Sabtu, 27 November 2010

Manusia dan Penderitaan

Manusia dan Penderitaan



A. Pengertian Penderitaan

Penderitaan berasal dari kata derita. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Dalam bahasa sansekerta derita artinya menahan / menanggung.
Penderitaan akan dialami semua orang, hal itu merupakan “resiko hidup”. Tuhan memberikan kesengan atau kebahagaian kepada umatnya, tetapi juga memberikan penderitaan atau kesedihan.

Penderitaan menanggung atau merasakan sesuatu lahir ataupun batin. Penderitaan termasuk realita dunia dan manusia intesitas penderitaan bertingkat-tingkat ada yang berat ada juga yang ringan namun peranan individu juga menentukan berat tidaknya suatu penderitaan. Suatu peristiwa yang dianggap penderitaan seseorang belum tentu merupakan penderitaan bagi orang lain. Dapat pula suatu penderitaan menimbulkan energi untuk bangkit bagi seseorang atau sebagai langkah seseorang untuk mencapai kenikmatan dan kebahagiaan.

Penderitaan akan dialami oleh semua orang hal itu sudah merupakan resiko hidup. Berbagai kasus penderitaan terdapat dalam kehidupan banyak macam kasus dalam liku-liku kehidupan manusia, Seperti penderitan fisik ataupun nonfisik. Penderitan timbul karena perbuatan kita sendiri atau sesama manusia, penderitaan ini kadang di sebut nasib buruk. Nasib buruk ini dapat di perbaiki manusia supaya menjadi baik dengan kata lain manusialah yang dapat memperbaiki nasibnya. Orang yang mengalami penderitaan mungkin akan memperoleh pengaruh yang bermacam-macam dan sikap dalam dirinya. Sikap yang timbul dapat berupa sikap positf atau negatif. Sikap negatif misalnya penyesalan karena tidak berbahagia sikap kecewa, tidak bahagia, putus asa ingin bunuh diri. Sebaliknya sikap positif menimbulkan cara untuk mampu mengatasi penderitaan hidup bahwa hidup bukan rangkaian penderitan melainkan perjuangan untuk membebaskan diri dari penderitaan dan penderitaan itu hanyalah bagian dari kehidupan.
Intinya dalam kehidupan pasti ada penderitaan yang di alami oleh karena ituh tergantung kita untuk menyikapi agar penderitaan terlihat lebih indah.
• Bentuk-bentuk Frustasi :
A. Agresi
B. Regresi
C. Fiksasi
D. Proyeksi
E. Identifikasi
F. Narsisme
G. Autisme

B. Siksaan

Siksaan dapat diartikan sebagai siksaan badan atau jasmani dan dapat juga berupa siksaan jiwa atau rohani, Akibat siksaan yang dialami seseorang timbulah penderitaan.
Siksaan yang sifatnya psikis, contohnya :

1. Kebimbangan
Kebimbangan dialami oleh seseorang bila ia pada suatu saat tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan dipilih. Misalnya pada suatu saat apakah seseorang yang bimbang itu pergi / tidak, siapakah dari kawannya yang akan dijadikan pacar pertamanya? Akibat dari kebimbangan seseorang berada pada keadaan yang tidak menentu sehingga ia merasa tersiksa dalam hidupnya saat itu.
2. Kesepian
Kesepian dialami oleh seseorang merupakan rasa sepi dalam dirinya sendiri atau jiwanya. Walaupun ia dalam lingkungan orang ramai. Kesepian ini tidak boleh dicampur adukkan dengan keadaan sepi seperti yang dialami petapa / biarawan yang tinggalnya ditempat yang sepi.
3. Ketakutan
Merupakan bentuk lain yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar – besarkan tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia. Pada umumnya orang memiliki satu / lebih phobia ringan seperti takut pada tikus, ular, serangga dll. Tetapi pada sementara orang ketakutan itu semakin hebatnya sehingga sangat menganggu.

