Senin, 09 April 2012
Identitas Gender
Istilah identitas gender ( gender identity ) merujuk kepada persepsi diri individu sebagai seorang pria atau wanita. Walaupun demikian, identitas gender seseorang mungkin sesuai atau mungkin juga tidak sesuai dengan keadaan ( assigned ) atau jenis kelamin biologis (biological sex ) sebagaimana tertulis dalam surat keterangan lahir. Peran gender ( gender role ) merujuk kepada perilaku atau sikap seseorang yang mengindikasikan maskulinitas atau kefeminiman dalam lingkungan social saat ini.
Orientasi seksual (sexual orientation) adalah sejauh mana seseorang secara erotis tertarik terhadap anggota dari jenis kelamin yang sama ataupun yang berlawanan dengan dirinya. Sebagian orang memiliki orientasi yang jelas untuk memiliki aktivitas seksual dengan anggota dari jenis lain, namun beberapa orang tertarik terhadap anggota dengan jenis kelamin yang sama dengan dirinya dan ada sebagian lain tertarik pada kedua jenis kelamin sekaligus.
Karakteristik gangguan identitas gender
Gangguan identitasa gender adalah suatu kondisi yang melibatkan suatu diskrepansi antara kondisi seksual seseorang dan identitas gender dari orang tersebut. Seseorang yang mengalami gangguan identitas gender mengalami identifikasi antar jenis kelamin yang kuat dan cenderung menetap yang pada akhirnya menyebabkan perasaan tidak nyaman dan menimbulkan rasa ketidaksesuaian dengan jenis kelamin yang mereka miliki.
Istilah transeksualisme merupakan istilah yang lebih umum yang merujuk pada fenomena dimana seseorang memiliki jenis kelamin yang berbeda dengan keadaan aslinya.
Perilaku mereka cenderung berlawanan dengan identitas aslinya seperti penggunaan pakaian dan cara berbicara. Dalam karakteristik gangguan identitas gender terdapat istilah dysphoria ( kesedihan yang ekstrim) yang terkait dengan identitas gender sebagai gangguan.
Dari istilah dysphoria ini terdapat beberapa argument yang pertama gangguan identitas gender hanya suatu variasi normal dan tidak ekstrim, yang kedua seseorang yang berada dalam kondisi ini tidak mengalami tekanan atau tidak mampu kecuali dikaitkan dengan lingkungan social, ketiga gangguan identitas gender yang terjadi merupakan suatu predictor bagi munculnya orientasi homoseksual. Kepercayaan bahwa sebagian besar orang yang percaya dengan kondisi ini adalah orang yang mengalami tekanan yang intens yang jauh lebih besar dari reaksi yang mereka bayangkan.
Karakteristik wanita
menolak bahwa ia memiliki tubuh seorang perempuan
ia berharap memiliki sebuah penis suatu saat nanti
melakukan kencing sambil berdiri
berperilaku tidak feminim
tidak memakai pakaian wanita
menghindari situasi social yang mengharuskan memakai pakaian wanita.
Karakteristik laki – laki
menyembunyikan penisnya
merasa keberatan untuk menggunakan celana
lebih tertarik mengenakan pakaian perempuan tradisional
tertarik dengan permainan perempuan
hal yang memperumit usaha untuk memahami gangguan identitas gender adalah variable orientasi seksual terdapat hubungan kuat antara perilaku lintas gender pada masa kanak – kanak dengan orientasi seksual pada pria dan wanita meskipun demikian tidak semua wanita dan homoseksual memiliki sejarah perilaku lintas gender pada masa kanak – kanak mereka.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar