Rabu, 25 April 2012
kumpulan cheat plant vs zombie
http://birjwazi.blogspot.com/2012/03/download-cheat-plant-vs-zombie.html
http://diooda.blogspot.com/2011/06/all-in-one-cheat-plants-vs-zombies.html
http://facebooktrik.blogspot.com/2010/07/cheat-game-plants-vs-zombies-matahari.html
http://facebooktrik.blogspot.com/2010/07/cheat-engine-cheat-berbagai-game.html
http://torayasalatiga.blogspot.com/2012/01/cheat-plants-vs-zombies-terbaru-2012.html
http://arickanjass.blogspot.com/2012/03/cheat-plants-vs-zombies-menggunakan.html
http://www.filecrop.com/cheat-engine-5.5-plants-vs-zombies.html
http://www.cheatengine.org/downloads.php
Senin, 23 April 2012
Kesehatan Mental Menurut Fromm
1. Pengertian dasar teori Fromm
Erich Fromm lahir di Frankfurt, Jerman pada tanggal 23 Maret 1990. Ia belajar psikologi di University Heidelberg, Frankfurt, dan Munich. Setelah memperoleh gelar Ph.D dari Heidelberg tahun 1922,Ia pernah mengajar pada sejumlah universitas dan institut di negara ini dan di Meksiko. Terakhir, Fromm tinggal di Swiss dan meninggal di Muralto, Swiss pada tanggal 18 Maret 1980.
Beberapa pengalaman mempengaruhi pandangan Fromm, antara lain pada umur 12 tahun ia menyaksikan seorang wanita cantik dan berbakat, sahabat keluarganya, bunuh diri.Ia juga mengalami sebagai anak dari orangtua yang neurotis. Ia hidup dalam satu rumah tangga yang penuh ketegangan. Ayahnya seringkali murung, cemas, dan muram.
Ibunya mudah menderita depresi hebat.Tampak bahwa Fromm tidak dikelilingi pribadi-pribadi yang sehat. Karena itu, masa kanak-kanaknya merupakan suatu laboratorium yang hidup bagi observasi terhadap tingkah laku neurotis.Fromm sangat dipengaruhi oleh tulisan Karl Marx, terutama oleh karyanya yang pertama, The Economic and Philosophical Manuscripts yang ditulis pada tahun 1944.
Teori Erich fromm adalah teori yang menggunakan pendekatan sosial psikologis dimana pemusatan perhatianya pada penguraian cara-cara dimana struktur dan dinamika-dinamika masyarakat tertentu membentuk para anggotanya sehingga karakter para anggota tersebut sesuai dengan nilai yang ada pada masyarakat, Karena pada dasarnya manusia terpisah dari alam dan dari sesamanya maka cara mempersatukan adalah melalui belajar bagaimana mencitai atau bagaimana menemukan keamanan dengan menyelaraskan keinginannya dengan masyarakat yang otoriter .
Karna manusia adalah mahluk yang memiliki kesadran pikiran akal sehat daya akal, kesanggupan untuk mencintai , perhatian tanggung jawab integritas bisa di lukai mengalami kesedihan sehingga apbila dalam kaitanya manusia kurang dalam menanggapi hal yang di sebutkan tersebut maka manusia tersebut bisa di katakan tidak sehat secara mental menurut Eric fromm.
2. Kepribadian yang Sehat Menurut Fromm
Kepribadian sehat menurut Eric fromm adalah penyesuaian diri seseorang dalam masyarakat merupakan kompromi antara kebutuhan-kebutuahn batin dan tuntutan dari luar dan seseorang menerapkan kerakter sosial untuk memenuhi harapan masyarakat kepribadian sehat juga adanya keinginan untuk mencintai dan di cintai dalam bukunya Art Of Love erik Fromm mengutarakan :
Dalam Civilization and Its Discontents (1930), seperti dikutip oleh Eric Fromm dalam Masyarakat yang Sehat (Terjemahan Thomas Bambang Murtianto, 1995) ia menulis:
kepribadian yang sehat adalah orientasi produktif. Konsep itu menggambarkan penggunaan yang sangat penuh atau realisasi dari potensi manusia.kepribadian yang sehat adalah orientasi produktif. Konsep itu menggambarkan penggunaan yang sangat penuh atau realisasi dari potensi manusia.
Dengan menggunakan kata “orientasi”, Fromm menunjukkan bahwa kata itu merupakan suatu sikap umum atau segi pandangan yang meliputi semua segi kehidupan, renspons-respons intelektual, emosional, dan sensoris terhadap orang-orang, benda-benda, dan peristiwa- peristiwa didunia dan terhadap diri.Orang-orang sehat menciptakan diri mereka dengan melahirkan semua potensi mereka, dengan menjadi semua menurut kesanggupan mereka, dengan memenuhi semua kapasitas mereka.
3. Ciri-ciri kepribadian yang sehat
Fromm percaya bahwa semua penemuan dan wawasan yang hebat melibatkan pikiran objektif, dimana pemikir-pemikir didorong oleh ketelitian, dan perhatian untuk menilai secara objektif seluruh masalah.Fromm membedakan dua tipe suara hati otoriter dan suara hati humanistis. Suara hati otoriter adalah penguasa dari luar yang diinternalisasikan, yang memimpin tingkah laku orang itu.Suara hati humanistis ialah suara dari diri dan bukan dari suatu perantara dari luar. Pedoman kepribadian sehat untuk tingkah laku bersifat internal dan individual. Orang bertingkah laku sesuai dengan apa yang cocok untuk berfungsi sepenuhnya dan menyingkap seluruh kepribadian, tingkah laku-tingkah laku yang menghasilkan rasa persetujuan dan kebahagiaan dari dalam. Jadi, kepribadian yang sehat dan produktif memimpin dan mengatur diri sendiri.
4. Perkembangan kepribadian (SELF)
Erich Fromm berkarya dalam bidang psikoanalisi dengan latar belakang studinya dalam bidang sosiologi dan bukan dokter. Ia mengemukakan bahwa manusia dipengerahui oleh lingkungannya dari saat lahir dan oleh karenanya psikologi bisa sangat bermanfaat hanya dalam frame of reference antropologi dan filsafat.
Insting : Fromm sependapat dengan Freud dalam menekankan motivasi,tetapi tidak sependapat tentang motivasi itu pertama-tama bersifat instingtif. Ia berpendapat bahwa selain manusia terdorong untuk memuaskan kebutuhan-kebutuhan organik, manusia juga terdorong untuk menjadi masyhur dan berkuasa untuk cinta dan untuk merealisasikan cita-cita religius dan humanistic.
Perkembangan psikoseksual : Fromm melihat berbagai tahap perkembangan kepribadian tidak sebagai tahap-tahap perkembangan fisiologi yang berturut-turut, melainkan sebagai hasil-hasil dari proses sosialisasi. Kepribadian orang itu berkembang menurut kesempatan-kesempatan yang diberikan kepadanya oleh masyarakat tertentu. Penyesuain diri seseorang dalam masyarakat biasanya merupakan kompromi antara kebutuhan-kebutuhan dari dalam ( batin) dan tuntutan-tuntutan dari luar. Ia mengembangkan karekter sosial dengan berpegang pada syarat-syarat masyarakat.
Tipe Karakter Sosial : Fromm menyebutkan kepribadian yang sehat “Orientasi Produktif”. Dengan menggunakan kata “Orientasi”, Fromm menunjukkan bahwa kata itu merupakan suatu sikap umum atau segi pandangan yang meliputi semua segi kehidupan, respon-respon intelektual, emosional, dan sensorik terhadap orang-orang, benda-benda, dan peristiwa-peristiwa di dunia dan juga terhadap diri.
5. Peranan Positive Regard dalam Pembentukan Kepribadian Individu
Pribadi yang berfungsi sepeuhnya adalah pribadi yang mengalami pengharagaan positif tak bersyarat. Karena ini penting, dihargai, diterima, disayangi, dicintai sebagai seseorang yang berarti tentu akan menerima dengan penuh kepercayaan.
6.Ciri-Ciri Orang yang Berfungsi Sepenuhnya
a. Keterbukaan pada Pengalaman:
Keterbukaan pada pengalaman adalah lawan dari sikap defensive. Setiap pendirian dan perasaan yang berasal dari dalam dan luar disampaikan ke system syaraf organisme tanpa distorsi atau larangan. Kepribadian adalah fleksibel, tidak hanya menerima pengalaman-pengalaman yang diberikan oleh kehidupan, tetapi juga menggunakannya dalam membuka kesempatan-kesempatan persepsi dan ungkapan baru. Orang yang berfungsi sepenuhnya dapat dikatakan lebih “emosional”, yakni mengalami banyak emosi yang bersifat positif dan negative (baik kegembiraan atau kesusahan).
b. Kehidupan Eksistensial:
Orang yang berfungsi sepenuhnya tidak memiliki diri berprasangka atau tidak harus mengontrol emosi atau memanipulasi pengalaman-pengalaman, sehingga bebas berpartisipasi di dalamnya. Orang yang berfungsi sepenuhnya dapat menyesuaikan diri karena struktur diri terus terbuka kepada pengalaman baru dan kepribadian tersebut tidak kaku atau tidak dapat diramalkan.
c. Kepercayaan Terhadap Organisme Orang Sendiri:
Orang yang berfungsi sepenuhnya dapat bertindak menurut impuls-impuls yang timbul seketika dan intuitif. Dalam tingkah laku banyak spontanitas dan kebebasan, tetapi tidak sama dengan bertindak terburu-buru atau sama sekali tidak memperhatikan konsekuensi-konsekuensinya, maka orang yang sehat percaya akan keputusan mereka seperti mereka percaya akan diri mereka sendiri.
d. Perasaan Bebas:
Orang yang berfungsi sepenuhnya memiliki suatu perasaan berkuasa secara pribadi mengenai kehidupan dan percaya bahwa masa depan tergantung pada dirinya, tidak diatur oleh tingkah laku, keadaan atau peristiwa-peristiwa masa lampau.
e. Kreativitas:
Semua orang yang berfungsi sepenuhnya sangat kreatif. Menurut Rogers, orang-orang yang berfungsi sepenuhnya memiliki kreativitas dan spontanitas untuk menaggulangi perubahan-perubahan traumatis sekalipun, seperti dalam pertempuran atau bencana-bencana alamiah.
Senin, 09 April 2012
Sejarah Berdirinya HCSTI
SEJARAH BERDIRINYA HCST
HCST didirikan oleh 13 founder yang sejatinya mereka ber-13 belum pernah kopi darat (kopdar) / ketemu tatap muka karena mereka hidup di dunia maya lewat forum kaskus. Yang secara kebetulan mereka sama - sama mempunyai motor honda city sport 1. Sebetulnya club city sport 1 / HCST tertua adalah chapter surabaya, karena deklarasinya paling awal tanggal 27 juli 2008, yang dilakukan oleh main dealer setempat, dilanjutkan oleh chapter jakarta yg dilakukan oleh pihak Main Dealer Wahana dan mereka menyebutnya Mother Chapter, karena berkedudukan di ibukota. Selanjutnya ditanggal yang sama yaitu 888 (8 Agustus 2008) pada tahun berikutnya tangerang juga deklarasi pada tanggal 8 Agustus 2009 disusul dengan makin banyaknya chapter - chapter baru diberbagai pelosok nusantara sampai saat ini sudah menjadi 65 chapter. Seperti seorang yang baru memulai hidup baru, pasang surut pun silih berganti, perselisihan timbul disana sini, banyak yang datang dan pergi dan sampai saat ini masih ada yang bertahan, dan orang-orang ini adalah orang-orang yang memang terseleksi oleh alam, tidak mudah menyerah dan loyalitas tinggi kepada club..
Sukses menggelar acara NATIONAL GATHERING bulan july tanggal 23 September di Karang Anyar Solo, kita tidak puas hanya disitu saja, selanjutnya RAKERNAS 1 (Rapat Kerja Nasional) diadakan di jakarta dibulan April 2010, disinilah tonggak perjalanan HCST dipertaruhkan. Karena RAKERNAS adalah forum tertinggi di sebuah organisai. Sedangkan MUNAS adalah sebuah acara pertemuan saja dan tidak membahas suatu masalah ataupun program kerja. Di RAKERNAS lah AD/ART (UU) dirumuskan oleh sejumlah senior dan perwakilan yang tergabung didalam acara tersebut. Disinilah awal perjalanan panjang HCST dipertaruhkan karena ibarat suatu mobil.."HCST" ini telah ditinggalkan oleh sejumlah founder begitu saja di tepi jalan. Akhirnya rapat memutuskan setelah melalui proses pemilihan menunjuk Dj Areef sebagai "sopir baru" dari mobil yg bernama HCST. Dengan terpilihnya Dj Areef sebagai sopir adalah "suatu musibah" bagi Dj Areef pribadi, karena saya merasakan bagaimana mengurus sebuah club di daerah asal saya sudah sangat sulit, apalagi ini satu Negara saya hanya bergumam "OMG" pada waktu itu. tapi life must go on. Semenjak saat itu Dj Areef pun selalu menanamkan doktrin kepada siapa saja yang tergabung dan ingin membangun club ini.. "KALO BUKAN KITA, SIAPA LAGI". Akhirnya saya bawa mobil ini melintasi jurang, jalan yang terjal tidak kurang dari hambatan - hambatan selama diperjalan, caci makian dll. Tetapi itu adalah hal yang wajar didalam suatu organisasi. Perbedaan itu adalah dinamika dalam suatu hubungan. Sukses menggelar acara MUNAS 2 di Bali serta RAKERNAS 2 di Surabaya (Mojokerto), disusul nanti MUNAS 3 di Jogja Dj Areef pun merasa sudah cukup untuk membawa mobil ini sampai pada saatnya nanti ada "sopir" baru lagi. Yang mungkin pengabdian, loyalitas, skill, dasar - dasar pemikirannya bisa melebihinya. Dan yang terpenting bisa membawa HCST ini sampai pada era kemajuan yang nyata. karena kita memang "THE BIGGEST CS1 CLUB IN THIS COUNTRY". Ini adalah buah dari kerja keras kita selama 3 tahun terakhir. Kenapa memakai nama INDONESIA ”HCSTI” itu tidak lain adalah VISI dan MISI DJareef untuk merangkul semua riders city sport 1 serta bisa menyatukan mereka didalam wadah HCST indonesia. so what? ”WELCOME TO THE CLUB BRAD AND SIST. PROUD TO BE THE BIGGEST CS1 CLUB @ HONDA COMMUNITY”.
CYSERSSSSSS…………SALUTEEE!!!!
Identitas Gender
Istilah identitas gender ( gender identity ) merujuk kepada persepsi diri individu sebagai seorang pria atau wanita. Walaupun demikian, identitas gender seseorang mungkin sesuai atau mungkin juga tidak sesuai dengan keadaan ( assigned ) atau jenis kelamin biologis (biological sex ) sebagaimana tertulis dalam surat keterangan lahir. Peran gender ( gender role ) merujuk kepada perilaku atau sikap seseorang yang mengindikasikan maskulinitas atau kefeminiman dalam lingkungan social saat ini.
Orientasi seksual (sexual orientation) adalah sejauh mana seseorang secara erotis tertarik terhadap anggota dari jenis kelamin yang sama ataupun yang berlawanan dengan dirinya. Sebagian orang memiliki orientasi yang jelas untuk memiliki aktivitas seksual dengan anggota dari jenis lain, namun beberapa orang tertarik terhadap anggota dengan jenis kelamin yang sama dengan dirinya dan ada sebagian lain tertarik pada kedua jenis kelamin sekaligus.
Karakteristik gangguan identitas gender
Gangguan identitasa gender adalah suatu kondisi yang melibatkan suatu diskrepansi antara kondisi seksual seseorang dan identitas gender dari orang tersebut. Seseorang yang mengalami gangguan identitas gender mengalami identifikasi antar jenis kelamin yang kuat dan cenderung menetap yang pada akhirnya menyebabkan perasaan tidak nyaman dan menimbulkan rasa ketidaksesuaian dengan jenis kelamin yang mereka miliki.
Istilah transeksualisme merupakan istilah yang lebih umum yang merujuk pada fenomena dimana seseorang memiliki jenis kelamin yang berbeda dengan keadaan aslinya.
Perilaku mereka cenderung berlawanan dengan identitas aslinya seperti penggunaan pakaian dan cara berbicara. Dalam karakteristik gangguan identitas gender terdapat istilah dysphoria ( kesedihan yang ekstrim) yang terkait dengan identitas gender sebagai gangguan.
Dari istilah dysphoria ini terdapat beberapa argument yang pertama gangguan identitas gender hanya suatu variasi normal dan tidak ekstrim, yang kedua seseorang yang berada dalam kondisi ini tidak mengalami tekanan atau tidak mampu kecuali dikaitkan dengan lingkungan social, ketiga gangguan identitas gender yang terjadi merupakan suatu predictor bagi munculnya orientasi homoseksual. Kepercayaan bahwa sebagian besar orang yang percaya dengan kondisi ini adalah orang yang mengalami tekanan yang intens yang jauh lebih besar dari reaksi yang mereka bayangkan.
Karakteristik wanita
menolak bahwa ia memiliki tubuh seorang perempuan
ia berharap memiliki sebuah penis suatu saat nanti
melakukan kencing sambil berdiri
berperilaku tidak feminim
tidak memakai pakaian wanita
menghindari situasi social yang mengharuskan memakai pakaian wanita.
Karakteristik laki – laki
menyembunyikan penisnya
merasa keberatan untuk menggunakan celana
lebih tertarik mengenakan pakaian perempuan tradisional
tertarik dengan permainan perempuan
hal yang memperumit usaha untuk memahami gangguan identitas gender adalah variable orientasi seksual terdapat hubungan kuat antara perilaku lintas gender pada masa kanak – kanak dengan orientasi seksual pada pria dan wanita meskipun demikian tidak semua wanita dan homoseksual memiliki sejarah perilaku lintas gender pada masa kanak – kanak mereka.
Anoreksia Nervosa
Anoreksia nervosa adalah salah satu kelainan yang dialami pada masa remaja dan dewasa awal. Dimana remaja pada umumnya tidak memiliki kepercayaan diri dengan penampilan dirinya (body image). Istilah anoreksia kurang begitu dikenal oleh masyarakat awam masyarakat pada umumnya lebih mengenal dengan istilah diet, dimana seseorang berusaha untuk mengurangi jumlah makanan untuk dikonsumsi. Anoreksia merupakan kelainan pada remaja/dewasa awal dimana seseorang memilki gangguan makan yang ditandai dengan melaparkan diri sendiri. Tanda – tanda awal seseorang yang akan mengalami anoreksia salah satunya adalah melakukan diet yang kuat dan dilakukan secara sembunyi sembunyi, namun setelah mengalami penurunan berat badan dan merasa tidak puas ia akan mulai membuat tujuan berat badan baru yang lebih rendah dari sebelumnya. Setelah mencapai berat badan tersebut ia melakukan olahraga yang berlebihan.
Aneroksia telah dikaitkan dengan faktor genetika dan lingkungan. Beberapa pihak yang berwenang menyatakan defisiensi zat penting diotak, gangguan hipotalamus atau tingkat tinggi dari sejenis zat – zat opiate di cairan tulang belakang. Menurut beberapa peneliti di London, Swedia dan Jerman menemukan bahwa pada pasien Anoreksia mengalami penghambatan aliran darah di beberapa pembagian otak. Penderita anoreksia ini pada umumnya terjadi pada kaum perempuan dimana mereka sangat menginginkan penampilan tubuh yang lebih ideal. Bagi kaum perempuan dengan semakin kecil bentuk tubuh mereka semakin besar kepercayaan diri mereka saat bertemu dengan orang lain maupun dengan lawan jenis.
Anoreksia secara paradox, baik secara sengaja atau tidak ; orang yang mengalaminya secara sengaja menolak makanan yang dibutuhkan untuk bertahan hidup. Namun belakangan ini seseorang yang mengalami anoreksia sebagian besar merupakan hasil dari tekanan social untuk menjadi langsing. Penderita anoreksia seperti remaja yang memiliki body image yang terganggu dimana mereka merasakan ketakutan akan obesitas sehingga mereka melihat diri mereka sendiri sebagai orang yang sangat gemuk bahkan saat mereka sudah sangat kurus. Dalam keadaan seperti ini lah peranan orang tua sangat berpengaruh terhadap perkembangan seorang anak, dimana orang tua harus mampu memberikan dorongan kepada sang anak untuk tetap percaya diri dengan keadaan tubuh mereka sendiri.
Para penderita anoreksia sendiri biasanya terdapat pada seorang atlet perempuan, seperti atlet renang, balet, lari jarak jauh, ice skating, dan pesenam. Selain para atlet diatasa penderita anoreksia juga bisa terjadi pada anak perempuan yang mengalami permasalahan didalam keluarga seperti perceraian, selain itu seorang anak yang sering makan seorang diri juga dapat menyebabkan anoreksia. Penderita anoreksia terbanyak dapat ditemukan di AS dimana ank perempuan berumur 11 tahun tercatat hingga 47% menderita anoreksia dan 62% anak perempuan berumur 15 tahun. (Vereecken dan Maes, 2000).
Jumat, 23 Maret 2012
Kesehatan Mental II
1. KONSEP SEHAT
Kemajuan teknologi pengobatan dan ditemukannya berbagai macam obat memiliki kecenderungan yang mendorong orang untuk mempertahankan kesehatamyya dengan menggantungkan duiri pada obat hingga pola hidup sehat seolah-olah dilupakan dan baru setelah perang dunia ke-II konsep sehat baru mendapatkan perhatian dan dikembangkan hingga saat ini. Oleh karena itu timbul berbagai macam konsep sehat yang ditinjau berdasarkan sudut pandang yang berbeda misalnya :
1. Konsep “sehat” dipandang dari sudut fisik secara individudan
2. Konsep “sehat” dipandang dari sudut ekologi.
Konsep sehat secara fisik dan bersifat individu ialah”seseorang doikatakan sehat bila semua organ dapat berfungsi dalam batas-vatas normal sesuai dengan umur dan jenis kelamin”. Kesulitan yang dihadapi konsep ini adalah penentuan “normal” masih belum dadpat dibakukan.
Konsep sehat berdasarkan ekologi ialah “sehat berarti proses penyesuaian antara individu dengan lingkungannya. Proses penyesuaian ini berjalan terus menerus dan berubah-ubah sesuai dengan peubahan lingkungan yang mengubah keseimbangan ekologi dan untuk mempertahankan kesehatannya orang dituntut untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan”.
Karena adanya perbedaan dalam sudut pandang tersebut maka hingga kini belum terdapat batasan “sehat” yang memuaskan. Konsep sehat yang banyak dianut oleh berbagai Negara adalah konsep “sehat” yang tercantum dalam pembukaan konstitusi WHO (1948)yang berbunyi sebagai berikut.
“health is atage of complete physical, mental and socialwellbeing and not merely the absence of disease or infirmity”
Konsep sehat tersebut sangat ideal hingga dalam kenyataan sulit dicapai maka timbulah beberapa kritik terhadap konsep tersebut.
1. Sehat bukanlah suatu keadaan yang statis, tetapi merupakan suatu proses yang dinamis dan berubah-ubah setiap saat.
2. Batasan “sejahtera” sangat sulit ditentukan.
3. Indicator yang digunakan unutk mengukur sangat banyak dengan validitas yang berbeda-beda.
2. Sejarah Perkembangan Psikologi Kesehatan Mental
Psikologi kesehatan mental sudah ada sejak jaman prasejarah namun menurut para ilmuan sejak perang dunia II bsrulah diteliti serta di observasi. Namun para ilmuan meyakini bahwa ilmu tersebut sedah ada sejak jaman manusia itu sendiri ada.
Zaman peradaban awal
1. Phytagoras (orang yang pertama memberi penjelasan alamiah terhadap penyakit mental)
2. Hypocrates (Ia berpendapat penyakit / gangguan otak adalah penyebab penyakit mental)
3. Plato (gangguan mental sebagian gangguan moral, gangguan fisik dan sebagiaan lagi dari dewa dewa)
Zaman Renaissesus
Pada zaman ini di beberapa negara Eropa, para tokoh keagamaan, ilmu kedokteran dan filsafat mulai menyangkal anggapan bahwa pasien sakit mental tenggelam dalam dunia tahayul.
Era Pra Ilmiah
1. Kepercayaan Animisme
Sejak zaman dulu gangguan mental telah muncul dalam konsep primitif, yaitu kepercayaan terhadap faham animisme bahwa dunia ini diawasi atau dikuasai oleh roh-roh atau dewa-dewa. Orang Yunani kuno percaya bahwa orang mengalami gangguan mental, karena dewa marah kepadanya dan membawa pergi jiwanya. Untuk menghindari kemarahannya, maka mereka mengadakan perjamuan pesta (sesaji) dengan mantra dan kurban.
2. Kepercayaan Naturalisme
Suatu aliran yang berpendapat bahwa gangguan mental dan fisik itu akibat dari alam. Hipocrates (460-367) menolak pengaruh roh, dewa, setan atau hantu sebagai penyebab sakit. Dia mengatakan, Jika anda memotong batok kepala, maka anda akan menemukan otak yang basah, dan mencium bau amis. Tapi anda tidak akan melihat roh, dewa, atau hantu yang melukai badan anda.
Seorang dokter Perancis, Philipe Pinel (1745-1826) menggunakan filsafat polotik dan sosial yang baru untuk memecahkan problem penyakit mental. Dia terpilih menjadi kepala Rumah Sakit Bicetre di Paris. Di rumah sakit ini, pasiennya dirantai, diikat ketembok dan tempat tidur. Para pasien yang telah di rantai selama 20 tahun atau lebih, dan mereka dianggap sangat berbahaya dibawa jalan-jalan di sekitar rumah sakit. Akhirnya, diantara mereka banyak yang berhasil, mereka tidak lagi menunjukkan kecenderungan untuk melukai atau merusak dirinya.
Era Modern
Perubahan luar biasa dalam sikap dan cara pengobatan gangguan mental terjadi pada saat berkembangnya psikologi abnormal dan psikiatri di Amerika pada tahun 1783. Ketika itu Benyamin Rush (1745-1813) menjadi anggota staf medis di rumah sakit Pensylvania. Di rumah sakit ini ada 24 pasien yang dianggap sebagai lunatics (orang gila atau sakit ingatan). Pada waktu itu sedikit sekali pengetahuan tentang penyebab dan cara menyembuhkan penyakit tersebut. Akibatnya pasien-pasien dikurung dalam ruang tertutup, dan mereka sekali-kali diguyur dengan air.
Rush melakukan suatu usaha yang sangat berguna untuk memahami orang-orang yang menderita gangguan mental tersebut melalui penulisan artikel-artikel. Secara berkesinambungan, Rush mengadakan pengobatan kepada pasien dengan memberikan dorongan (motivasi) untuk mau bekerja, rekreasi, dan mencari kesenangan.
Pada tahun 1909, gerakan mental Hygiene secara formal mulai muncul. Perkembangan gerakan mental hygiene ini tidak lepas dari jasa Clifford Whitting Beers (1876-1943) bahkan karena jasanya itu ia dinobatkan sebagai The Founder of the Mental Hygiene Movement. Dia terkenal karena pengalamannya yang luas dalam bidang pencegahan dan pengobatan gangguan mental dengan cara yang sangat manusiawi.
Secara hukum, gerakan mental hygiene ini mendapat pengakuan pada tanggal 3 Juli 1946, yaitu ketika presiden Amerika Serikat menandatangani The National Mental Health Act., yang berisi program jangka panjang yang diarahkan untuk meningkatkan kesehatan mental seluruh warga masyarakat.
Bebarap tujuan yang terkandung dalam dokumen tersebut meliputi
1. Meningkatkan kesehatan mental seluruh warga masyarakat Amerika Serikat, melalui penelitian, investigasi, eksperimen, penayangan kasus-kasus, diagnosis, dan pengobatan.
2. Membantu lembaga-lembaga pemerintah dan swasta yang melakukan kegiatan penelitian dan meningkatkan koordinasi antara para peneliti dalam melakukan kegiatan dan mengaplikasikan hasil-hasil penelitiannya.
3. Memberikan latihan terhadap para personel tentang kesehatan mental.
4. Mengembangkan dan membantu negara dalam menerapkan berbagai metode pencegahan, diagnosis, dan pengobatan terhadap para pengidap gangguan mental.
Pada tahun 1950, organisasi mental hygiene terus bertambah, yaitu dengan berdirinya National Association for Mental Health. Gerakan mental hygiene ini terus berkembang sehingga pada tahun 1975 di Amerika terdapat lebih dari seribu perkumpulan kesehatan mental. Di belahan dunia lainnya, gerakan ini dikembangkan melalui The World Federation forMental Health dan The World Health Organization.
3.a Sigmund freud
a. Fase oral: berlangsung dari umur 0-1 tahun atau pada tahun pertama,
Kehidupan.daerah pokok kegiatan dinamika adalah mulut sehingga fase ini dinamakan fase oral. Mulut dipandang sebagai sumber keenakan-ketidakenakan, kepuasan-ketidakpuasan, kenikmatan-ketidaknikmatan, yang berasal dari makanan yaitu pada saat menyusui atau disuapi.
b. Fase anal: berlangsung dari umur 1-3 tahun.
Ditandai dengan berkembangnya kepuasan (kateksis) dan ketidakpuasan (antikateksis) disekitar fungsi eliminasi. Dengan mengeluarkan feses timbul perasaan lega, nyaman, dan puas. Hal penting yang perlu diketahui:
c. Fase Falik: berlangsung sekitar umur 3-5 tahun.
Yang menjadi daerah erogen adalah bibir, fase anal adalah anus, sedangkan pada fase falik, daerah erogen terpenting adalah alat kelamin. Sebagai pusat dinamika perkembangan adalah perasaan seksual, dan agresif karena berfungsinya alat kelamin.
d. Fase laten: berlangsung sekitar umur 5-12 atau 13 tahun.
Laten artinya terpendam atau tersembunyi. Pada fase ini impuls cenderung dalam keadaan terpendam atau tersembunyi.
e. Fase pubertas: berlangsung sekitar 13-20 tahun.
Impuls-impuls yang semula tenang, tersembunyi menonjol kembali sehingga menimbulkan aktivitas dinamis lagi.
f. Fase Genital: individu mempunyai kepuasan dari perangsangan dan manipulasi tubuhnya sendiri dan orang lain diinginkan hanya karena memberikan bentuk tambahan kenikmatan jasmaniah.
3.b Teori Perkembangan Kepribadian Erikson
a. Trust vs Mistrust (0-1tahun)
Pada masa ini anak akan belajar atau dapat membedakan perkembangan percaya atau tidaknya terhadap pola asuh yang di berikan.
b. Otonom vs rasa malu (1-3tahun)
Pada masa ini anak mengalami perkembangan kemandirian dan rasa percaya diri.
c. Inisiatif vs rsa bersalah (3-6tahun)
Pada masa ini anak akan mengalami inisiatif apa yang di lakukan tanpa perintah.
d. Industri vs infentory (6-12tahun)
Pada masa ini anak akan mengalami erkembangan dalam menciptakan karya sendiri atau merasa diri tidak berguna dalam melakukan sesuatu.
e. Identitas dan penolakan vs difusi identitas (12-20tahun)
Pada asa ini remaja mengalami mencari identitas atau jati diri atau tidak dapat mengenal diri sendiri.
f. Intimidasi dan solidaritas vs isolasi (20-35tahun)
Pada masa ini mengalami pendekatan terhadap orang lain secara intim dengan lawan jenisnya dan jika terjadinya kegagalan maka individu akan menutup diri atau tidak punya rasa percaya diri lagi.
g. Generativitas vs stagnasi (35-65tahun)
Pada masa ini sangat penting untuk generasi berikutnya dan apabila gagal akan terjadi penetapan pada generasinya.
h. Integritas vs keputusan (65tahun)
Pada masa ini akan mengalami kepuasaan atau tidaknya pada masa yang sebelumnya maka akan munculnya kerendahan hati atau merasa kecewa karna belum dpat meraih hal yang di inginkan pada usia saat ini.
Dalam teori Erik Erikson satu sama lainnya berhubungan dalam masa perkembangan contohnya apabila terjadi kepercayaan pada usia dini maka akan tumbuh secara otonom dapatnya berinisiatif dan melakukan industri adanya idntitas diri solidaritas terhadap sesama atau lawan jenisnya melakukan generativitas dan adanya integritas begitu pula sebaliknya yang dilakukan terhadap tidak percaya dengan pola asuh akan terjadi rasa malu terhadap perkembangan anak.
4. Kepribadian Sehat
Kepribadian sehat adalah kepribadian yang sejak awal pembentukannya mendapatkan holding tersebut sehingga potential trueself-nya berkembang dalam suatu lingkungan yang aman dengan adanya kemampuan untuk berfungsi secara autonom dan kompeten, kecenderungan untuk menyesuaikan diri secara efektif dan efisiens dengan lingkungan sosialnya, perasaan subyektif kepuasan dan kesenangan, dan kemampuan untuk mengaktualisasi diri dan memenuhi potensinya.
Referensi:
Pengantar Epidemologi, E/2
Oleh : Dr. Eko Budiarto, SKM Dr. Dewi Anggraeni
Copy editor : R. Tammy Maulany Dayyana, A.Md.
Penerbit buku kedokteran EGC
http://books.google.co.id/books?id=mfsgp_zkmWwC&pg=PA311&dq=kepribadian+sehat+adalah&hl=id&sa=X&ei=Q7JoT4DgJsPrrQed7-zpBw&ved=0CD4Q6AEwBDgU#v=onepage&q=kepribadian%20sehat%20adalah&f=false
Human Development, ed 10th
Diane E. Papalia, Sally Wendkos Olds, dan Ruth Duskin Feldman
Penerbit Salemba Humanika.
Kesehatan Mental
1. KONSEP SEHAT
Kemajuan teknologi pengobatan dan ditemukannya berbagai macam obat memiliki kecenderungan yang mendorong orang untuk mempertahankan kesehatamyya dengan menggantungkan duiri pada obat hingga pola hidup sehat seolah-olah dilupakan dan baru setelah perang dunia ke-II konsep sehat baru mendapatkan perhatian dan dikembangkan hingga saat ini. Oleh karena itu timbul berbagai macam konsep sehat yang ditinjau berdasarkan sudut pandang yang berbeda misalnya :
1. Konsep “sehat” dipandang dari sudut fisik secara individudan
2. Konsep “sehat” dipandang dari sudut ekologi.
Konsep sehat secara fisik dan bersifat individu ialah”seseorang doikatakan sehat bila semua organ dapat berfungsi dalam batas-vatas normal sesuai dengan umur dan jenis kelamin”. Kesulitan yang dihadapi konsep ini adalah penentuan “normal” masih belum dadpat dibakukan.
Konsep sehat berdasarkan ekologi ialah “sehat berarti proses penyesuaian antara individu dengan lingkungannya. Proses penyesuaian ini berjalan terus menerus dan berubah-ubah sesuai dengan peubahan lingkungan yang mengubah keseimbangan ekologi dan untuk mempertahankan kesehatannya orang dituntut untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan”.
Karena adanya perbedaan dalam sudut pandang tersebut maka hingga kini belum terdapat batasan “sehat” yang memuaskan. Konsep sehat yang banyak dianut oleh berbagai Negara adalah konsep “sehat” yang tercantum dalam pembukaan konstitusi WHO (1948)yang berbunyi sebagai berikut.
“health is atage of complete physical, mental and socialwellbeing and not merely the absence of disease or infirmity”
Konsep sehat tersebut sangat ideal hingga dalam kenyataan sulit dicapai maka timbulah beberapa kritik terhadap konsep tersebut.
1. Sehat bukanlah suatu keadaan yang statis, tetapi merupakan suatu proses yang dinamis dan berubah-ubah setiap saat.
2. Batasan “sejahtera” sangat sulit ditentukan.
3. Indicator yang digunakan unutk mengukur sangat banyak dengan validitas yang berbeda-beda.
2. Sejarah Perkembangan Psikologi Kesehatan Mental
Psikologi kesehatan mental sudah ada sejak jaman prasejarah namun menurut para ilmuan sejak perang dunia II bsrulah diteliti serta di observasi. Namun para ilmuan meyakini bahwa ilmu tersebut sedah ada sejak jaman manusia itu sendiri ada.
Zaman peradaban awal
1. Phytagoras (orang yang pertama memberi penjelasan alamiah terhadap penyakit mental)
2. Hypocrates (Ia berpendapat penyakit / gangguan otak adalah penyebab penyakit mental)
3. Plato (gangguan mental sebagian gangguan moral, gangguan fisik dan sebagiaan lagi dari dewa dewa)
Zaman Renaissesus
Pada zaman ini di beberapa negara Eropa, para tokoh keagamaan, ilmu kedokteran dan filsafat mulai menyangkal anggapan bahwa pasien sakit mental tenggelam dalam dunia tahayul.
Era Pra Ilmiah
1. Kepercayaan Animisme
Sejak zaman dulu gangguan mental telah muncul dalam konsep primitif, yaitu kepercayaan terhadap faham animisme bahwa dunia ini diawasi atau dikuasai oleh roh-roh atau dewa-dewa. Orang Yunani kuno percaya bahwa orang mengalami gangguan mental, karena dewa marah kepadanya dan membawa pergi jiwanya. Untuk menghindari kemarahannya, maka mereka mengadakan perjamuan pesta (sesaji) dengan mantra dan kurban.
2. Kepercayaan Naturalisme
Suatu aliran yang berpendapat bahwa gangguan mental dan fisik itu akibat dari alam. Hipocrates (460-367) menolak pengaruh roh, dewa, setan atau hantu sebagai penyebab sakit. Dia mengatakan, Jika anda memotong batok kepala, maka anda akan menemukan otak yang basah, dan mencium bau amis. Tapi anda tidak akan melihat roh, dewa, atau hantu yang melukai badan anda.
Seorang dokter Perancis, Philipe Pinel (1745-1826) menggunakan filsafat polotik dan sosial yang baru untuk memecahkan problem penyakit mental. Dia terpilih menjadi kepala Rumah Sakit Bicetre di Paris. Di rumah sakit ini, pasiennya dirantai, diikat ketembok dan tempat tidur. Para pasien yang telah di rantai selama 20 tahun atau lebih, dan mereka dianggap sangat berbahaya dibawa jalan-jalan di sekitar rumah sakit. Akhirnya, diantara mereka banyak yang berhasil, mereka tidak lagi menunjukkan kecenderungan untuk melukai atau merusak dirinya.
Era Modern
Perubahan luar biasa dalam sikap dan cara pengobatan gangguan mental terjadi pada saat berkembangnya psikologi abnormal dan psikiatri di Amerika pada tahun 1783. Ketika itu Benyamin Rush (1745-1813) menjadi anggota staf medis di rumah sakit Pensylvania. Di rumah sakit ini ada 24 pasien yang dianggap sebagai lunatics (orang gila atau sakit ingatan). Pada waktu itu sedikit sekali pengetahuan tentang penyebab dan cara menyembuhkan penyakit tersebut. Akibatnya pasien-pasien dikurung dalam ruang tertutup, dan mereka sekali-kali diguyur dengan air.
Rush melakukan suatu usaha yang sangat berguna untuk memahami orang-orang yang menderita gangguan mental tersebut melalui penulisan artikel-artikel. Secara berkesinambungan, Rush mengadakan pengobatan kepada pasien dengan memberikan dorongan (motivasi) untuk mau bekerja, rekreasi, dan mencari kesenangan.
Pada tahun 1909, gerakan mental Hygiene secara formal mulai muncul. Perkembangan gerakan mental hygiene ini tidak lepas dari jasa Clifford Whitting Beers (1876-1943) bahkan karena jasanya itu ia dinobatkan sebagai The Founder of the Mental Hygiene Movement. Dia terkenal karena pengalamannya yang luas dalam bidang pencegahan dan pengobatan gangguan mental dengan cara yang sangat manusiawi.
Secara hukum, gerakan mental hygiene ini mendapat pengakuan pada tanggal 3 Juli 1946, yaitu ketika presiden Amerika Serikat menandatangani The National Mental Health Act., yang berisi program jangka panjang yang diarahkan untuk meningkatkan kesehatan mental seluruh warga masyarakat.
Bebarap tujuan yang terkandung dalam dokumen tersebut meliputi
1. Meningkatkan kesehatan mental seluruh warga masyarakat Amerika Serikat, melalui penelitian, investigasi, eksperimen, penayangan kasus-kasus, diagnosis, dan pengobatan.
2. Membantu lembaga-lembaga pemerintah dan swasta yang melakukan kegiatan penelitian dan meningkatkan koordinasi antara para peneliti dalam melakukan kegiatan dan mengaplikasikan hasil-hasil penelitiannya.
3. Memberikan latihan terhadap para personel tentang kesehatan mental.
4. Mengembangkan dan membantu negara dalam menerapkan berbagai metode pencegahan, diagnosis, dan pengobatan terhadap para pengidap gangguan mental.
Pada tahun 1950, organisasi mental hygiene terus bertambah, yaitu dengan berdirinya National Association for Mental Health. Gerakan mental hygiene ini terus berkembang sehingga pada tahun 1975 di Amerika terdapat lebih dari seribu perkumpulan kesehatan mental. Di belahan dunia lainnya, gerakan ini dikembangkan melalui The World Federation forMental Health dan The World Health Organization.
Referensi:
Pengantar Epidemologi, E/2
Oleh : Dr. Eko Budiarto, SKM Dr. Dewi Anggraeni
Copy editor : R. Tammy Maulany Dayyana, A.Md.
Penerbit buku kedokteran EGC
http://books.google.co.id/books?id=mfsgp_zkmWwC&pg=PA311&dq=kepribadian+sehat+adalah&hl=id&sa=X&ei=Q7JoT4DgJsPrrQed7-zpBw&ved=0CD4Q6AEwBDgU#v=onepage&q=kepribadian%20sehat%20adalah&f=false
Langganan:
Komentar (Atom)