C. Kekalutan Mental
Penderitaan batin dalam ilmu psikologi dikenal sebagai kekalutan mental atau sebagai gangguan kejiwaan, Akibat ketidak mampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah secara kurang wajar. Gejala –gejala permulaan bagi seseorang ynag mengalami kekalutan mental adalah :
1. Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyerih pada lambung
2. Nampak pada kejiwaanya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
Tahap-tahap gangguan kejiwaan adalah :
1. Gangguan kejiwaan nampak pada gejala – gejala kehidupan si penderita baik jasmani maupun rohaninya.
2. Usaha mempertahankan diri, dengan cara negative, yaitu mundur / lari, sehingga cara bertahan dirinya salah, pada orang yang tidak menderita gangguan kejiwaan bila menghadapi persoalan, justru lekas memecahkan problemnya. Sehingga tidak menekan perasaanya. Jadi bukan melarikan diri dari persoalan, tetapi melawan / memecahkan persoalan
3. Kekalutan merupakan titik patah (mental break down) dan yang bersangkutan mengalami gangguan.
Sebab – sebab timbulnya kekalutan mental, dapat banyak disebutkan antara lain sebagai berikut :
1. Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani / mental yang kurang sempurna, hal-hal tersebut sering menyebabkan yang bersangkutan merasa rendah diri yang secara berangsur-angsur akan menyudutkan kedudukan dan menghancurkan mentalnya.
2. Terjadinya konflik sosial budaya akibat norma berbeda antara yang bersangkutan dengan apa yang ada pada masyarakat. Sehingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi.
3. Cara pematangan batin yang salah dengan memberikan reaksi yang berlebihan terhadap kehidupan sosial, over acting sebagai overcompensatie.

D. Penderitan dan perjuangan
Pembebasan dari penderitan pada hakekatnya meneruskan kelangsungan hidup.Caranya ialah berjuang menghadapi tantangan hidup. Misalnya par akorban bencana alam ang berusaha untuk memulihkan keadaan perekonomian keluarga mereka masing-masing.

E. Penderitaan , media masa dan seniman

Berita mengenai penderitaan manusia silih berganti mengisi lembaran Koran , layar tv dengan maksud supaya semua orang menyaksikan dan ikut merasakan dari jauh penderitaan manusia. Sperti halnya berita-berita yang menayangkan penyiksaan yang dialami oleh para TKI yang bekerja di luar negeri. Penderitaan manusia pun sering dilukiskan oleh para seniman baik berupa karikatur maupun dari sebuah lagu.

F. Penderitaan dan sebab – sebabnya
1. Penderitaan yang timbul karena perbuatan buruk manusia.
2. Penderitaan yang timbul karena penyakit , siksaan / azab Tuhan.

G.Pengaruh penderitaan

Orang yang mengalami penderitaan akan memperoleh pengaruh bermacam – macam dan sikap dalam dirinya.Sikap yang timbul dapat berupa sikap positif atau sikap negatif. Bagi mereka yang memiliki mental dan keinginan yang kuat untuk kembali bangkit dari apa yang mereka hadapi mereka akan berusaha sebaik mungkin untuk berjjuang melawan penderitaan itu. Namun sebaliknya apabila mereka tidak mampu untuk bangkit mereka akan mengalami gangguan mental dan lainnya.

Kesimpulan
Penderitaan merupakan salah satu bagian dari kehidupan kita didunia ini. Setiap penderitaan yang kita hadapi merupakan suatu tantangan hidup yang harus kita hadapi. Tidak manusia yang tidak mengalami penderitaan karena penderitaan merupakan bagian dari warna/warni dari realita kehidupan manusia dimuka bumi. Setiap manusia yang mampu menghadapi dan melawan penderitaan yang mereka hadapi akan merasakan kebahagiaan dan kesenangan namun sebaliknya, manusia yang tidak mampu menghadapi penderitaan yang ada akan mengalami gangguan mental/kekalutan mental.

- http://aliagheisaa.blogspot.com/2010/11/manusia-dan-penderitaan.html
- http://wulanibni91.wordpress.com/2010/04/18/manusia-dan-penderitaan/
- Dengan perubahan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar