bermotor. Apabila hal ini terus terjadi bukan suatu hal yang tidak mungkin apabila kemacetan akan terus terjadi.
http://singgihfuturetech.netne.net/page4.html
http://poinmascyclingclub.wordpress.com/tentang-sepeda/
Sejarah sepeda bermula di Eropa. Sekitar tahun 1790, sebuah sepeda pertama berhasil dibangun di Inggris. Cikal bakal sepeda ini diberi nama Hobby Horses dan Celeriferes. Keduanya belum punya mekanisme sepeda zaman sekarang, batang kemudi dan sistem pedal. Yang ada hanya dua roda pada sebuah rangka kayu. Bisa dibayangkan, betapa canggung dan besar tampilan kedua sepeda tadi. Meski begitu, mereka cukup menolong orang-orang – pada masa itu – untuk berjalan. Penemuan fenomenal dalam kisah masa lalu sepeda tercipta berkat Baron Karl Von Drais. Von Drais yang tercatat sebagai mahasiswa matematik dan mekanik di Heidelberg, Jerman berhasil melakukan terobosan penting, yang ternyata merupakan peletak dasar perkembangan sepeda selanjutnya.
Oleh Von Drais, Hobby Horse dimodifikasi hingga mempunyai mekanisme kemudi pada bagian roda depan. Dengan mengambil tenaga gerak dari kedua kaki, Von Drais mampu meluncur lebih cepat saat berkeliling kebun. Ia sendiri menyebut kendaraan ini dengan nama, Draisienne. Beritanya sendiri dimuat di koran lokal Jerman pada 1817. Proses penciptaan selanjutnya dilakukan Kirkpatrick Macmillan. Pada tahun 1839, ia menambahkan batang penggerak yang menghubungkan antara roda belakang dengan ban depan Draisienne. Untuk menjalankannya, tinggal mengayuh pedal yang ada.
James Starley mulai membangun sepeda di Inggris di tahun 1870. Ia memproduksi sepeda dengan roda depan yang sangat besar (high wheel bicycle) sedang roda belakangnya sangat kecil. velocipede1.jpgSepeda jenis ini sangat populer di seluruh Eropa. Sebab Starley berhasil membuat terobosan dengan mencipta roda berjari-jari dan metode cross-tangent. Sampai kini, kedua teknologi itu masih terus dipakai. Buntutnya, sepeda menjadi lebih ringan untuk dikayuh.
Sayangnya, sepeda dengan roda yang besar itu memiliki banyak kekurangan. Ini menjadi dilema bagi orang-orang yang berperawakan mungil dan wanita. Karena posisi pedal dan jok yang cukup tinggi, mereka mengeluhkan kesulitan untuk mengendarainya. Sampai akhirnya, keponakan James Starley, John Kemp Starley menemukan solusinya. Ia menciptakan sepeda yang lebih aman untuk dikendarai oleh siapa saja pada 1886. Sepeda ini sudah punya rantai untuk menggerakkan roda belakang dan ukuran kedua rodanya sama. Namun penemuan tak kalah penting dilakukan John Boyd Dunlop pada 1888. Dunlop berhasil menemukan teknologi ban sepeda yang bisa diisi dengan angin (pneumatic tire). Dari sinilah, awal kemajuan sepeda yang pesat. Beragam bentuk sepeda berhasil diciptakan.
Seperti diketahui kemudian, sepeda menjadi kendaraan yang mengasyikkan. Di Indonesia, perkembangan sepeda banyak dipengaruhi oleh kaum penjajah, terutama Belanda. Mereka memboyong sepeda produksi negerinya untuk dipakai berkeliling menikmati segarnya alam Indonesia. Kebiasaan itu menular pada kaum pribumi berdarah biru. Akhirnya, sepeda jadi alat transpor yang bergengsi. Seperti ditulis Ensiklopedia Columbia, nenek moyang sepeda diperkirakan berasal dari Prancis. Menurut kabar sejarah, negeri itu sudah sejak awal abad ke-18 mengenal alat transportasi roda dua yang dinamai velocipede. Bertahun-tahun, velocipede menjadi satu-satunya istilah yang merujuk hasil rancang bangun kendaraan dua roda. Yang pasti, konstruksinya belum mengenal besi. Modelnya pun masih sangat “primitif”. Ada yang bilang tanpa engkol, pedal tongkat kemudi (setang). Ada juga yang bilang sudah mengenal engkol dan setang, tapi konstruksinya dari kayu.
Adalah seorang Jerman bernama Baron Karls Drais von Sauerbronn yang pantas dicatat sebagai salah seorang penyempurna velocipede. Tahun 1818, von Sauerbronn membuat alat transportasi roda dua untuk menunjang efisiensi kerjanya. Sebagai kepala pengawas hutan Baden, ia memang butuh sarana transportasi bermobilitas tinggi. Tapi, model yang dikembangkan tampaknya masih mendua, antara sepeda dan kereta kuda. Sehingga masyarakat menjuluki ciptaan sang Baron sebagai dandy horse. Baru pada 1839, Kirkpatrick MacMillan, pandai besi kelahiran Skotlandia, membuatkan “mesin” khusus untuk sepeda. Tentu bukan mesin seperti yang dimiliki sepeda motor, tapi lebih mirip pendorong yang diaktifkan engkol, lewat gerakan turun-naik kaki mengayuh pedal. MacMillan pun sudah “berani” menghubungkan engkol tadi dengan tongkat kemudi (setang sederhana).
Sedangkan ensiklopedia Britannica.com mencatat upaya penyempurnaan penemu Prancis, Ernest Michaux pada 1855, dengan membuat pemberat engkol, hingga laju sepeda lebih stabil. Makin sempurna setelah orang Prancis lainnya, Pierre Lallement (1865) memperkuat roda dengan menambahkan lingkaran besi di sekelilingnya (sekarang dikenal sebagai pelek atau velg). Lallement juga yang memperkenalkan sepeda dengan roda depan lebih besar daripada roda belakang. Namun kemajuan paling signifikan terjadi saat teknologi pembuatan baja berlubang ditemukan, menyusul kian bagusnya teknik penyambungan besi, serta penemuan karet sebagai bahan baku ban. Namun, faktor safety dan kenyamanan tetap belum terpecahkan. Karena teknologi suspensi (per dan sebagainya) belum ditemukan, goyangan dan guncangan sering membuat penunggangnya sakit pinggang. Setengah bercanda, masyarakat menjuluki sepeda Lallement sebagai boneshaker (penggoyang tulang). Sehingga tidak heran jika di era 1880-an, sepeda tiga roda yang dianggap lebih aman buat wanita dan laki-laki yang kakinya terlalu pendek untuk mengayuh sepeda konvensional menjadi begitu populer. Trend sepeda roda dua kembali mendunia setelah berdirinya pabrik sepeda pertama di Coventry, Inggris pada 1885. Pabrik yang didirikan James Starley ini makin menemukan momentum setelah tahun 1888 John Dunlop menemukan teknologi ban angin. Laju sepeda pun tak lagi berguncang.
Sepeda motor pertama kali muncul pada tahun 1868 diciptakan oleh Sylvester Howard Roper. Pada dasarnya sepeda motor ini hanya sepeda yang menggunakan mesin uap untuk menggerakannya.
Penemuan lainnya, seperti rem, perbandingan gigi yang bisa diganti-ganti, rantai, setang yang bisa digerakkan, dan masih banyak lagi makin menambah daya tarik sepeda. Sejak itu, berjuta-juta orang mulai menjadikan sepeda sebagai alat transportasi, dengan Amerika dan Eropa sebagai pionirnya. Meski lambat laun, perannya mulai disingkirkan mobil dan sepeda motor, sepeda tetap punya pemerhati. Bahkan penggemarnya dikenal sangat fanatik.
Kini, sepeda punya beragam nama dan model. Ada sepeda roda tiga buat balita, sepeda mini, “sepeda kumbang”, hingga sepeda tandem buat dikendarai bersama. Bahkan olahraga balap sepeda mengenal sedikitnya tiga macam perangkat lomba. Yakni “sepeda jalan raya” untuk jalanan mulus yang memiliki sampai 16 kombinasi gir yang berbeda, “sepeda track” dengan hanya 1 gigi serta “sepeda gunung” yang memiliki 24 gigi.
Perkembangan sepeda Motor di era ini memang sangat fantastis, lihat saja sekarang banyak alat alat yang mendukung sepeda motor untuk berlari lebih kencang sebagai media yang digunakan untuk balap.kecanggihannyapun sudah tidaka diragukan lagi sejak ditemukannya alat alat tambahan guna menyempurnakan akselerasi sepeda motor. Di zaman yang penuh dengan style sperti sekarang ini tidak sedikit orang mengubah tampilan sepeda motornya guna mendapat simpati dari orang lain juga mendapatkan dana /keuntungan di saat mengikuti lomba atau kontes sepeda motor baik khusus yang mengubah tampilan luar saja istilahnya modifikasi fisik, mengubah tampilan dalam unutk mendapatkan kecepatan saat diadu dengan sepeda motor lain di ajang sepecial drag dan banyak lagi yang lainnya.
Semula sepeda motor yang kegunaanya hanya untuk alat transportasi tapi sekarang tidak lagi karena sudah banyak orang menemukan berbagai kreasi yang digunakan unuk senang senang dam meraup untung banyak. Film film pun telah banyak menampilkan adegan adegan seru tentang kegunaan sepeda motor yang beragam, lihat saja film TORQUE yang menampilkan cerita beberapa geng yang berseteru akibat daerah kekuasaan mereka mempunyai sepeda masing masing yang bercorak berbeda serta style yang menawan ,ketiga kubu yang berseteru tersebut suka melakukan balapan guna unjuk gigi untuk memperoleh derajat tinggi dengan sepedanya. Motor2 yang dipakai diantaranya motor dengan kecepatan 1000cc yang menjadi andalan, ada juga harley Davidson yang mempunyai kecepatan diatas 1000cc yang disebut sebut sebagai moge. Dan akhir dari film ini yang menamplkan motor berkecepatan 5000cc yang tidak boleh sembrangan untuk digunakan .
Hingga saat ini perkembangan kebutuhan manusia seperti kebutuhan akan memiliki kendaraan bermotor menjadi salah satu kebutuhan yang mendapatkan perhatiaan oleh pemerintah. Semakin banyaknya pengguna sepeda motor dan semakin canggihnya komponen-komponen yang digunakan pada kendaraan bermotor menjadi salah satu penyebab terjadinya kemacetan di daerah Jakarta. Pertumbuhan pengguna sepeda motor yang melebihi batas mengakibatkan pengkonsumsian bahan bakar minyak (BBM) menjadi semakin meningkat. Ringan dan mudahnya akses untuk mendapatkan/memperoleh kendaraan bermotor merupakan salah satu sumber permasalahan semakin meningkatnya laju pertumbuhan kendaraan bermotor di Indonesia.
Semakin canggihnya tekhnologi yang ada menimbulkan hasrat seseorang untuk memilikinya. Bukan suatu hal yang tak lazim lagi apabila seseorang memiliki keinginan tersebut karena tingginya akan ego manusia untuk terus memiliki dan memiliki. Perkembangan tekhnologi yang digunakan seperti berkembangannya sensor digital yang mampu membaca dan memberikan informasi seperti penggunaan bensin, jarak tempuh, tingkat kepanasan mesin, tinggi rendahnya kecepatan yang dicapai, dan lain sebagainya.
Selain itu kemudahan untuk penggunaan rem yang mulai membaik dengan menggunakan pringan besi atau yang lebih dikenal dengan istilah rem cakram, tingkat keiritan penggunaan bahan bakar, model atau bentuk postur motor. Namun dari semua kelebihan tersebut satu hal yang menjadi permasalahan yaitu tingkat kepuasaan manusia yang tidak pernah ada batas untuk terpenuhi. Dengan terus meningkatnya tekkhnologi yang diberikan semakin besar pula keinginan seseorang untuk terus memilikinya.
Ringan dan mudahnya akses untuk mendapatkan kendaraan bermotor ini sudah selayaknya diperhatikan oleh pemerintah, karena dengan semakin mudahnya orang mendapatkannya semakin besar pula laju pertumbuhan kendaraan bermotor di Indonesia khususnya Jakarta. Pembatasan kepemilikan kendaraan bermotor juga sudah seharusnya diberlakukan oleh pemerintah.karena hanya dengan cara inilah pertumbuhan laju kepemilikan kendaraan bermotor bisa teratasi. Apabila pemerintah tidak segera menanggapi permasalahan ini bukan suatu hal yang tidak mungkin bila daerah khusus ibu kota (Jakarta) akan semakin diperburuk dengan perkembangan kendaraan bermotor yang tidak bisa dihentikan.
Selain itu dampak negative dari pesatnya pertumbuhan kendaraan bermotor ini adalah penggunaan bahan bakar minyak yang semakin meningkat. Harga minyak dunia yang terus meningkat menjadi pacuan akan terjadinya kenaikkan harga bahan bakar minyak diseluruh Negara khususnya Indonesia yang laju pertumbuhannya kendaraan bermotornya semakin meningkat. Adanya pemberlakuan penggunaan bahan bakar minyak bersubsidi yang sudah diberlakukan oleh pemerintah untuk menekan penggunaan bahan bakar minyak berjenis premium yang hanya dikhususkan untuk masyarakat tidak mampu.
Dari segi dampak negative yang timbul akibat pesatnya kemajuan tekhnologi kendaraan bermotor ini masih dapat kita raih beberapa keuntungan yang diperoleh dengan majunya tekhnologi tersebut. Bagi masyarakat luas dengan adannya kendaraan bermotor ini mereka semakin mudah untuk menjangkau suatu tempat yang akan mereka tuju, berkurangnya pengeluaran untuk biaya angkutan, dan dapat mempersingkat waktu. Perbandingan antara biaya pengeluaran sehari untuk menggunakan fasilitas angkutan umum ternyata memiliki perbedaan yang sangat tajam. Begitu pula dengan waktu yang diperlukan, jauh lebih singkat dbandingkan dengan menggunakan angkutan umum.
Dari semua dampak permasalahan yang ditimbulkan akibat semakin majunya tekhnologi ini hanya pemerintah yang mampu menahan laju pergerakan pertumbuan kendaraan bermotor di Indonesia khusunya Jakarta. Dengan membuat peraturan yang menentukan akan kepemilikan kendaraan bermotor atau memberlakukan peraturan jumlah kendaraan yang akan melintas pada jalan-jalan tertentu, meningkatkan ketersediaan angkutan umum serta memperhatikan kelayakan operasional kendaraan bermotor bukan hal tidak mungkin apabila tingkat kemacetan di Jakarta akan berkurang.
Jumlah kendaran bermotor hingga saat ini mencapai lebih dari 7,3 juta sudah seharusnya pemerintah membuat peraturan-peraturan yang memungkinkan untuk menekan laju penggunaan kendaran bermotor. Apabila hal ini terus terjadi bukan suatu hal yang tidak mungkin apabila kemacetan akan terus terjadi.
http://singgihfuturetech.netne.net/page4.html
http://poinmascyclingclub.wordpress.com/tentang-sepeda/
Rabu, 02 Maret 2011
Logika Matematika
Logika Matematika
Pengertian Logika Mtematika dibagi menjadi dua, yaitu :
1.Pernyataan
Pernyataan adalah sebuah kalimatyang memiliki no;ao benar atau salah atau tidak keduanya
Contoh : a. Jakarta adalah ibu kota Negara Republik Indonesia ( benar )
b. 5 adalah bilangan genap ( salah )
2.Kallimat terbuka
Kalimat terbuka adalah kalimat yang ditentukan nilai benar atau salahnya. Kalimat terbuka biasanya mengandung pengubah atau variabel.
Contoh : a. 2 + x = 5
b. y adalah bilangan prima y anggota bilangan cacah < 10
Contoh kasus hubungan Matematika dengan Psikologi
Menurut pengertian diatas Logika Matematika dibagi menjadi dua pengertian, yaitu pengertian dan kalimat terbuka. Dari pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa logika adalah sesuatu yang belum tentu memiliki suatu nilai kebenaran. Lain halnya dengan sebuah teori-teori yang telah ada yang didapat dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh seseorang. Dimana nilai-nilai yang terkandung didalamnya adalah sebuah kebenaran.
Andaikan sebuah kecelakaan sepeda motor yang menimpa seseorang. Dimana kendaraan yang dikendarainya mengalami kerusakan setelah ditabrak oleh pengendara sepeda motor lainnya dalam kecepatan tinggi. Tetapi apa yang dialami oleh kedua pengendara sepeda motor tersebut hanya mengalami luka ringan saja seperti luka gores pada lengan dan kaki. Dalam kondisi tanpa menggunakan pengaman kepala atau helm. Tetapi apabila kita meng gunakan logika kita kedua pengendara tersebut seharusnya telah mengalami luka-luka yang cukup serius hingga memungkinkan hingga patah tulang atau bahkan hingga luka pada bagian kepala.
Dalam kehidupan sehari-hari masih banyak contoh-contoh kasus/kejadian yang tidak masuk akal/logika, misalnya seorang anak kecil yang terjatuh karena berlari-lari tidak mengalami luka sedikitpun, seorang kakek yang mampu memecahkan batu dengan tangannya atau halnya seperti pertunjukan kuda lumping, dimana sang penunggang kuda mampu memakan pecahan-pecahan beling, dll. Karena apa yang terjadi dari kejadian tersebut masih memiliki nilai ketidak benaran.
Dari contoh kasus diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa logika bukanlah sesuatu yang sudah benar melainkan sesuatu yang belum tentu benar nilainya. Dimana sebuah kejadian yang telah menimpa seorang pengendara hanya memiliki luka-luka ringan, seorang anak yang terjatuh hanya tidak mengalami luka dan atraksi kuda lumping yang mampu memakan pecahan beling.
Pengertian Logika Mtematika dibagi menjadi dua, yaitu :
1.Pernyataan
Pernyataan adalah sebuah kalimatyang memiliki no;ao benar atau salah atau tidak keduanya
Contoh : a. Jakarta adalah ibu kota Negara Republik Indonesia ( benar )
b. 5 adalah bilangan genap ( salah )
2.Kallimat terbuka
Kalimat terbuka adalah kalimat yang ditentukan nilai benar atau salahnya. Kalimat terbuka biasanya mengandung pengubah atau variabel.
Contoh : a. 2 + x = 5
b. y adalah bilangan prima y anggota bilangan cacah < 10
Contoh kasus hubungan Matematika dengan Psikologi
Menurut pengertian diatas Logika Matematika dibagi menjadi dua pengertian, yaitu pengertian dan kalimat terbuka. Dari pengertian diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa logika adalah sesuatu yang belum tentu memiliki suatu nilai kebenaran. Lain halnya dengan sebuah teori-teori yang telah ada yang didapat dari sebuah penelitian yang dilakukan oleh seseorang. Dimana nilai-nilai yang terkandung didalamnya adalah sebuah kebenaran.
Andaikan sebuah kecelakaan sepeda motor yang menimpa seseorang. Dimana kendaraan yang dikendarainya mengalami kerusakan setelah ditabrak oleh pengendara sepeda motor lainnya dalam kecepatan tinggi. Tetapi apa yang dialami oleh kedua pengendara sepeda motor tersebut hanya mengalami luka ringan saja seperti luka gores pada lengan dan kaki. Dalam kondisi tanpa menggunakan pengaman kepala atau helm. Tetapi apabila kita meng gunakan logika kita kedua pengendara tersebut seharusnya telah mengalami luka-luka yang cukup serius hingga memungkinkan hingga patah tulang atau bahkan hingga luka pada bagian kepala.
Dalam kehidupan sehari-hari masih banyak contoh-contoh kasus/kejadian yang tidak masuk akal/logika, misalnya seorang anak kecil yang terjatuh karena berlari-lari tidak mengalami luka sedikitpun, seorang kakek yang mampu memecahkan batu dengan tangannya atau halnya seperti pertunjukan kuda lumping, dimana sang penunggang kuda mampu memakan pecahan-pecahan beling, dll. Karena apa yang terjadi dari kejadian tersebut masih memiliki nilai ketidak benaran.
Dari contoh kasus diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa logika bukanlah sesuatu yang sudah benar melainkan sesuatu yang belum tentu benar nilainya. Dimana sebuah kejadian yang telah menimpa seorang pengendara hanya memiliki luka-luka ringan, seorang anak yang terjatuh hanya tidak mengalami luka dan atraksi kuda lumping yang mampu memakan pecahan beling.
Senin, 10 Januari 2011
Manusia dan Cinta Kasih
I. Pengertian Cinta Kasih
Cinta adalah rasa sangat suka atau sayang (kepada) atau pun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata Kasih, artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Cinta sama sekali bukan nafsu, pernyataan tersebut sangat penting khususnya bagi remaja yang tingkat nafsu seksualnya sedang bergejolak. Perbedaan antara cinta dan nafsu adalah :
1. Cinta bersifat manusia, hanya pada manusialah Cinta timbul dan berkembang, sedangkan pada binatang terbats pada naluri untuk melindungi.
2. Cinta bersifat rokhaniah, sedangkan cinta sifatnya jasmaniah. Rasa cinta dapat memberikan semangat dalam hidup bagi orang yang mencintai dan bagi yang menerimanya, dirasakan sebagai kebahagiaan. Sedangkan nafsu cenderung memuaskan dorongan seks semata.
3. Cinta menunjukkan perilaku memberi, sedangkan nafsu senantiasa menuntut.
Dalam bukunya Seni Mencintai, Erich Fromm (1983:24-27) menyebutkan bahwa cinta itu terutama memberi bukan menerima. Cinta selalu menyatakan unsur-unsur dasar tertentu yaitu: Pengasuhan, contohnya adalah cinta seorang ibu kepada anaknya.
A. Tanggung Jawab, adalah tindakan yang benar-benar berdasar atas suka rela, oleh karena itu tanggung jawab merupakan penyelenggaraan atas kebutuhan fisik.
B. Perhatian, merupakan suatu perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan pribadi orang lain, terutama agar mau membuka dirinya, memperhatikan sebagaimana adanya.
C.Pengenalan, merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia.
Pengertian tentang cinta juga diungkapkan oleh Dr. Salito W. Sarwono dalam artikel yang berjudul Segitiga Cinta, bukan Cinta Segitiga. Dikatakan bahwa cinta yang ideal memiliki 3 unsur yaitu keterikatan, keintiman, kemesraan.
4. Keterikatan yaitu adanya perasaan untuk hanya bersama orang yang dicintai, segala prioritas hanya untuk dia.
5. Keintiman yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa tidak ada jarak lagi, sehingga panggilan formal digantikan dengan sekedar memanggil nama, atau sebutan lain seperti lain seperti sayang, makan/minum dari satu piring/cangkir, tidak saling menyimpan rahasia, dst.
6. Kemesraan yaitu rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kengen apabila jauh atau lama tidak bertemu, ucapan-ucapan yang mengatakan sayang, saling mencium, merangkul, dsb.
Setelah diberikan uraian tentang cinta sejati oleh tiga ahli di atas, berikut ini akan dijelaskan masalah kasih. Telah dikemukakan bahwa kasih adalah perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasih.
Selain pengertian yang dikemukakan oleh Dr. Sarlito, lain halnya pengertian cinta yang dikemukakan oleh Dr. Abdullah Nasih Ulwan, dalam bukunya manajemen cinta. Cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut dan kasih sayang.
CINTA MENURUT AJARAN AGAMA :
1.Cinta Diri.
2.Cinta Kepada Sesama Manusia.
3.Cinta Seksual.
4.Cinta Kebapakan.
5.Cinta Kepada Rasul.
II. KASIH SAYANG
Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S.Poerwardarminta adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduaanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh.
Kasih Sayang, dasar komunikasi dalam suatu keluarga. Komunikasi antara anak dan orang tua. Pada prinsipnya anak terlahir dan terbentuk sebagai hasil curahan kasih sayang orang tuanya. Pengembangan watak anak dan selanjutnya tak boleh lebih dari kasih sayang dan perhatian orang tua. Suatu hubunan yang harmonis akan terjadi bila hal itu terjadi secara timbal balik antara orang tua dan anak.
Adanya kasih sayang ini mempengaruhi kehidupan si anak dalam masyarakat. Orang tua dalam memberikan kasih sayangnya bermacam-macam demikian pula sebalikya. Dari cara pemberian cinta kasih ini dapat dibedakan :
a. Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat pasif.
Dalam hal ini orang tua memberikan kasih sayang terhadap anaknya baik berupa moral-materiil dengan sebanyak-banyaknya, dan si anak menerima saja, mengiyakan, tanpa memberikan respon. Hal ini menyebabkan si anak menjadi takut, kurang berani dalam masyarakat, tidak berani menyatakan pendapat, minder, sehingga si anak tidak mampu berdiri sendiri di dalam masyarakat.
b. Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif.
Dalam hal ini si anak berlebih-lebihan memberikan kasih sayang terhadap orang tuanya, kasih sayang ini di berikan secara sepihak, orang tua mendiamkan saja tingakah laku si anak, tidak memberikan perhatian apa yang diperbuat si anak.
c. Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat pasif.
Disini jelas bahwa masing-masing membawa hidupnya, tingkah lakunya sendiri-sendiri, tanpa saling memperhatikan. Kehidupan keluarga sangat dingin, tidak ada kasih sayang, masing-masing membawa caranya sendiri, tidak ada tegur jika tidak perlu. Orang tua hanya memenuhi dalam bidang materi saja.
d. Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat aktif.
Dalam hal ini orang tua dan anak saling memberikan kasih sayang dengan sebanyak-banyaknya. Sehingga hubungan antara orang tua dan anak sangat intim dan mesra, saling mencintai, saling menghargai, saling membutuhkan.
III. KEMESRAAN
Kemesran berasal dari kata mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga.
Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang mendalam. Filsuf Rusia, Salovjef dalam bukunya kasih mengatakan “jika seorang pemuda jatuh cinta pada seorang gadis secara serius, is terlempar keluar dari cinta diri. Ia mulai hidup untuk orang lain”.
Kemampuan mencintai memberi nilai hidup kita, dan menjadi ukuran terpenting dalam menentukan apakah kita maju atau tidak dalam evolusi kita.
Dari uraian di atas terlihat betapa agung dan sucinya cinta itu. Bila seorang mengobral cinta, maka orang itu termasuk nilai cinta, yang berarti menurunkan martabat dirinnya sendiri. Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya.
Tingkat Kemesraan :
a. Kemesraan Dalam Tingkat Remaja
Yaitu masa dimana remaja meiliki kematangan organ kelamin yang menyebabkan dorongan seksualitasnya kuat (heterosexsual). Pada saat demikian cinta erotis berkembang sehingga bila tidak hati-hati akan terjerumus dalam nafsu semata.
b. Kemesraan Dalam Rumah Tangga
Merupakan kemesraan atau hubungan akrab antara suami istri dalam perkawinan. Biasanya pada tahun-tahun pertama perkawinan kemesraan masih sangat terasa, tapi seiring berjalannya waktu dan kebutuhan yang semakin banyak kadang-kadang kemesraan yang ada mulai luntur.
c. Kemesraan Manusia Usia Lanjut
Kemesraan bagi manula berbeda dengan kemesraan waktu remaja, kemesraan itu dapat diwujudkan pada waktu makan, duduk, jalan-jalan, menonton televise, membaca Koran secara bersama.
IV. PEMUJAAN
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini ialah karena pemujaan kepada tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.
Tuhan adalah pencipta, tetapi tuhan juga penghancur segalanya, bila manusia mengabaikan segala perintahnya. Karena itu ketakutan manusia selalu mendampingi hidupnya dan untuk menghilangkan ketakutan itu manusia memujanya.
Karena itu jelaslah bagi kita semua, bahwa pemujaan kepada tuhan adalah bagian hidup manusia, karena Tuhan pencipta semesta termasuk manusia itu sendiri. Dan penciptaan semesta untuk manusia.
Pemujaan-pemujaan itu sebenarnya karena manusia ingin berkomunikasi dengan Tuhannya. Hal ini berarti manusia mohon ampun atas segala dosanya. Mohon perlindungan, mohon dilimpahkan kebijaksanaan, agar ditunjukkan jalan yang benar, mohon ditambahkan segala kekutangan yang ada padanya, dan lain-lain.
V. Kesimpulan
Setiap manusia memiliki rasa cinta kasih didalam diri mereka masing-masing. Cinta dapat dirasakan oleh seluruh umat manusia tanpa terkecuali. Cinta terhadap diri sendiri dan Tuhan merupakan wujud dari rasa bersyukur kita terhadap yang Maha Kuasa. Berarti kita mensyukuri dengan apa yang telah diberikan dan mampu memberikan rasa itu kepada sesama kita manusia. Rasa cinta yang tumbuh didalam keluarga bisa memberikan rasa aman dan nyaman untuk semua penghuni rumah tersebut. Rasa cinta yang sesungguhnya adalah rasa cinta tanpa memikirkan arti kepuasaan hawa nafsu tetapi merupakan ketulusan yang harus diberikan. Kembangkan lah rasa Cinta itu dalam kehidupan sehari-hari karena hanya dengan Cinta hidup ini akan terasa indah dan damai.
I. Pengertian Cinta Kasih
Cinta adalah rasa sangat suka atau sayang (kepada) atau pun rasa sangat kasih atau sangat tertarik hatinya. Sedangkan kata Kasih, artinya perasaan sayang atau cinta (kepada) atau menaruh belas kasihan. Dengan demikian cinta kasih dapat diartikan sebagai perasaan suka (sayang) kepada seseorang yang disertai dengan menaruh belas kasihan.
Cinta sama sekali bukan nafsu, pernyataan tersebut sangat penting khususnya bagi remaja yang tingkat nafsu seksualnya sedang bergejolak. Perbedaan antara cinta dan nafsu adalah :
1. Cinta bersifat manusia, hanya pada manusialah Cinta timbul dan berkembang, sedangkan pada binatang terbats pada naluri untuk melindungi.
2. Cinta bersifat rokhaniah, sedangkan cinta sifatnya jasmaniah. Rasa cinta dapat memberikan semangat dalam hidup bagi orang yang mencintai dan bagi yang menerimanya, dirasakan sebagai kebahagiaan. Sedangkan nafsu cenderung memuaskan dorongan seks semata.
3. Cinta menunjukkan perilaku memberi, sedangkan nafsu senantiasa menuntut.
Dalam bukunya Seni Mencintai, Erich Fromm (1983:24-27) menyebutkan bahwa cinta itu terutama memberi bukan menerima. Cinta selalu menyatakan unsur-unsur dasar tertentu yaitu: Pengasuhan, contohnya adalah cinta seorang ibu kepada anaknya.
A. Tanggung Jawab, adalah tindakan yang benar-benar berdasar atas suka rela, oleh karena itu tanggung jawab merupakan penyelenggaraan atas kebutuhan fisik.
B. Perhatian, merupakan suatu perbuatan yang bertujuan untuk mengembangkan pribadi orang lain, terutama agar mau membuka dirinya, memperhatikan sebagaimana adanya.
C.Pengenalan, merupakan keinginan untuk mengetahui rahasia manusia.
Pengertian tentang cinta juga diungkapkan oleh Dr. Salito W. Sarwono dalam artikel yang berjudul Segitiga Cinta, bukan Cinta Segitiga. Dikatakan bahwa cinta yang ideal memiliki 3 unsur yaitu keterikatan, keintiman, kemesraan.
4. Keterikatan yaitu adanya perasaan untuk hanya bersama orang yang dicintai, segala prioritas hanya untuk dia.
5. Keintiman yaitu adanya kebiasaan-kebiasaan dan tingkah laku yang menunjukkan bahwa tidak ada jarak lagi, sehingga panggilan formal digantikan dengan sekedar memanggil nama, atau sebutan lain seperti lain seperti sayang, makan/minum dari satu piring/cangkir, tidak saling menyimpan rahasia, dst.
6. Kemesraan yaitu rasa ingin membelai atau dibelai, rasa kengen apabila jauh atau lama tidak bertemu, ucapan-ucapan yang mengatakan sayang, saling mencium, merangkul, dsb.
Setelah diberikan uraian tentang cinta sejati oleh tiga ahli di atas, berikut ini akan dijelaskan masalah kasih. Telah dikemukakan bahwa kasih adalah perasaan sayang atau cinta kepada atau menaruh belas kasih.
Selain pengertian yang dikemukakan oleh Dr. Sarlito, lain halnya pengertian cinta yang dikemukakan oleh Dr. Abdullah Nasih Ulwan, dalam bukunya manajemen cinta. Cinta adalah perasaan jiwa dan gejolak hati yang mendorong seseorang untuk mencintai kekasihnya dengan penuh gairah, lembut dan kasih sayang.
CINTA MENURUT AJARAN AGAMA :
1.Cinta Diri.
2.Cinta Kepada Sesama Manusia.
3.Cinta Seksual.
4.Cinta Kebapakan.
5.Cinta Kepada Rasul.
II. KASIH SAYANG
Pengertian kasih sayang menurut kamus umum bahasa Indonesia karangan W.J.S.Poerwardarminta adalah perasaan sayang, perasaan cinta atau perasaan suka kepada seseorang. Dalam kasih sayang sadar atau tidak sadar dari masing-masing pihak dituntut tanggung jawab, pengorbanan, kejujuran, saling percaya, saling pengertian, saling terbuka, sehingga keduaanya merupakan kesatuan yang bulat dan utuh.
Kasih Sayang, dasar komunikasi dalam suatu keluarga. Komunikasi antara anak dan orang tua. Pada prinsipnya anak terlahir dan terbentuk sebagai hasil curahan kasih sayang orang tuanya. Pengembangan watak anak dan selanjutnya tak boleh lebih dari kasih sayang dan perhatian orang tua. Suatu hubunan yang harmonis akan terjadi bila hal itu terjadi secara timbal balik antara orang tua dan anak.
Adanya kasih sayang ini mempengaruhi kehidupan si anak dalam masyarakat. Orang tua dalam memberikan kasih sayangnya bermacam-macam demikian pula sebalikya. Dari cara pemberian cinta kasih ini dapat dibedakan :
a. Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat pasif.
Dalam hal ini orang tua memberikan kasih sayang terhadap anaknya baik berupa moral-materiil dengan sebanyak-banyaknya, dan si anak menerima saja, mengiyakan, tanpa memberikan respon. Hal ini menyebabkan si anak menjadi takut, kurang berani dalam masyarakat, tidak berani menyatakan pendapat, minder, sehingga si anak tidak mampu berdiri sendiri di dalam masyarakat.
b. Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat aktif.
Dalam hal ini si anak berlebih-lebihan memberikan kasih sayang terhadap orang tuanya, kasih sayang ini di berikan secara sepihak, orang tua mendiamkan saja tingakah laku si anak, tidak memberikan perhatian apa yang diperbuat si anak.
c. Orang tua bersifat pasif, si anak bersifat pasif.
Disini jelas bahwa masing-masing membawa hidupnya, tingkah lakunya sendiri-sendiri, tanpa saling memperhatikan. Kehidupan keluarga sangat dingin, tidak ada kasih sayang, masing-masing membawa caranya sendiri, tidak ada tegur jika tidak perlu. Orang tua hanya memenuhi dalam bidang materi saja.
d. Orang tua bersifat aktif, si anak bersifat aktif.
Dalam hal ini orang tua dan anak saling memberikan kasih sayang dengan sebanyak-banyaknya. Sehingga hubungan antara orang tua dan anak sangat intim dan mesra, saling mencintai, saling menghargai, saling membutuhkan.
III. KEMESRAAN
Kemesran berasal dari kata mesra, yang artinya perasaan simpati yang akrab. Kemesraan ialah hubungan yang akrab baik antara pria wanita yang sedang dimabuk asmara maupun yang sudah berumah tangga.
Kemesraan pada dasarnya merupakan perwujudan kasih sayang mendalam. Filsuf Rusia, Salovjef dalam bukunya kasih mengatakan “jika seorang pemuda jatuh cinta pada seorang gadis secara serius, is terlempar keluar dari cinta diri. Ia mulai hidup untuk orang lain”.
Kemampuan mencintai memberi nilai hidup kita, dan menjadi ukuran terpenting dalam menentukan apakah kita maju atau tidak dalam evolusi kita.
Dari uraian di atas terlihat betapa agung dan sucinya cinta itu. Bila seorang mengobral cinta, maka orang itu termasuk nilai cinta, yang berarti menurunkan martabat dirinnya sendiri. Kemesraan dapat menimbulkan daya kreativitas manusia. Dengan kemesraan orang dapat menciptakan berbagai bentuk seni sesuai dengan kemampuan dan bakatnya.
Tingkat Kemesraan :
a. Kemesraan Dalam Tingkat Remaja
Yaitu masa dimana remaja meiliki kematangan organ kelamin yang menyebabkan dorongan seksualitasnya kuat (heterosexsual). Pada saat demikian cinta erotis berkembang sehingga bila tidak hati-hati akan terjerumus dalam nafsu semata.
b. Kemesraan Dalam Rumah Tangga
Merupakan kemesraan atau hubungan akrab antara suami istri dalam perkawinan. Biasanya pada tahun-tahun pertama perkawinan kemesraan masih sangat terasa, tapi seiring berjalannya waktu dan kebutuhan yang semakin banyak kadang-kadang kemesraan yang ada mulai luntur.
c. Kemesraan Manusia Usia Lanjut
Kemesraan bagi manula berbeda dengan kemesraan waktu remaja, kemesraan itu dapat diwujudkan pada waktu makan, duduk, jalan-jalan, menonton televise, membaca Koran secara bersama.
IV. PEMUJAAN
Pemujaan adalah salah satu manifestasi cinta manusia kepada tuhannya yang diwujudkan dalam bentuk komunikasi ritual. Kecintaan manusia kepada Tuhan tidak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. Hal ini ialah karena pemujaan kepada tuhan adalah inti, nilai dan makna kehidupan yang sebenarnya.
Tuhan adalah pencipta, tetapi tuhan juga penghancur segalanya, bila manusia mengabaikan segala perintahnya. Karena itu ketakutan manusia selalu mendampingi hidupnya dan untuk menghilangkan ketakutan itu manusia memujanya.
Karena itu jelaslah bagi kita semua, bahwa pemujaan kepada tuhan adalah bagian hidup manusia, karena Tuhan pencipta semesta termasuk manusia itu sendiri. Dan penciptaan semesta untuk manusia.
Pemujaan-pemujaan itu sebenarnya karena manusia ingin berkomunikasi dengan Tuhannya. Hal ini berarti manusia mohon ampun atas segala dosanya. Mohon perlindungan, mohon dilimpahkan kebijaksanaan, agar ditunjukkan jalan yang benar, mohon ditambahkan segala kekutangan yang ada padanya, dan lain-lain.
V. Kesimpulan
Setiap manusia memiliki rasa cinta kasih didalam diri mereka masing-masing. Cinta dapat dirasakan oleh seluruh umat manusia tanpa terkecuali. Cinta terhadap diri sendiri dan Tuhan merupakan wujud dari rasa bersyukur kita terhadap yang Maha Kuasa. Berarti kita mensyukuri dengan apa yang telah diberikan dan mampu memberikan rasa itu kepada sesama kita manusia. Rasa cinta yang tumbuh didalam keluarga bisa memberikan rasa aman dan nyaman untuk semua penghuni rumah tersebut. Rasa cinta yang sesungguhnya adalah rasa cinta tanpa memikirkan arti kepuasaan hawa nafsu tetapi merupakan ketulusan yang harus diberikan. Kembangkan lah rasa Cinta itu dalam kehidupan sehari-hari karena hanya dengan Cinta hidup ini akan terasa indah dan damai.
Manusia Dan Kebudayaan
A. Manusia
Manusia dialam semesta ini memegang peranan yang unik dan dapat dipandang dari banyak segi. Dalam ilmu eksakta, manusia dipandang sebagai kumpulan partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan system yang dimiliki oleh manusia( ilmu kimia ). Manusia merupakan kumpulan dari berbagai system fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan energy ( ilmu fisika ). Manusia merupakan mahkluk biologis yang tergolong dalam mahkluk mamalia ( biologi ). Dalam ilmu social manusia merupakan mahkluk yang ingin memperoleh keuntungan / selalu memperhitungkan setiap kegiatan sehingga manusia sering disebut Homo Economicus ( ilmu ekonomi ). Manusia sebagai mahkluk yang tidak dapat berdiri sendiri ( sosiolgi ), mahkluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan ( politik ) mahluk yang berbudaya yang sering disebut Homo-Humanus ( filsafat ) dan lain sebagainya.
Unsur-unsur yang membangun manusia terdiri dari dua sudut pandang :
1) Manusia terdiri dari empat unsure yang saling terkait, yaitu
a. Jasad : badan kasar manusia yang Nampak dari luar, dapat diraba, difoto, dan menenmpati ruang dan waktu
b. Hayat : mengandung unsure hidup, yang ditandai dengan gerak
c. Roh : bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebeneran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan
d. Nafsu : kesadaran tentang diri sendiri
2) Manusia sebagai kepribadian yang mengandung tiga unsur :
a. Id : struktur kepribadian yang paling primitive dan paling tidak Nampak. Id merupakan libido murni / energy psikis yang menunjukan ciri alami yang irrasional dan terkait dengan sex.
b. Ego : sturktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seirngkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan energy Id ke dalam saluran social yang dapat dimengerti oleh orang lain.
c. Superego : struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia lima tahun. dibandingkan dengan Id dan Ego yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal.
B. Hakekat Manusia
a. Mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dan dirasa. Wujudnya konkrit tetapi tidak abadi, berbeda dengan jiwa yang terdapat didalam tubuh tetapi abadi.
b. Mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan mahluk lainny.
Kesempurnaan terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaan, dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia. Dengan akal (ratio) manusia mampu menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Beberapa perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia misalnya :
1) Perasaan Itelektual
→ perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan. Contoh : perasaan senang atau puas serta tidak senang dan tidak puas.
2) Perasaan Estetis
→ perasaan yang berkanaan dengan keindahan. Contoh : senang apabila melihat / mendengar sesuatu yang indah.
3) Perasaan Etis
→ perasaan yang berkenaan dengan kebaikan. Contoh : senang bila mendapatkan yang baik, benci apabila mendapatkan sesuatu yang jahat.
4) Perasaan diri
→ perasaan yang berkenaan dengan harga diri karena ada kelebihan dari yang lain. Contoh : angkuh, sombong, merasa tinggi (kelebihan), rendah diri / minder (kekurangan).
5) Perasaan Sosial
→ perasaan yang berkenaan dengan kelompok / korp / hidup bermasyarakat. Contoh : berhasil senang, gagal / memperoleh musibah sedih.
6) Perasaan Religius
→ perasaan yang berkenaan dengan agama dan kepercayaan. Contoh : mematuhi dan menjauhi segala larangan-Nya.
c. Mahluk biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi
Manusia merupakan interaksi factor-faktor hayati dan budayawi. Dari segi hayati manusia dapat dipelajari dari segi anatomi, fisiologi / faal, biokimia, psikobiologi, genetika, biodemografi, evolusi biologisnya, dsb. Sedangkan dari segi budayawi dapat dipelajari dari segi-segi kemasyarakatan, kekerabatan, psikologi social, kesenian, ekonomi, perkakas, bahasa, dsb.
d. Mahluk ciptaan Tuhan yang terikat lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.
Soren Kienkegaard seorang filsuf dari Denmark pelopor ajaran “eksistensialisme” memandang hidup manusia dalam konteks kehidupan konkret adalah mahluk alamiah yang terikat dengan lingkungan. Hidup manusia mempunyai tiga taraf, yaitu estetis, stis, dan religius.
C. Pengertian Kebudayaan
Menurut Melville J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski : Cultural Determinism berarti segala sesuatu yang terdapat didalam masyarakat ditentukan adanya kebudayaan oleh masayarakat itu sendiri. Herkovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang superorganic, karena kebudayaan yang turun temurun dari generasi ke generasi hidup terus menerus.
Jika dikaji dari asal bahasa Sansekerta kebudayaan berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. Dalam bahsa Latin kebudayaan berasal dari kata Colere yang berarti mengolah tanah. Jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya ; atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya didalam lingkungannya.
Dengan demikian kebudayaan mencakup segala aspek kehidupan manusia, baik yang sifatnya material, sperti perkakas dan teknologi,maupun yang non-material seperti nilai kehidupan dan seni-seni tertentu.
Definisi Budaya menurut para ahli :
1. E.B. Taylor (1871)
→ kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hokum, adat istiadat, dan kemampuan serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
2. Selo Sumarjan dan Soelaeman Soemardi
→ kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah yang diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitanya.\
3. Sutan Takdir Alisyahbana
→ kebudayaan adalah manisfestasi dari cara berpikir, hal ini amat luas dengan apa yang disebut sebagai kebudayaan, sebab semua laku dan perbuatan tercakup didalamnya, dan dapat diungkapkan pada basis dan cara berpikirdan juga perasaan.
4. Koentjaraningrat
→ kebudayaan berarti keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakan dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.
5. A.L. Krober dan C. Kluckhon
→ kebudayaan adalah manifestasi atau penjelmaan kerja manusia dalam arti seluas-luasnya.
6. C.A. Van Peursen
→ kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang, dan kehidupan setiap kelompok orang-orang berlainan dengan hewan-hewan, maka manusia tidak hidup begitu saja ditengah alam, melainkan selalu mengubah alam.
7. Kroeber dan Kluckhon
→ kebudayaan terdiri dari berbagiai pola, bertingkah laku mantap, pikiran, perasaan dan reksi yang diperolaeh dan terutama diturunkan oleh simbol-simbol yang menyusun pencapaiannya secara tersendiri dari kelompok-kelompok manusia, termasuk didalamnya perwujudan benda-benda materi, pusat esensi kebudayaan terdiri atas tradisi dan cita-cita atau paham, dan terutama keterikatan terhadap nila-nilai.
Unsur-unsur kebudayaan
Menurut Melville J. Herkovits mengajukan empat unsur kebudayaan, yaitu perkakas, system ekonomi, keluarga, dan kekuatan politik. Sedangkan Bronislaw Malinowski mengatakan bahwa unsur-unsur kebudayaan terdiri dari system norma, organisasi ekonomi, alat-alat atau lembaga atau petugas pendidikan dan organisaai kekuatan.
Menurut C. Kluckhon didalam karyanya yang berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan bahwa terdapat tujuh kategori. Diantaranya yaitu system religi, system organisasi kemasyarakatan, system pengetahuan, system mata pencaharian dan system ekonomi, system teknologi dan peralatan, bahsa dan kesenian.
D. Kaitan Manusia dan Kebudayaan
Secara sederhana hubungan antara manusia dengan kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakn manusia. Dalam sosiologi keduanya dinilai sebagai dwitunggal, walaupun berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan kemudian manusia diatur oleh kebuadayaan tersebut.
Dari sisi lain hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan msayarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling terkait satu sama lain. Proses dialektis tercipta melalui tiga tahap yaitu :
1. Eksternalisasi, yaitu proses dimana mannusia mengapresiasikan dirinya dengan membangun dunianya.
2. Obyektivitasi, yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia.
3. Internalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik.
Manusia dan kebudayaan atau manusia dan masyarakat, oleh karena itu mempunyai hubungan keterkaitan yang erat satu sama lain. Pada kondisi sekarang ini kita tidak dapat lagi membedakan mana yang lebih awal muncul manusia atau kebudayaan. Analisa terhadap keberadaan keduanya harus menyertakan pembatsan masalah dan waktu penganalisaan dapat dilakukan dengan lebih cermat.
Manusia dialam semesta ini memegang peranan yang unik dan dapat dipandang dari banyak segi. Dalam ilmu eksakta, manusia dipandang sebagai kumpulan partikel-partikel atom yang membentuk jaringan-jaringan system yang dimiliki oleh manusia( ilmu kimia ). Manusia merupakan kumpulan dari berbagai system fisik yang saling terkait satu sama lain dan merupakan kumpulan energy ( ilmu fisika ). Manusia merupakan mahkluk biologis yang tergolong dalam mahkluk mamalia ( biologi ). Dalam ilmu social manusia merupakan mahkluk yang ingin memperoleh keuntungan / selalu memperhitungkan setiap kegiatan sehingga manusia sering disebut Homo Economicus ( ilmu ekonomi ). Manusia sebagai mahkluk yang tidak dapat berdiri sendiri ( sosiolgi ), mahkluk yang selalu ingin mempunyai kekuasaan ( politik ) mahluk yang berbudaya yang sering disebut Homo-Humanus ( filsafat ) dan lain sebagainya.
Unsur-unsur yang membangun manusia terdiri dari dua sudut pandang :
1) Manusia terdiri dari empat unsure yang saling terkait, yaitu
a. Jasad : badan kasar manusia yang Nampak dari luar, dapat diraba, difoto, dan menenmpati ruang dan waktu
b. Hayat : mengandung unsure hidup, yang ditandai dengan gerak
c. Roh : bimbingan dan pimpinan Tuhan, daya yang bekerja secara spiritual dan memahami kebeneran, suatu kemampuan mencipta yang bersifat konseptual yang menjadi pusat lahirnya kebudayaan
d. Nafsu : kesadaran tentang diri sendiri
2) Manusia sebagai kepribadian yang mengandung tiga unsur :
a. Id : struktur kepribadian yang paling primitive dan paling tidak Nampak. Id merupakan libido murni / energy psikis yang menunjukan ciri alami yang irrasional dan terkait dengan sex.
b. Ego : sturktur kepribadian yang pertama kali dibedakan dari Id, seirngkali disebut sebagai kepribadian “eksekutif” karena peranannya dalam menghubungkan energy Id ke dalam saluran social yang dapat dimengerti oleh orang lain.
c. Superego : struktur kepribadian yang paling akhir, muncul kira-kira pada usia lima tahun. dibandingkan dengan Id dan Ego yang berkembang secara internal dalam diri individu, superego terbentuk dari lingkungan eksternal.
B. Hakekat Manusia
a. Mahluk ciptaan Tuhan yang terdiri dari tubuh dan jiwa sebagai satu kesatuan yang utuh.
Tubuh adalah materi yang dapat dilihat, diraba, dan dirasa. Wujudnya konkrit tetapi tidak abadi, berbeda dengan jiwa yang terdapat didalam tubuh tetapi abadi.
b. Mahluk ciptaan Tuhan yang paling sempurna, jika dibandingkan dengan mahluk lainny.
Kesempurnaan terletak pada adab dan budayanya, karena manusia dilengkapi oleh penciptanya dengan akal, perasaan, dan kehendak yang terdapat didalam jiwa manusia. Dengan akal (ratio) manusia mampu menciptakan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Beberapa perasaan luhur yang hanya terdapat pada manusia misalnya :
1) Perasaan Itelektual
→ perasaan yang berkenaan dengan pengetahuan. Contoh : perasaan senang atau puas serta tidak senang dan tidak puas.
2) Perasaan Estetis
→ perasaan yang berkanaan dengan keindahan. Contoh : senang apabila melihat / mendengar sesuatu yang indah.
3) Perasaan Etis
→ perasaan yang berkenaan dengan kebaikan. Contoh : senang bila mendapatkan yang baik, benci apabila mendapatkan sesuatu yang jahat.
4) Perasaan diri
→ perasaan yang berkenaan dengan harga diri karena ada kelebihan dari yang lain. Contoh : angkuh, sombong, merasa tinggi (kelebihan), rendah diri / minder (kekurangan).
5) Perasaan Sosial
→ perasaan yang berkenaan dengan kelompok / korp / hidup bermasyarakat. Contoh : berhasil senang, gagal / memperoleh musibah sedih.
6) Perasaan Religius
→ perasaan yang berkenaan dengan agama dan kepercayaan. Contoh : mematuhi dan menjauhi segala larangan-Nya.
c. Mahluk biokultural, yaitu mahluk hayati yang budayawi
Manusia merupakan interaksi factor-faktor hayati dan budayawi. Dari segi hayati manusia dapat dipelajari dari segi anatomi, fisiologi / faal, biokimia, psikobiologi, genetika, biodemografi, evolusi biologisnya, dsb. Sedangkan dari segi budayawi dapat dipelajari dari segi-segi kemasyarakatan, kekerabatan, psikologi social, kesenian, ekonomi, perkakas, bahasa, dsb.
d. Mahluk ciptaan Tuhan yang terikat lingkungan (ekologi), mempunyai kualitas dan martabat karena kemampuan bekerja dan berkarya.
Soren Kienkegaard seorang filsuf dari Denmark pelopor ajaran “eksistensialisme” memandang hidup manusia dalam konteks kehidupan konkret adalah mahluk alamiah yang terikat dengan lingkungan. Hidup manusia mempunyai tiga taraf, yaitu estetis, stis, dan religius.
C. Pengertian Kebudayaan
Menurut Melville J. Herkovits dan Bronislaw Malinowski : Cultural Determinism berarti segala sesuatu yang terdapat didalam masyarakat ditentukan adanya kebudayaan oleh masayarakat itu sendiri. Herkovits memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang superorganic, karena kebudayaan yang turun temurun dari generasi ke generasi hidup terus menerus.
Jika dikaji dari asal bahasa Sansekerta kebudayaan berasal dari kata budhayah yang berarti budi atau akal. Dalam bahsa Latin kebudayaan berasal dari kata Colere yang berarti mengolah tanah. Jadi kebudayaan secara umum dapat diartikan sebagai “segala sesuatu yang dihasilkan oleh akal budi (pikiran) manusia dengan tujuan untuk mengolah tanah atau tempat tinggalnya ; atau dapat pula diartikan segala usaha manusia untuk dapat melangsungkan dan mempertahankan hidupnya didalam lingkungannya.
Dengan demikian kebudayaan mencakup segala aspek kehidupan manusia, baik yang sifatnya material, sperti perkakas dan teknologi,maupun yang non-material seperti nilai kehidupan dan seni-seni tertentu.
Definisi Budaya menurut para ahli :
1. E.B. Taylor (1871)
→ kompleks yang mencakup pengetahuan, kepercayaan, kesenian, moral, hokum, adat istiadat, dan kemampuan serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
2. Selo Sumarjan dan Soelaeman Soemardi
→ kebudayaan sebagai semua hasil karya, rasa dan cipta masyarakat. Karya masyarakat menghasilkan teknologi dan kebudayaan kebendaan atau kebudayaan jasmaniah yang diperlukan oleh manusia untuk menguasai alam sekitanya.\
3. Sutan Takdir Alisyahbana
→ kebudayaan adalah manisfestasi dari cara berpikir, hal ini amat luas dengan apa yang disebut sebagai kebudayaan, sebab semua laku dan perbuatan tercakup didalamnya, dan dapat diungkapkan pada basis dan cara berpikirdan juga perasaan.
4. Koentjaraningrat
→ kebudayaan berarti keseluruhan gagasan dan karya manusia yang harus dibiasakan dengan belajar beserta keseluruhan dari hasil budi pekertinya.
5. A.L. Krober dan C. Kluckhon
→ kebudayaan adalah manifestasi atau penjelmaan kerja manusia dalam arti seluas-luasnya.
6. C.A. Van Peursen
→ kebudayaan diartikan sebagai manifestasi kehidupan setiap orang, dan kehidupan setiap kelompok orang-orang berlainan dengan hewan-hewan, maka manusia tidak hidup begitu saja ditengah alam, melainkan selalu mengubah alam.
7. Kroeber dan Kluckhon
→ kebudayaan terdiri dari berbagiai pola, bertingkah laku mantap, pikiran, perasaan dan reksi yang diperolaeh dan terutama diturunkan oleh simbol-simbol yang menyusun pencapaiannya secara tersendiri dari kelompok-kelompok manusia, termasuk didalamnya perwujudan benda-benda materi, pusat esensi kebudayaan terdiri atas tradisi dan cita-cita atau paham, dan terutama keterikatan terhadap nila-nilai.
Unsur-unsur kebudayaan
Menurut Melville J. Herkovits mengajukan empat unsur kebudayaan, yaitu perkakas, system ekonomi, keluarga, dan kekuatan politik. Sedangkan Bronislaw Malinowski mengatakan bahwa unsur-unsur kebudayaan terdiri dari system norma, organisasi ekonomi, alat-alat atau lembaga atau petugas pendidikan dan organisaai kekuatan.
Menurut C. Kluckhon didalam karyanya yang berjudul Universal Categories of Culture mengemukakan bahwa terdapat tujuh kategori. Diantaranya yaitu system religi, system organisasi kemasyarakatan, system pengetahuan, system mata pencaharian dan system ekonomi, system teknologi dan peralatan, bahsa dan kesenian.
D. Kaitan Manusia dan Kebudayaan
Secara sederhana hubungan antara manusia dengan kebudayaan adalah manusia sebagai perilaku kebudayaan dan kebudayaan merupakan obyek yang dilaksanakn manusia. Dalam sosiologi keduanya dinilai sebagai dwitunggal, walaupun berbeda tetapi keduanya merupakan satu kesatuan. Manusia menciptakan kebudayaan kemudian manusia diatur oleh kebuadayaan tersebut.
Dari sisi lain hubungan antara manusia dan kebudayaan ini dapat dipandang setara dengan hubungan antara manusia dengan msayarakat dinyatakan sebagai dialektis, maksudnya saling terkait satu sama lain. Proses dialektis tercipta melalui tiga tahap yaitu :
1. Eksternalisasi, yaitu proses dimana mannusia mengapresiasikan dirinya dengan membangun dunianya.
2. Obyektivitasi, yaitu proses dimana masyarakat menjadi realitas obyektif, yaitu kenyataan yang terpisah dari manusia dan berhadapan dengan manusia.
3. Internalisasi, yaitu proses dimana masyarakat disergap kembali oleh manusia. Maksudnya bahwa manusia mempelajari kembali masyarakatnya sendiri agar dia dapat hidup dengan baik.
Manusia dan kebudayaan atau manusia dan masyarakat, oleh karena itu mempunyai hubungan keterkaitan yang erat satu sama lain. Pada kondisi sekarang ini kita tidak dapat lagi membedakan mana yang lebih awal muncul manusia atau kebudayaan. Analisa terhadap keberadaan keduanya harus menyertakan pembatsan masalah dan waktu penganalisaan dapat dilakukan dengan lebih cermat.
Konsep Ilmu Budaya Dasar dalam Kesusastraan
Konsep Ilmu Budaya Dasar dalam kesusastraan
A. Pendekatan Kesusastraan.
IBD dinamakan Basic Humanities,berasal dari basaha inggris The Humanities,dan bahasa latin Humanus yang berarti manusia,berbudaya,dan halus. Maka dengan mempelajari The Humanities orang akan menjadi lebih manusiawi,berbudaya dan halus.
Karya sastra adalah penjabaran abstraksi, namun filsafat yang menggunakan bahasa juga disebut abstrasi. Maka abstrak adalah cinta kasih,kebahagian,kebebasan dan lainnya yang digarap oleh filsafat.
B. IBD yang dihubungkan Prosa.
Prosa kadang disebut naratis fiction,prose fiction atau fiction saja. Dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai cerita rekaan dan diartikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pameran,lakuan,peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi.
Dalam kesusastraan kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru.
Prosa lama meliputi :
Dongeng : Cerita sederhana yang tidak benar-benar terjadi.
Hikayat : Cerita pelipur lara yang sulit diterima akal,merupakan cerita rekaan,namun memiliki pesan dan amanat bagi pembacanya.
Sejarah : Kejadian masa lampau yang benar-benar terjadi atau riwayat asal-usul keturunan.
Epos.
Cerita Pelipur Lara.
Prosa baru Meliputi :
Cerpen : Suatu bentuk prosa naratif fiktif,cenderung padat dan langsung pada tujuannya,mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokoh,plot,tema bahasa dan insight.
Novel : Karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif,biasanya berbentuk cerita.
Biografi : Kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang.
Kisah : Satuan naratif yang seringkali dibedakan dari cerita,seperti “Kisah Abdullah dari Singapura ke Kelantan”.
Otobiografi : Biografi yang ditulis oleh subyeknya (dikarang bersama dengan penulis lain disebutkan sebagai “sebagaimana” atau “dengan”).
C. Nilai-nilai dalam prosa fiksi.
Nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra adalah :
1. Prosa fiksi memberikan kesenangan.
→ Keistimewaanya pembaca dapat pengalaman seperti mengalami sendiri peristiwa tersebut.
2. Prosa fiksi memberikan informasi
→Fiksi memberi informasi sejenis yang tidak ada di ensiklopedia
3. Prosa fiksi memberikan warisan kultural
→ Prosa fiksi menstimulasi imaginasi, sarana bagi pemindahan, dan merupakan warisan budaya bangsa.
4. Prosa memberikan keseimbangan wawasan
→ Dengan prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan dengan pengalamannya bersama individu lain.
Berkenaan dengan moral,karya sastra dibagi dua,yaitu :
1. Karya sastra yang menyuarakan aspirasi zamanya, mengajak pembaca mengikuti yang dikehendaki zamannya.
2. Karya sastra yang menyuarakan gejolak zammannya, Mengajak pembaca untuk merenung.
D. IBD Yang dihubungkan Dengan Puisi
Puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam dan Tuhan melalui media bahasa artistik/estetik yang padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.
Kepuitisan, keartistikan/keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreatifitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :
1. Figura bahasa gaya personifikasi, metafora, perbandingan alegori, sehingga puisi menarik.
2. Kata-kata yang ambiquitas, yaitu kata-kata yang bermakna ganda.
3. Kata-kata yang berjiwa, yaitu kata-kata yang sudah berisi suasana tertentu,berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup.
4. Kata yang berkonotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi nilai-nilai, rasa,dan asosiasi-asosiasi tertentu.
Alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan IBD, karena :
1. Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia
Perekaman dan penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut “pengalaman perwakilan“. Pendekatan pada pengalaman perwakilan dapat dilakukan dengan suatu kemampuan yang disebut ” Imaginative Entry “.
2. Puisi dan Keinsyafan / Kesadaran Individual
Dengan puisi mahasiswa dapat menjenguk hati/pikiran manusia,baik diri sendiri maupun orang lain.
3. Puisi dan keinsyafan sosial.
Puisi memberitahukan manusia sebagai mahluk sosial yang terlibat dalam isu dan masalah sosial.
Secara imajinatif puisi menafsirkan situasi dasar manusia sosial berupa :
☺Penderitaan atas ketidakadilan.
☺Perjuangan untuk kekuasaan.
☺Konflik dengan sesamanya.
☺Pemberontakan kepada hukumTuhan.
Puisi sarat akan nilai etika, estetika dan kemanusiaan. Nilai kemanusiaan yang banyak mewarnai puisi adalah Cinta Kasih yang didalamnya terdapat kasih sayang,cinta, kemesraan dan renungan.
A. Pendekatan Kesusastraan.
IBD dinamakan Basic Humanities,berasal dari basaha inggris The Humanities,dan bahasa latin Humanus yang berarti manusia,berbudaya,dan halus. Maka dengan mempelajari The Humanities orang akan menjadi lebih manusiawi,berbudaya dan halus.
Karya sastra adalah penjabaran abstraksi, namun filsafat yang menggunakan bahasa juga disebut abstrasi. Maka abstrak adalah cinta kasih,kebahagian,kebebasan dan lainnya yang digarap oleh filsafat.
B. IBD yang dihubungkan Prosa.
Prosa kadang disebut naratis fiction,prose fiction atau fiction saja. Dalam bahasa Indonesia diterjemahkan sebagai cerita rekaan dan diartikan sebagai bentuk cerita atau prosa kisahan yang mempunyai pameran,lakuan,peristiwa dan alur yang dihasilkan oleh daya khayal atau imajinasi.
Dalam kesusastraan kita mengenal jenis prosa lama dan prosa baru.
Prosa lama meliputi :
Dongeng : Cerita sederhana yang tidak benar-benar terjadi.
Hikayat : Cerita pelipur lara yang sulit diterima akal,merupakan cerita rekaan,namun memiliki pesan dan amanat bagi pembacanya.
Sejarah : Kejadian masa lampau yang benar-benar terjadi atau riwayat asal-usul keturunan.
Epos.
Cerita Pelipur Lara.
Prosa baru Meliputi :
Cerpen : Suatu bentuk prosa naratif fiktif,cenderung padat dan langsung pada tujuannya,mengandalkan teknik-teknik sastra seperti tokoh,plot,tema bahasa dan insight.
Novel : Karya fiksi prosa yang tertulis dan naratif,biasanya berbentuk cerita.
Biografi : Kisah atau keterangan tentang kehidupan seseorang.
Kisah : Satuan naratif yang seringkali dibedakan dari cerita,seperti “Kisah Abdullah dari Singapura ke Kelantan”.
Otobiografi : Biografi yang ditulis oleh subyeknya (dikarang bersama dengan penulis lain disebutkan sebagai “sebagaimana” atau “dengan”).
C. Nilai-nilai dalam prosa fiksi.
Nilai-nilai yang diperoleh pembaca lewat sastra adalah :
1. Prosa fiksi memberikan kesenangan.
→ Keistimewaanya pembaca dapat pengalaman seperti mengalami sendiri peristiwa tersebut.
2. Prosa fiksi memberikan informasi
→Fiksi memberi informasi sejenis yang tidak ada di ensiklopedia
3. Prosa fiksi memberikan warisan kultural
→ Prosa fiksi menstimulasi imaginasi, sarana bagi pemindahan, dan merupakan warisan budaya bangsa.
4. Prosa memberikan keseimbangan wawasan
→ Dengan prosa fiksi seseorang dapat menilai kehidupan dengan pengalamannya bersama individu lain.
Berkenaan dengan moral,karya sastra dibagi dua,yaitu :
1. Karya sastra yang menyuarakan aspirasi zamanya, mengajak pembaca mengikuti yang dikehendaki zamannya.
2. Karya sastra yang menyuarakan gejolak zammannya, Mengajak pembaca untuk merenung.
D. IBD Yang dihubungkan Dengan Puisi
Puisi adalah ekspresi pengalaman jiwa penyair mengenai kehidupan manusia, alam dan Tuhan melalui media bahasa artistik/estetik yang padu dan utuh dipadatkan kata-katanya.
Kepuitisan, keartistikan/keestetikan bahasa puisi disebabkan oleh kreatifitas penyair dalam membangun puisinya dengan menggunakan :
1. Figura bahasa gaya personifikasi, metafora, perbandingan alegori, sehingga puisi menarik.
2. Kata-kata yang ambiquitas, yaitu kata-kata yang bermakna ganda.
3. Kata-kata yang berjiwa, yaitu kata-kata yang sudah berisi suasana tertentu,berisi perasaan dan pengalaman jiwa penyair sehingga terasa hidup.
4. Kata yang berkonotatif yaitu kata-kata yang sudah diberi nilai-nilai, rasa,dan asosiasi-asosiasi tertentu.
Alasan yang mendasari penyajian puisi pada perkuliahan IBD, karena :
1. Hubungan puisi dengan pengalaman hidup manusia
Perekaman dan penyampaian pengalaman dalam sastra puisi disebut “pengalaman perwakilan“. Pendekatan pada pengalaman perwakilan dapat dilakukan dengan suatu kemampuan yang disebut ” Imaginative Entry “.
2. Puisi dan Keinsyafan / Kesadaran Individual
Dengan puisi mahasiswa dapat menjenguk hati/pikiran manusia,baik diri sendiri maupun orang lain.
3. Puisi dan keinsyafan sosial.
Puisi memberitahukan manusia sebagai mahluk sosial yang terlibat dalam isu dan masalah sosial.
Secara imajinatif puisi menafsirkan situasi dasar manusia sosial berupa :
☺Penderitaan atas ketidakadilan.
☺Perjuangan untuk kekuasaan.
☺Konflik dengan sesamanya.
☺Pemberontakan kepada hukumTuhan.
Puisi sarat akan nilai etika, estetika dan kemanusiaan. Nilai kemanusiaan yang banyak mewarnai puisi adalah Cinta Kasih yang didalamnya terdapat kasih sayang,cinta, kemesraan dan renungan.
Minggu, 09 Januari 2011
Pengertian, Tujuan, dan Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Secara sederhana IBD adalah pengetahuan yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Istilah IBD dikembangkan petama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanities yang berasal dari istilah bahasa Inggris “the Humanities”. Adapun istilah humanities itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang artinya manusia, berbudaya dan halus. Dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus. Dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo humanus atau manusia berbudaya. Agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggung jawabnya yang lain sebagai manusia itu sendiri.
Untuk mengetahui bahwa ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof Dr.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :
1.Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince )
Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Dengan caranya inilah menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, Lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100 : 5 benar dan 100 : 5 salah
2.Ilmu-ilmu sosial ( social scince )
Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100 5 benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia initidak dapat berubah dari saat ke saat.
3.Pengetahuan budaya ( the humanities )
Bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disilpin) seni dan filsafat. Keahlian ini pun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik,dll. Sedangkan ilmu budaya dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain IBD menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kepekaan mahasiswa dalam mengkaji masalah manusia dan kebudayaan.
Ilmu budaya dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa inggris disebut basic humanities. Pengetahuan budaya dalam bahas inggris disebut dengan istilah the humanities. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.
Secara umum pengertian kebudayaan adalah merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.
Pokok-pokok yang terkandung dari beberapa devinisi kebudayaan
1. Kebudayaan yang terdapat antara umat manusia sangat beragam
2. Kebudayaan didapat dan diteruskan melalui pelajaran
3. Kebudayaan terjabarkan dari komponen-komponen biologi, psikologi dan sosiologi
4. Kebudayaan berstruktur dan terbagi dalam aspek-aspek kesenian, bahasa, adat istiadat, budaya daerah dan budaya nasional
Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Penyajian mata kuliah ilmu budaya dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian mata kuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (the humanities) akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nlai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri. Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut IBD diharapkan dapat :
1. Mengenal lebih dalam dirinya sendiri maupun orang lain yang sebelumnya lebih dikenal luarnya saja.
2. Mengenal perilaku diri sendiri maupun orang lain.
3. Sebagai bekal penting untuk pergaulan hidup.
4. Perlu bersikap luwes dalam pergaulan setelah mendalami jiwa dan perasaan manusia serta mau tahu perilaku manusia.
5. Tanggap terhadap hasil budaya manusia secara lebih mendalam sehingga lebih peka terhadap masalah-masalah pemikiran perasaan serta perilaku manusia dan ketentuan yang diciptakannya.
6. Memiliki penglihatan yang jelas pemikiran serta yang mendasar serta mampu menghargai budaya yang ada di sekitarnya dan ikut mengembangkan budaya bangsa serta melestarikan budaya nenek moyang leluhur kita yang luhur nilainya.
7. Sebagai calon pemimpin bangsa serta ahli dalam disiplin ilmu tidak jatuh kedalam sifat-sifat kedaerahan dan kekotaan sebagai disiplin ilmu yang kaku.
8. Sebagai jembatan para saran yang berbeda keahliannya lebih mampu berdialog dan lancar dalam berkomunikasi dalam memperlancar pelaksanaan pembangunan diberbagai bidang mampu memenuhi tuntutan masyarakat yang sedang membangun serta mampu memenuhi tuntutan perguruan tinggi khususnya Dharma pendidikan.
Ilmu Budaya Dasar Merupakan Pengetahuan Tentang Perilaku Dasar-Dasar Dari Manusia
Unsur-unsur kebudayaan
1. Sistem Religi/ Kepercayaan
2. Sistem organisasi kemasyarakatan
3. Ilmu Pengetahuan
4. Bahasa dan kesenian
5. Mata pencaharian hidup
6. Peralatan dan teknologi
Fungsi, Hakekat dan Sifat Kebudayaan Fungsi Kebudayaan
Fungsi kebudayaan adalah untuk mengatur manusia agar dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak dan berbuat untuk menentukan sikap kalau akan berbehubungan dengan orang lain didalam menjalankan hidupnya.
kebudayaan berfungsi sebagai:
1. Suatu hubungan pedoman antar manusia atau kelompok
2. Wadah untuk menyakurkan perasaan-perasaan dan kehidupan lainnya
3. Pembimbing kehidupan manusia
4. Pembeda antar manusia dan binatang
Hakekat Kebudayaan
1. Kebudayaan terwujud dan tersalurkan dari perilaku manusia
2. Kebudayaan itu ada sebelum generasi lahir dan kebudayaan itu tidak dapat hilang setelah generasi tidak ada
3. Kebudayan diperlukan oleh manusia dan diwujudkan dalam tingkah lakunya
4. Kebudayaan mencakup aturan-aturan yang memberikan kewajiban kewajiban
Sifat kebudayaan
1. Etnosentis
2. Universal
3. Alkuturasi
4. Adaptif
5. Dinamis (flexibel)
6. Integratif (Integrasi)
Aspek-aspek kebudayaan
1. Kesenian
2. Bahasa
3. Adat Istiadat
4. Budaya daerah
5. Budaya Nasional
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses perubahan kebudayaan faktor-faktor pendorong proses kebudayaan daerah
1. Kontak dengan negara lain
2. Sistem pendidikan formal yang maju
3. Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan untuk maju
4. Penduduk yang heterogen
5. Ketidak puasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu
Faktor-faktor penghambat proses perubahan kebudayaan
1.faktor dari dalam masyarakat
* Bertambah dan berkurangnya penduduk
* Penemuan-penemuan baru
* Petentangan-pertentangan didalam masyarakat
* Terjadinya pemberontakan didalam tubuh masyarakat itu sendiri
2. faktor dari luar masyarakat
* Berasal dari lingkungan dan fisik yang ada disekitar manusia
* Peperangan dengan negara lain
* Pengaruh kebudayaan masyarakat lain
Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Bertitik tolak dari kerangka tujuan yang telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah IBD. Kedua masalah pokok itu adalah :
1.Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
2.Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.
Melihat kedua pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah IBD, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak hanya sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesama, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan dengan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD. Pokok-pokok bahasan yang dikembangkan adalah :
1.Manusia dan cinta kasih
2.Manusia dan Keindahan
3.Manusia dan Penderitaan
4.Manusia dan Keadilan
5.Manusia dan Pandangan hidup
6.Manusia dan tanggung jawab
7.Manusia dan kegelisahan
8.Manusia dan harapan
Latar belakang ilmu budaya dasar
Latar belakang ilmu budaya dasar dalam konteks budaya, negara, dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut:
1. Kenyataan bahwa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa, dan segala keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan (primodial) kesukuan dan kedaerahan.
2. Proses pembangunan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya. Akibat lebih jauh dari pembenturan nilai budaya ini akan timbul konflik dalam kehidupan.
3. Kemajuan ilmu pengetahuan dalam teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakannya. Hal ini merupakan akibat sifat ambivalen teknologi, yang disamping memiliki segi-segi positifnya, juga memiliki segi negatif akibat dampak negatif teknologi, manusia kini menjadi resah dan gelisah.
http://www.membuatblog.web.id/2010/02/ilmu-budaya-dasar.html
https://massofa.wordpress.com/2008/10/21/pengertian-tujuan-dan-ruang-lingkup-ilmu-budaya-dasar/
Untuk mengetahui bahwa ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof Dr.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam tiga kelompok besar yaitu :
1.Ilmu-ilmu Alamiah ( natural scince )
Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Dengan caranya inilah menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, Lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan. Atas dasar ini lalu dibuat prediksi. Hasil penelitian 100 : 5 benar dan 100 : 5 salah
2.Ilmu-ilmu sosial ( social scince )
Ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah. Tapi hasil penelitiannya tidak 100 5 benar, hanya mendekati kebenaran. Sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia initidak dapat berubah dari saat ke saat.
3.Pengetahuan budaya ( the humanities )
Bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi arti.
Pengetahuan budaya (the humanities) dibatasi sebagai pengetahuan yang mencakup keahlian (disilpin) seni dan filsafat. Keahlian ini pun dapat dibagi-bagi lagi ke dalam berbagai bidang keahlian lain, seperti seni tari, seni rupa, seni musik,dll. Sedangkan ilmu budaya dasar (Basic Humanities) adalah usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan perkataan lain IBD menggunakan pengertian-pengertian yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan budaya untuk mengembangkan wawasan pemikiran serta kepekaan mahasiswa dalam mengkaji masalah manusia dan kebudayaan.
Ilmu budaya dasar berbeda dengan pengetahuan budaya. Ilmu budaya dasar dalam bahasa inggris disebut basic humanities. Pengetahuan budaya dalam bahas inggris disebut dengan istilah the humanities. Pengetahuan budaya mengkaji masalah nilai-nilai manusia sebagai mahluk berbudaya (homo humanus). Sedangkan ilmu budaya dasar bukan ilmu tentang budaya, melainkan mengenai pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan budaya.
Secara umum pengertian kebudayaan adalah merupakan jalan atau arah didalam bertindak dan berfikir untuk memenuhi kebutuhan hidup baik jasmani maupun rohani.
Pokok-pokok yang terkandung dari beberapa devinisi kebudayaan
1. Kebudayaan yang terdapat antara umat manusia sangat beragam
2. Kebudayaan didapat dan diteruskan melalui pelajaran
3. Kebudayaan terjabarkan dari komponen-komponen biologi, psikologi dan sosiologi
4. Kebudayaan berstruktur dan terbagi dalam aspek-aspek kesenian, bahasa, adat istiadat, budaya daerah dan budaya nasional
Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Penyajian mata kuliah ilmu budaya dasar tidak lain merupakan usaha yang diharapkan dapat memberikan pengetahuan dasar dan pengertian umum tentang konsep-konsep yang dikembangkan untuk mengkaji masalah-masalah manusia dan kebudayaan. Dengan demikian mata kuliah ini tidak dimaksudkan untuk mendidik ahli-ahli dalam salah satu bidang keahlian yang termasuk didalam pengetahuan budaya (the humanities) akan tetapi IBD semata-mata sebagai salah satu usaha untuk mengembangkan kepribadian mahasiswa dengan cara memperluas wawasan pemikiran serta kemampuan kritikalnya terhadap nilai-nlai budaya, baik yang menyangkut orang lain dan alam sekitarnya, maupun yang menyangkut dirinya sendiri. Untuk bisa menjangkau tujuan tersebut IBD diharapkan dapat :
1. Mengenal lebih dalam dirinya sendiri maupun orang lain yang sebelumnya lebih dikenal luarnya saja.
2. Mengenal perilaku diri sendiri maupun orang lain.
3. Sebagai bekal penting untuk pergaulan hidup.
4. Perlu bersikap luwes dalam pergaulan setelah mendalami jiwa dan perasaan manusia serta mau tahu perilaku manusia.
5. Tanggap terhadap hasil budaya manusia secara lebih mendalam sehingga lebih peka terhadap masalah-masalah pemikiran perasaan serta perilaku manusia dan ketentuan yang diciptakannya.
6. Memiliki penglihatan yang jelas pemikiran serta yang mendasar serta mampu menghargai budaya yang ada di sekitarnya dan ikut mengembangkan budaya bangsa serta melestarikan budaya nenek moyang leluhur kita yang luhur nilainya.
7. Sebagai calon pemimpin bangsa serta ahli dalam disiplin ilmu tidak jatuh kedalam sifat-sifat kedaerahan dan kekotaan sebagai disiplin ilmu yang kaku.
8. Sebagai jembatan para saran yang berbeda keahliannya lebih mampu berdialog dan lancar dalam berkomunikasi dalam memperlancar pelaksanaan pembangunan diberbagai bidang mampu memenuhi tuntutan masyarakat yang sedang membangun serta mampu memenuhi tuntutan perguruan tinggi khususnya Dharma pendidikan.
Ilmu Budaya Dasar Merupakan Pengetahuan Tentang Perilaku Dasar-Dasar Dari Manusia
Unsur-unsur kebudayaan
1. Sistem Religi/ Kepercayaan
2. Sistem organisasi kemasyarakatan
3. Ilmu Pengetahuan
4. Bahasa dan kesenian
5. Mata pencaharian hidup
6. Peralatan dan teknologi
Fungsi, Hakekat dan Sifat Kebudayaan Fungsi Kebudayaan
Fungsi kebudayaan adalah untuk mengatur manusia agar dapat mengerti bagaimana seharusnya bertindak dan berbuat untuk menentukan sikap kalau akan berbehubungan dengan orang lain didalam menjalankan hidupnya.
kebudayaan berfungsi sebagai:
1. Suatu hubungan pedoman antar manusia atau kelompok
2. Wadah untuk menyakurkan perasaan-perasaan dan kehidupan lainnya
3. Pembimbing kehidupan manusia
4. Pembeda antar manusia dan binatang
Hakekat Kebudayaan
1. Kebudayaan terwujud dan tersalurkan dari perilaku manusia
2. Kebudayaan itu ada sebelum generasi lahir dan kebudayaan itu tidak dapat hilang setelah generasi tidak ada
3. Kebudayan diperlukan oleh manusia dan diwujudkan dalam tingkah lakunya
4. Kebudayaan mencakup aturan-aturan yang memberikan kewajiban kewajiban
Sifat kebudayaan
1. Etnosentis
2. Universal
3. Alkuturasi
4. Adaptif
5. Dinamis (flexibel)
6. Integratif (Integrasi)
Aspek-aspek kebudayaan
1. Kesenian
2. Bahasa
3. Adat Istiadat
4. Budaya daerah
5. Budaya Nasional
Faktor-faktor yang mempengaruhi proses perubahan kebudayaan faktor-faktor pendorong proses kebudayaan daerah
1. Kontak dengan negara lain
2. Sistem pendidikan formal yang maju
3. Sikap menghargai hasil karya seseorang dan keinginan untuk maju
4. Penduduk yang heterogen
5. Ketidak puasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu
Faktor-faktor penghambat proses perubahan kebudayaan
1.faktor dari dalam masyarakat
* Bertambah dan berkurangnya penduduk
* Penemuan-penemuan baru
* Petentangan-pertentangan didalam masyarakat
* Terjadinya pemberontakan didalam tubuh masyarakat itu sendiri
2. faktor dari luar masyarakat
* Berasal dari lingkungan dan fisik yang ada disekitar manusia
* Peperangan dengan negara lain
* Pengaruh kebudayaan masyarakat lain
Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Bertitik tolak dari kerangka tujuan yang telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah IBD. Kedua masalah pokok itu adalah :
1.Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusiaan dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (the humanities), baik dari segi masing-masing keahlian (disiplin) didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (antar bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
2.Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing jaman dan tempat.
Melihat kedua pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah IBD, nampak dengan jelas bahwa manusia menempati posisi sentral dalam pengkajian. Manusia tidak hanya sebagai obyek pengkajian. Bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesama, dirinya sendiri, nilai-nilai manusia dan bagaimana pula hubungan dengan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD. Pokok-pokok bahasan yang dikembangkan adalah :
1.Manusia dan cinta kasih
2.Manusia dan Keindahan
3.Manusia dan Penderitaan
4.Manusia dan Keadilan
5.Manusia dan Pandangan hidup
6.Manusia dan tanggung jawab
7.Manusia dan kegelisahan
8.Manusia dan harapan
Latar belakang ilmu budaya dasar
Latar belakang ilmu budaya dasar dalam konteks budaya, negara, dan masyarakat Indonesia berkaitan dengan permasalahan sebagai berikut:
1. Kenyataan bahwa Indonesia terdiri atas berbagai suku bangsa, dan segala keanekaragaman budaya yang tercermin dalam berbagai aspek kebudayaannya, yang biasanya tidak lepas dari ikatan-ikatan (primodial) kesukuan dan kedaerahan.
2. Proses pembangunan dampak positif dan negatif berupa terjadinya perubahan dan pergeseran sistem nilai budaya sehingga dengan sendirinya mental manusiapun terkena pengaruhnya. Akibat lebih jauh dari pembenturan nilai budaya ini akan timbul konflik dalam kehidupan.
3. Kemajuan ilmu pengetahuan dalam teknologi menimbulkan perubahan kondisi kehidupan manusia, menimbulkan konflik dengan tata nilai budayanya, sehingga manusia bingung sendiri terhadap kemajuan yang telah diciptakannya. Hal ini merupakan akibat sifat ambivalen teknologi, yang disamping memiliki segi-segi positifnya, juga memiliki segi negatif akibat dampak negatif teknologi, manusia kini menjadi resah dan gelisah.
http://www.membuatblog.web.id/2010/02/ilmu-budaya-dasar.html
https://massofa.wordpress.com/2008/10/21/pengertian-tujuan-dan-ruang-lingkup-ilmu-budaya-dasar/
Sabtu, 27 November 2010
Manusia dan Penderitaan
Manusia dan Penderitaan
A. Pengertian Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Dalam bahasa sansekerta derita artinya menahan / menanggung.
Penderitaan akan dialami semua orang, hal itu merupakan “resiko hidup”. Tuhan memberikan kesengan atau kebahagaian kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan.
Penderitaan menanggung atau merasakan sesuatu lahir ataupun batin. Penderitaan termasuk realita dunia dan manusia intesitas penderitaan bertingkat-tingkat ada yang berat ada juga yang ringan namun peranan individu juga menentukan berat tidaknya suatu penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan menimbulkan energi untuk bangkit bagi seseorang atau sebagai langkah seseorang untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.
Penderitaan akan dialami oleh semua orang hal itu sudah merupakan resiko hidup. Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan banyak macam kasus dalam liku-liku kehidupan manusia, Seperti penderitan fisik ataupun nonfisik. Penderitan timbul karena perbuatan kita sendiri atau sesama manusia, penderitaan ini kadang di sebut nasib buruk. Nasib buruk ini dapat di perbaiki manusia supaya menjadi baik dengan kata lain manusialah yang dapat memperbaiki nasibnya. Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh yang bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positf atau negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak berbahagia sikap kecewa, tidak bahagia, putus asa ingin bunuh diri. Sebaliknya sikap positif menimbulkan cara untuk mampu mengatasi penderitaan hidup bahwa hidup bukan rangkaian penderitan melainkan perjuangan untuk membebaskan diri dari penderitaan dan penderitaan itu hanyalah bagian dari kehidupan.
Intinya dalam kehidupan pasti ada penderitaan yang di alami oleh karena ituh tergantung kita untuk menyikapi agar penderitaan terlihat lebih indah.
• Bentuk-bentuk Frustasi :
A. Agresi
B. Regresi
C. Fiksasi
D. Proyeksi
E. Identifikasi
F. Narsisme
G. Autisme
B. Siksaan
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani, Akibat siksaan yang dialami seseorang timbulah penderitaan.
Siksaan yang sifatnya psikis, contohnya :
1. Kebimbangan
Kebimbangan dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan dipilih. Misalnya pada suatu saat apakah seseorang yang bimbang itu pergi / tidak, siapakah dari kawannya yang akan dijadikan pacar pertamanya? Akibat dari kebimbangan seseorang berada pada keadaan yang tidak menentu sehingga ia merasa tersiksa dalam hidupnya saat itu.
2. Kesepian
Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya. Walaupun ia dalam lingkungan orang ramai. Kesepian ini tidak boleh dicampur adukkan dengan keadaan sepi seperti yang dialami petapa / biarawan yang tinggalnya ditempat yang sepi.
3. Ketakutan
Merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar – besarkan tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia. Pada umumnya orang memiliki satu / lebih phobia ringan seperti takut pada tikus, ular, serangga dll. Tetapi pada sementara orang ketakutan itu semakin hebatnya sehingga sangat menganggu.
C. Kekalutan Mental
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental atau sebagai gangguan kejiwaan, Akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar. Gejala –gejala permulaan bagi seseorang ynag mengalami kekalutan mental adalah :
1. Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyerih pada lambung
2. Nampak pada kejiwaanya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :
1. Gangguan kejiwaan nampak pada gejala – gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohaninya.
2. Usaha mempertahankan diri, dengan cara negative, yaitu mundur / lari, sehingga cara bertahan dirinya salah, pada orang yang tidak menderita gangguan kejiwaan bila menghadapi persoalan, justru lekas memecahkan problemnya. Sehingga tidak menekan perasaanya. Jadi bukan melarikan diri dari persoalan, tetapi melawan / memecahkan persoalan
3. Kekalutan merupakan titik patah (mental break down) dan yang bersangkutan mengalami gangguan.
Sebab – sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut :
1. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani / mental yang kurang sempurna, hal-hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri yang secara berangsur-angsur akan menyudutkan kedudukan dan menghancurkan mentalnya.
2. Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada pada masyarakat. Sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi.
3. Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial, over acting sebagai overcompensatie.
D. Penderitan dan perjuangan
Pembebasan dari penderitan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup.Caranya ialah berjuang menghadapi tantangan hidup. Misalnya par akorban bencana alam ang berusaha untuk memulihkan keadaan perekonomian keluarga mereka masing-masing.
E. Penderitaan , media masa dan seniman
Berita mengenai penderitaan manusia silih berganti mengisi lembaran Koran , layar tv dengan maksud supaya semua orang menyaksikan dan ikut merasakan dari jauh penderitaan manusia. Sperti halnya berita-berita yang menayangkan penyiksaan yang dialami oleh para TKI yang bekerja di luar negeri. Penderitaan manusia pun sering dilukiskan oleh para seniman baik berupa karikatur maupun dari sebuah lagu.
F. Penderitaan dan sebab – sebabnya
1. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia.
2. Penderitaan yang timbul karena penyakit , siksaan / azab Tuhan.
G.Pengaruh penderitaan
Orang yang mengalami penderitaan akan memperoleh pengaruh bermacam – macam dan sikap dalam dirinya.Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif atau sikap negatif. Bagi mereka yang memiliki mental dan keinginan yang kuat untuk kembali bangkit dari apa yang mereka hadapi mereka akan berusaha sebaik mungkin untuk berjjuang melawan penderitaan itu. Namun sebaliknya apabila mereka tidak mampu untuk bangkit mereka akan mengalami gangguan mental dan lainnya.
Kesimpulan
Penderitaan merupakan salah satu bagian dari kehidupan kita didunia ini. Setiap penderitaan yang kita hadapi merupakan suatu tantangan hidup yang harus kita hadapi. Tidak manusia yang tidak mengalami penderitaan karena penderitaan merupakan bagian dari warna/warni dari realita kehidupan manusia dimuka bumi. Setiap manusia yang mampu menghadapi dan melawan penderitaan yang mereka hadapi akan merasakan kebahagiaan dan kesenangan namun sebaliknya, manusia yang tidak mampu menghadapi penderitaan yang ada akan mengalami gangguan mental/kekalutan mental.
- http://aliagheisaa.blogspot.com/2010/11/manusia-dan-penderitaan.html
- http://wulanibni91.wordpress.com/2010/04/18/manusia-dan-penderitaan/
- Dengan perubahan
A. Pengertian Penderitaan
Penderitaan berasal dari kata derita. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Dalam bahasa sansekerta derita artinya menahan / menanggung.
Penderitaan akan dialami semua orang, hal itu merupakan “resiko hidup”. Tuhan memberikan kesengan atau kebahagaian kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan.
Penderitaan menanggung atau merasakan sesuatu lahir ataupun batin. Penderitaan termasuk realita dunia dan manusia intesitas penderitaan bertingkat-tingkat ada yang berat ada juga yang ringan namun peranan individu juga menentukan berat tidaknya suatu penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan menimbulkan energi untuk bangkit bagi seseorang atau sebagai langkah seseorang untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.
Penderitaan akan dialami oleh semua orang hal itu sudah merupakan resiko hidup. Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan banyak macam kasus dalam liku-liku kehidupan manusia, Seperti penderitan fisik ataupun nonfisik. Penderitan timbul karena perbuatan kita sendiri atau sesama manusia, penderitaan ini kadang di sebut nasib buruk. Nasib buruk ini dapat di perbaiki manusia supaya menjadi baik dengan kata lain manusialah yang dapat memperbaiki nasibnya. Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh yang bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positf atau negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak berbahagia sikap kecewa, tidak bahagia, putus asa ingin bunuh diri. Sebaliknya sikap positif menimbulkan cara untuk mampu mengatasi penderitaan hidup bahwa hidup bukan rangkaian penderitan melainkan perjuangan untuk membebaskan diri dari penderitaan dan penderitaan itu hanyalah bagian dari kehidupan.
Intinya dalam kehidupan pasti ada penderitaan yang di alami oleh karena ituh tergantung kita untuk menyikapi agar penderitaan terlihat lebih indah.
• Bentuk-bentuk Frustasi :
A. Agresi
B. Regresi
C. Fiksasi
D. Proyeksi
E. Identifikasi
F. Narsisme
G. Autisme
B. Siksaan
Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani, Akibat siksaan yang dialami seseorang timbulah penderitaan.
Siksaan yang sifatnya psikis, contohnya :
1. Kebimbangan
Kebimbangan dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan dipilih. Misalnya pada suatu saat apakah seseorang yang bimbang itu pergi / tidak, siapakah dari kawannya yang akan dijadikan pacar pertamanya? Akibat dari kebimbangan seseorang berada pada keadaan yang tidak menentu sehingga ia merasa tersiksa dalam hidupnya saat itu.
2. Kesepian
Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya. Walaupun ia dalam lingkungan orang ramai. Kesepian ini tidak boleh dicampur adukkan dengan keadaan sepi seperti yang dialami petapa / biarawan yang tinggalnya ditempat yang sepi.
3. Ketakutan
Merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar – besarkan tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia. Pada umumnya orang memiliki satu / lebih phobia ringan seperti takut pada tikus, ular, serangga dll. Tetapi pada sementara orang ketakutan itu semakin hebatnya sehingga sangat menganggu.
C. Kekalutan Mental
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental atau sebagai gangguan kejiwaan, Akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar. Gejala –gejala permulaan bagi seseorang ynag mengalami kekalutan mental adalah :
1. Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyerih pada lambung
2. Nampak pada kejiwaanya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :
1. Gangguan kejiwaan nampak pada gejala – gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohaninya.
2. Usaha mempertahankan diri, dengan cara negative, yaitu mundur / lari, sehingga cara bertahan dirinya salah, pada orang yang tidak menderita gangguan kejiwaan bila menghadapi persoalan, justru lekas memecahkan problemnya. Sehingga tidak menekan perasaanya. Jadi bukan melarikan diri dari persoalan, tetapi melawan / memecahkan persoalan
3. Kekalutan merupakan titik patah (mental break down) dan yang bersangkutan mengalami gangguan.
Sebab – sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut :
1. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani / mental yang kurang sempurna, hal-hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri yang secara berangsur-angsur akan menyudutkan kedudukan dan menghancurkan mentalnya.
2. Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada pada masyarakat. Sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi.
3. Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial, over acting sebagai overcompensatie.
D. Penderitan dan perjuangan
Pembebasan dari penderitan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup.Caranya ialah berjuang menghadapi tantangan hidup. Misalnya par akorban bencana alam ang berusaha untuk memulihkan keadaan perekonomian keluarga mereka masing-masing.
E. Penderitaan , media masa dan seniman
Berita mengenai penderitaan manusia silih berganti mengisi lembaran Koran , layar tv dengan maksud supaya semua orang menyaksikan dan ikut merasakan dari jauh penderitaan manusia. Sperti halnya berita-berita yang menayangkan penyiksaan yang dialami oleh para TKI yang bekerja di luar negeri. Penderitaan manusia pun sering dilukiskan oleh para seniman baik berupa karikatur maupun dari sebuah lagu.
F. Penderitaan dan sebab – sebabnya
1. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia.
2. Penderitaan yang timbul karena penyakit , siksaan / azab Tuhan.
G.Pengaruh penderitaan
Orang yang mengalami penderitaan akan memperoleh pengaruh bermacam – macam dan sikap dalam dirinya.Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif atau sikap negatif. Bagi mereka yang memiliki mental dan keinginan yang kuat untuk kembali bangkit dari apa yang mereka hadapi mereka akan berusaha sebaik mungkin untuk berjjuang melawan penderitaan itu. Namun sebaliknya apabila mereka tidak mampu untuk bangkit mereka akan mengalami gangguan mental dan lainnya.
Kesimpulan
Penderitaan merupakan salah satu bagian dari kehidupan kita didunia ini. Setiap penderitaan yang kita hadapi merupakan suatu tantangan hidup yang harus kita hadapi. Tidak manusia yang tidak mengalami penderitaan karena penderitaan merupakan bagian dari warna/warni dari realita kehidupan manusia dimuka bumi. Setiap manusia yang mampu menghadapi dan melawan penderitaan yang mereka hadapi akan merasakan kebahagiaan dan kesenangan namun sebaliknya, manusia yang tidak mampu menghadapi penderitaan yang ada akan mengalami gangguan mental/kekalutan mental.
- http://aliagheisaa.blogspot.com/2010/11/manusia-dan-penderitaan.html
- http://wulanibni91.wordpress.com/2010/04/18/manusia-dan-penderitaan/
- Dengan perubahan
Langganan:
Komentar (Atom)





